MOMMY

MOMMY
S2. Kau menantangku



Dari hari ke hari, terlihat Fahrul terus mendekati Faisal. pria itu ingin mendapatkan perhatian dan pengakuan dari Faisal. rencana Fahrul adalah mendapatkan kepercayaan dari Faisal agar dia bisa mendekati Bilqis.


** Dua minggu kemudian **


"Apakah kau yakin mas?" tanya Aruna.


"Tentu saja Aruna, mas tidak mungkin salah." jawab Rudi.


"Kenapa mas sangat yakin?" tanya Aruna kembali.


"Perasaan Mas benar-benar tidak bisa dibohongi." jawab Rudi.


"Jika benar, lalu mengapa mas Faisal tidak percaya?" tanya Aruna.


"Entahlah, tapi kau harus selalu berhati-hati. karena aku tidak ingin putrimu mendapatkan celaka." ucap Rudi.


"Baiklah kalau begitu mas, aku pasti akan menyelidiki masalah itu." jawab Aruna.


Rudi benar-benar begitu was-was dengan semua kabar yang di berikan oleh Rudi.


* Keesokan hari **


"Selamat pagi!" seru Aruna yang sudah berada di perusahaan sang suami.


"Sayang," Faisal yang terkejut saat melihat kedatangan sang isteri ke perusahaannya.


"Pagi, mas." sapa Aruna.


"Pagi Sayang." jawab Faisal yang menatap sang isteri.


Sudah lama Aruna jarang ke perusahaan suaminya, namun pagi ini dia datang ke perusahaan dengan dandanan yang begitu cantik.


"Kenapa kau sangat terkejut seperti itu, sayang?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Bagaimana aku tidak terkejut Sayang, tumben kau tiba-tiba datang kemari dengan dandanan yang begitu cantik." jawab Faisal.


"Tentu saja mas, karena aku ingin ke tempat suamiku jadi aku harus berdandan cantik." jawab Aruna.


"Baiklah kalau begitu sayang, mas akan pergi meeting sebentar. kau tunggu di sini ya." pinta Faisal.


"Baiklah mas, oh ya. jangan lupa tolong minta pada pegawai mas untuk mengambilkan ku air dingin." pinta Aruna.


"Baiklah sayang." jawab Faisal.


Terlihat Aruna menatap kantor sang suami, sudah lama dia tidak ke perusahaan sang suami karena ada beberapa urusan penting. nampak Aruna menatap ruangan dengan tatapan mata yang benar-benar begitu menyelidik.


"Dimana pria yang bernama Fahrul itu, aku harus mencari tahu mengenai pria itu. jika sampai yang dikatakan oleh Mas Rudi itu benar akan ku buat pria itu merasakan sesuatu yang sangat memilukan. berani sekali dia berusaha untuk melakukan sesuatu kepada putriku." ucap Aruna. sesaat kemudian Aruna duduk di kursi kebesaran sang suami, dia membuka beberapa berkas perusahaan yang sedang ditangani oleh suaminya itu.


TOK..


TOK..


TOK..


pintu kantor Faisal sudah diketuk oleh seseorang, tidak ada sahutan dari Aruna. Hal itu membuat seseorang masuk ke dalam kantor Faisal tanpa di minta.


"Pak Faisal!" seru Liliana.


"Ya." jawab Aruna.


Betapa terkejutnya Liliana saat dia masuk dan menatap seorang wanita yang sudah berada di sana, dia menatap seorang wanita yang sudah duduk begitu cantik di kursi kebesaran Bos besarnya.


"Ada apa Liliana? apa yang yang kau lakukan di kantor suamiku, Apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Aruna yang membuat Liliana nampak menelan ludahnya sedikit susah. dua kali Liliana sudah di diberi peringatan oleh Aruna namun tetap saja dia melakukan kesalahan.


"Maaf nyonya, karena saya tidak tahu tadi saya kira Pak Faisal yang ada di sini." jawab Liliana.


"Apakah kata-kataku waktu itu tidak kau hiraukan Liliana?" tanya Aruna yang membuat Liliana terdiam. wanita itu menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu tajam, dia menatap seorang istri dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja.


"Maaf Nyonya, Saya tidak tahu kalau Anda di sini." ucap Liliana.


Nampak Liliana terdiam, wanita itu menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Liliana. Apakah kau tidak senang dengan kata-kata yang aku ucapkan tadi?" tanya Aruna yang membuat Liliana terdiam kembali.


"tadi Tuan Faisal menyuruh saya ke sini Nyonya Jaya tadi saya ke sini." ucap Liliana.


"kau jangan berbohong kepadaku, Liliana. aku sangat tahu bagaimana sifat dari suamiku, kau berusaha untuk membohongiku. namun itu adalah kebodohan yang kau lakukan, dengarkan aku baik-baik, memangnya apa yang keperluanmu di kantor suamiku? karena yang aku tahu kalau kau itu bukanlah sekretaris dari suamiku. lalu Mengapa kau terus menerus berusaha masuk ke tempat ini, Apakah kau mempunyai pekerjaan lain di tempat ini, Liliana?" tanya Aruna yang membuat Liliana terdiam.


Terkadang Aruna begitu kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh Liliyana, Karena Wanita itu bersikap seperti orang penting di kehidupan Faisal.


"Dengarkan Aku Liliana, Aku tidak akan memberikanmu kesempatan untuk yang kedua. Apakah aku harus memindahkan mu ke bagian lain ataukah aku harus mengeluarkan mu dari kantorku?" tanya Aruna.


"Maafkan aku sebelumnya, Nyonya. anda tidak berhak melakukan hal itu karena saya adalah anak buah Tuan Faisal." jawab Liliana yang seolah ingin menantang Aruna.


"Benarkah, Baiklah kalau begitu mulai sekarang kau akan menjadi petugas office girl, aku akan meminta bagian perekrutan Untuk memindahkan mu saadt ini juga." ucap Aruna yang membuat Liliana langsung melotot.


"Apa maksudnya?" tanya Liliana kepada Aruna.


"Tadi kan aku sudah bilang padamu kalau mulai sekarang kau akan bekerja menjadi tukang bersih-bersih di perusahaan ini, kau tidak akan bekerja menjadi bagian accounting lagi. Sekarang kau sudah aku pindahkan ke bagian lain." jawab Aruna sambil tersenyum menatap Liliana. Hal itu membuat Liliana sedikit marah saat Aruna mengatakan kalau dia akan dipindahkan ke bagian lain.


"Anda tidak bisa melakukan hal itu, nyonya, Saya tidak akan membiarkan anda melakukan hal itu. karena anda tidak mempunyai wewenang di perusahaan ini." ucap Liliana yang membuat Aruna hanya tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, silakan kau menunggu kedatangan suamiku. kita akan lihat apakah kau akan dibuang di bagian kebersihan atau kau akan bertahan di jabatanmu kali ini." jawab Aruna yang membuat Liliana tidak bisa melakukan apapun.


Sekitar satu jam kemudian Faisal sudah sampai di kantornya, dia menatap sang istri yang sudah dia sudah duduk di kursinya.


"Sayang." Panggil Faisal.


"Hai Sayang." jawab Aruna.


"Ada apa Sayang?" tanya Faisal kepada sang istri.


"Oh ya sayang, Aku ingin membicarakan sesuatu." ucap Aruna.


"Memangnya ada apa?" tanya Faisal.


"Begini Sayang, aku akan mengganti posisi Liliana di bagian kebersihan, boleh tidak? karena dia sangat pandai dibagian itu, dia saja dari tadi terus menelisik di kantormu.., Aku yakin dia ingin membersihkan kantormu." ucap Aruna yang membuat Liliana terdiam.


"Saya tidak mungkin di bagian itu, saya masih mempunyai pekerjaan yang harus saya lakukan." jawab Liliana.


"Baiklah kalau begitu Liliana, sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh istriku mulai hari ini kau akan ku pindahkan di bagian kebersihan. kau akan bergabung dengan para office girl yang lain." jawab Faisal yang membuat Liliana langsung terdiam tanpa bisa melakukan apapun.


"Itu tidak mungkin terjadi kan, Tuan." ucap Liliana.


"Tentu, mulai sekarang kau akan dipindah di bagian itu." jawab Faisal yang membuat Liliana terdiam kembali.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku