
Dari hari ke hari Surya benar-benar membuat Faisal begitu geram, dia selalu meminta perhatian Aruna dengan semua kebohongannya. Aruna selalu berusaha untuk menghindar dari Surya. namun Surya selalu membuat sebuah rencana yang membuat ayahnya meminta tolong kepada Aruna.
"Ada apa sayang?" tanya Faisal yang Bersama sang istri di kamarnya.
"Kau tahu Mas, ada sesuatu yang membuatku sedikit berpikir mengenai kondisi adikmu itu." jawab Aruna.
"Memangnya ada apa?" tanya Faisal kembali.
"Entah mengapa Aku benar-benar tidak percaya kalau adikmu itu mengalami hilang ingatan." jawab Aruna.
"Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu, tapi kau tahu sendiri kan kita belum menemukan bukti bukti kalau Surya sedang membohongi kita." jawab Faisal.
"Kita harus segera membongkar semua kedok adikmu itu, Mas. aku tidak mau terus-menerus bersamanya." jawab Aruna.
"Tentu saja, apalagi bibi tua juga mengatakan kepadaku mengenai pemikirannya yang sama denganmu." ucap Faisal.
"Kita harus segera melakukan sesuatu Mas, aku yakin kalau Surya sebenarnya tidak sakit separah itu." ucap Aruna.
"Kau benar, tapi Surya adalah orang yang paling licik. kita harus berhati-hati untuk mendapatkan semua bukti-bukti itu." jawab Faisal.
"Tentu saja Mas, aku akan mencari tahu mengenai kondisi adikmu. entah siapa yang berbohong, para dokter atau Surya. atau mungkin saja para dokter juga dibohongi oleh Surya." ucap Aruna.
"Kau tenang lah, aku sudah mencari tahu mengenai hal itu jauh-jauh hari.
"Aku juga sudah melakukan sesuatu kepada Surya. jadi kita akan menunggu hasil dari laboratorium." jawab Faisal.
"Itu lebih baik Mas, aku benar-benar tidak suka berada di samping pria itu, aku bukan istrinya, aku juga bukan wanita yang memiliki perasaan padanya. aku benar-benar sangat risih saat berada disampingnya apalagi saat dia memanggilku sayang atau istriku." ucap Aruna dengan wajah yang benar-benar begitu kesal.
"Jika aku memberontak aku takut Surya akan melakukan sesuatu kepada ayah, tapi jika aku diam seperti itu terus aku juga takut pria itu malah akan melakukan sesuatu padamu dan merebutmu dariku." jawab Faisal.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal itu, Mas. aku bukanlah wanita bodoh yang dengan mudahnya terjebak oleh pria itu." ucap Aruna yang kemudian memeluk suaminya.
Di tempat lain Surya nampak menatap pintu kamar saudaranya itu, hatinya benar-benar begitu marah saat Aruna memasuki kamar itu. padahal itu adalah kamar Aruna dan sang suami. buat apa Surya harus marah.
"Aku tidak akan membiarkanmu tetap berada di samping Faisal, aku akan merebutmu darinya." ucap Surya yang terlihat begitu marah saat melihat Aruna menghabiskan waktu dengan suaminya sendiri.
Keesokan pagi terlihat Aruna sudah berada ada di dapur, sedangkan Faisal sudah menemui ayahnya.
"Aku benar-benar tidak bisa terus-menerus seperti ini, ayah. lebih baik aku keluar dari sini bersama dengan istriku, aku tidak mampu melihat istriku terus berada di samping Surya." ucap Faisal.
"Sebenarnya aku juga tidak mau seperti itu, Faisal. tapi kau tahu sendiri kan kondisi adikmu itu benar-benar sangat parah, mentalnya sudah dalam kondisi sakit, jika kita melakukan sesuatu yang kasar aku takut dia akan menjadi gila karena tidak mampu menerima keadaan ini." jawab kakek Fajar.
"Lalu, apakah harus aku yang menjadi gila karena terus-menerus melihat istriku bersama dengan adikku?" tanya Faisal kepada ayahnya.
"Tentu saja Ayah tidak mau, Ayah masih mengerti agama, Faisal. itu adalah dosa jika terus-menerus membiarkan istrimu bersama seorang pria yang bukan suaminya." jawab kakek Fajar.
"Karena hal itu Ayah, biarkan aku keluar dari rumah ini bersama isteriku. Aku akan kembali ke tempat kami, aku akan mengelola perusahaan dari tempat itu." ucap Faisal.
"Apakah kau yakin? tanya kakek Fajar.
"Tentu saja Ayah, aku lebih memilih hal itu daripada aku harus menderita melihat istriku terus bersama dengan adikku. apalagi Aruna juga benar-benar tidak menyukai kondisi seperti ini." ucap Faisal kembali.
"Ayah tidak bisa lagi melakukan apapun, Ayah berusaha mencari tahu mengenai penyakit Surya. Tapi beberapa dokter mengatakan dia mengalami pembengkakan otak dan kerusakan otak, karena hal itu Surya harus dirawat dengan kelembutan dan kesabaran." ucap kakek Fajar.
"Maafkan ayah, Faisal. Ayah memang salah, tapi ayah tidak akan membiarkan Surya terus melakukan hal itu." jawab kakek Fajar.
"Karena hal itu Ayah, biarkan aku membawa pergi istriku. aku tidak mampu melihat dia terus menerus bersama dengan Surya." ucap Faisal.
"Baiklah kalau begitu pergilah secara diam-diam, Ayah juga akan mencari tahu apakah Surya benar-benar sakit atau tidak. Ayah tidak ingin kehilangan dirimu atau istrimu apalagi kehilangan gadis kecil yang benar-benar ayah sukai itu." ucap kakek Fajar.
"Kalau begitu aku minta kepada ayah untuk tidak memberitahukan ke mana tempat keberadaan ku, aku akan mencari tempat baru untuk memulai kehidupanku bersama dengan Aruna." ucap Faisal.
"Baiklah kalau begitu, kau harus berhati-hati. sering-seringlah hubungi Ayah, Ayah tidak ingin kehilangan Kau." ucap kakek Fajar.
Keputusan besar sudah diambil oleh Faisal, pria itu tidak ingin terus-menerus melihat istrinya bersama saudaranya. karena hal itu Faisal lebih memilih untuk pergi dari rumah itu membawa serta anak dan istrinya.
"Di sebuah tempat yang sederhana Faisal membawa sang istri dan Putri kecilnya, mereka akan memulai kehidupan yang baru di sana. jauh dari surya dan gemerlap dunia yang begitu indah dan menyilaukan mata.
Surya belum mengetahui kalau Faizal sudah mengajak Aruna pindah ke sebuah tempat yang tidak dia ketahui, hanya kakek Fajar yang mengetahui hal itu. pria tua itu juga menginginkan kebahagiaan untuk putra sulungnya.
* Beberapa hari kemudian *
"Mas, apakah kau ingin aku membuatkan sesuatu?" tanya Aruna kepada sang suami
"Apapun yang kau buatkan Mas akan memakannya, Sayang." jawab Faisal yang kemudian mencium kening sang istri.
Di sebuah perkebunan teh Faizal menjalankan beberapa perusahaannya di sana, dunia baru, kehidupan baru. mungkin tantangan yang baru.
di tempat lain terlihat Surya setiap hari hanya bisa marah-marah karena tiba-tiba Aruna sudah pergi dari rumah itu.
"Brengsek, brengsek, brengsek. bagaimana bisa aku tidak mengetahui kalau Faisal membawa Aruna pergi." ucap Surya.
"Kami belum mengetahui keberadaan Nona Aruna, Tuan." ucap anak buah Surya.
"Tanyakan kepada Rudi, Apakah pria itu tahu di mana keberadaan Faisal?" tanya Surya.
"Kami sudah bertanya kepada tuan Rudi, Tuan. kelihatannya pria itu tidak mengetahui apa-apa, sekarang dia sibuk dengan beberapa perusahaan dia pegang bersama tuan besar." jawab anak buah Surya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu