MOMMY

MOMMY
S2. Pertemuan Aruna dan Juna



* Tiga hati kemudian *


"Huffff...," Fahrul menghela nafasnya.


"Bagaimana bos?" tanya anak buah Fahrul kepada Fahrul.


"Bagaimana menurutmu, Apakah aku harus melakukan hal itu?" tanya Fahrul.


"Tentu saja Anda harus melakukannya, dengan begitu saat Anda bersamanya anda akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar." jawab anak buah Fahrul.


"Baiklah kalau begitu lakukan sesuai perintahku, jangan membuatnya celaka melebihi perintahku." pinta Fahrul.


"Baik bos." jawab anak buah Fahrul.


Entah apa yang direncanakan oleh Fahrul, pria itu berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Bilqis.


Siang itu terlihat Bilqis sedang keluar bersama salah satu temannya. "Bagaimana, Apakah aku boleh ke tempatmu?" tanya seorang pria yang bernama Arjuna.


"Juna, kau tahu kan kalau aku belum bisa memperkenalkanmu pada orang tuaku." ucap Bilqis.


"Aku tahu Bilqis. kalau kau sedang kebingungan untuk memberi tahu kepada orang tuamu mengenai hubungan kita." jawab Juna.


"Maafkan aku ya." Bilqis yang meminta maaf.


"Tidak apa-apa, aku bisa memahaminya apalagi Aku sangat sadar betul di mana posisiku. jika sampai orang tuamu mengetahui kau bersamaku, seorang pria yang hanya bekerja sebagai seorang satpam di salah satu pusat perbelanjaan." ucap Juna.


"Aku tidak pernah memandangmu dari sisi seperti itu, Juna. Aku mencintaimu karena sikap baikmu dan ketulusanmu padaku." jawab Bilqis.


"Kalau begitu kita jalani semua ini apa adanya, kita tidak boleh memaksa orangtuamu untuk menerimaku kecuali mereka memang mau menerimaku." ucap Juna.


"Aku tidak akan memaksa mereka, Juna. tapi Ayahku ingin aku bertunangan dengan seseorang." jawab Bilqis.


"Lalu, Apakah kau mau menerimanya?" tanya Juna.


"Tentu saja aku tidak mau menerimanya, Mommy tidak menyukai pria itu, tapi aku benar-benar sangat kebingungan aku tidak bisa menentang Ayahku. kau tahu sendiri kan Bagaimana sifat Ayah." ucap Bilqis.


"Bolehkah aku bertemu dengan Mommy mu?" tanya Juna.


"Memangnya kenapa?" tanya Bilqis.


"Biarkan aku berbicara dengan Mommy mu, kami harus bertemu untuk menyelesaikan masalah ini." jawab Juna.


"Apakah kau yakin?";tanya Bilqis kepada Juna.


"Tidak apa-apa, walaupun mommymu tidak menyukaiku, menolakku serta bagaimanapun aku tidak akan memaksa mommymu untuk menyetujui hubungan kita ataupun mau menerimaku." ucap Juna.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari waktu untuk mempertemukanmu dengan mommy." jawab Bilqis.


Arjuna, seorang dosen di salah satu universitas tempat Bilqis belajar. seorang pria yang berusia 26 tahun, dosen salah satu mata kuliah Bilqis. ketika sore sudah beranjak Juna akan bekerja menjadi satpam di salah satu pusat perbelanjaan.


"Bagaimana kalau hari ini kau mempertemukan aku dengan mommy mu, kita akan mencari jalan agar kau terbebas dari pria itu?" tanya Juna.


"Boleh, Bagaimana kalau aku mengajak Mommy untuk makan di salah satu kafe tempat kita biasa bertemu?" tanya Bilqis.


"Baiklah kalau begitu, nanti kan aku ada waktu kosong sekitar 2 jam. Setelah itu aku harus kembali bekerja, Bagaimana kalau waktu kosong 2 jam itu kita gunakan untuk pertemuanku dengan Mommy mu?" tanya Juna.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan mengajak Mommy untuk bertemu denganmu di sana." Jawab Bilqis.


Sekitar beberapa jam kemudian akhirnya Bilqis sudah pulang ke rumahnya, dia meminta kepada ibunya untuk ikut dengannya ke sebuah tempat.


"Memangnya kamu mau apa sih Bilqis mengajak mommy kemari?" tanya Aruna kepada putrinya.


"Aku ingin Mommy bertemu dengan seseorang." jawab Bilqis.


"Memangnya ada apa, jangan-jangan kamu mau memperkenalkan Mommy dengan pacarmu." canda Aruna yang membuat Bilqis Salah tingkah.


Aruna melihat putrinya yang Salah tingkah seperti itu, Hal itu membuat Aruna yakin kalau putrinya ingin mempertemukannya dengan seseorang.


"Bilqis, Apakah kata-kata Mommy tadi benar?" tanya Aruna yang membuat Bilqis kembali terdiam. "Kenapa kau diam seperti itu, apakah kata-kata Mommy itu benar?" tanya Aruna kembali.


Bilqis nampak tidak menjawab pertanyaan ibunya, gadis muda itu terlihat begitu kebingungan harus menjawab apa. sekitar 10 menit kemudian terlihat seorang pria gagah dengan memakai pakaian santai sudah datang sembari tersenyum menatap Bilqis. Aruna yang melihat putrinya tersenyum dengan seseorang Hal itu membuat Aruna menatap ke mana arah tatapan mata putrinya yang sedang tersenyum.


"Selamat sore Nyonya." sapa seorang pria yang sudah mendatangi meja tempat Aruna dan Bilqis.


"Selamat sore." jawab Aruna yang belum melihat wajah seorang pria yang sudah mendatangi tempatnya.


"Maaf Mommy, sebenarnya aku ingin mempertemukan Mommy dengan....," perkataan Bilqis yang tidak dilanjutkan.


Saat Mendengar hal itu tentu saja Aruna langsung mengerti kemana arah perkataan putrinya.


Juna yang memakai pakaian santai tapi memakai topi, Hal itu membuat Aruna tidak mengenal seorang pria yang sudah datang di mejanya.


"Boleh, silakan." jawab Aruna.


Juna nampak duduk, dia menatap seorang wanita yang sudah berusia 36 tahun tapi wanita itu benar-benar terlihat masih sempurna.


"Siapa dia?" tanya Aruna kepada putrinya.


"Dia...," ucap Bilqis.


"Perkenalkan nama saya adalah Arjuna, saya dosen tempat Bilqis." jawab Juna.


"Oh.., jadi kau dosen putriku ya?" tanya Aruna.


"Benar Nyonya." jawab Juna.


Sesaat kemudian terlihat Juna membuka topinya, dia menatap seorang wanita yang nampak begitu tidak asing baginya.


"Kau seru!!" Aruna saat melihat wajah Juna.


"Mbak!" jawab Juna saat melihat wajah Aruna.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Aruna kepada Juna.


"Mbak sendiri apa yang Mbak lakukan di sini." jawab Juna.


"Mbak?" Bilqis yang kebingungan saat melihat kedua orang yang dia kenal itu nampak saling mengenal satu sama lain.


"Mommy, Apakah Mommy mengenal Mas Juna?" tanya Bilqis kepada ibunya.


"Mas Juna?" tanya Aruna.


Kebingungan dan keanehan di antara ke tiga orang itu mulai di luruskan.


"Kalau begitu apa hubungannya kalian?" tanya Aruna.


Bilqis tidak menjawab,namun Juna tersenyum sembari memegang tangan Bilqis.


"Saya mencintai Bilqis mbak," jawab Juna.


"Apa?" tanya Aruna.


"Ya Mbak, saya dan Bilqis menjalin hubungan Sudah hampir setengah tahun ini." jawab Juna.


"Benarkah, Bilqis?" tanya Aruna.


Bilqis menganggukkan kepalanya, gadis muda itu tidak berani menatap wajah ibunya.


"Apakah ini alasan kau menolak Fahrul?" tanya Aruna.


Bilqis menganggukkan kepalanya kembali. "Saya tahu Mbak kalau saya bukanlah orang kaya seperti keluarga Mbak Aruna, tapi saya mau bekerja keras untuk memberikan kehidupan yang layak bagi Bilqis. Saya akan melakukan apapun, Saya tidak akan kan membiarkan Bilqis menderita." jawab Juna.


"Apakah semudah itu perkataanmu, Juna?" tanya Aruna.


Ternyata Aruna dan Juna pernah bertemu di salah satu peristiwa yang membuat dua orang yang berbeda usia sedikit itu nampak dekat.


"Heh...," Apakah kau tahu kalau ada sesuatu yang terjadi di pada keluarga kami?" tanya Aruna kepada Juna.


"Aku akan selalu bersama Bilqis, Mbak. aku akan selalu mendukungnya apapun yang terjadi." jawab Juna.


"Entahlah, berikan aku waktu untuk menerima keadaan ini. memang aku sedikit mengenalmu tapi hari ini kalian membuatku sangat terkejut dengan pernyataan kalian." jawab Aruna yang kemudian meminta salah satu pelayan yang ada di kafe tersebut untuk memberikan pesanannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku