MOMMY

MOMMY
Aku tidak akan lemah



Betapa menyakitkan hati isteri pak Dayat saat mendengar kenyataan yang begitu pahit.


"Betapa menjijikkan dirimu, suamiku. kau begitu baik di depanku, namun kau pembohong di belakangku!!" teriak isteri Pak Dayat.


"Dengarkan aku, isteriku." ucap pak Dayat yang begitu ketakutan dengan apa yang terjadi.


"Lebih baik kita bercerai, suamiku!!" seru isteri pak Dayat.


"Jangan, kau tidak boleh melakukan hal itu. aku tidak mau bercerai denganmu!" seru pak Dayat.


"Kau pembohong, suamiku!" seru isteri pak Dayat.


"Maafkan aku, Isteriku. berikan aku kesempatan lagi." pinta pak Dayat.


"Sudah berapa tahun kau membohongiku, aku benar-benar sangat membencimu!!" teriak isteri pak Dayat.


"Dengarkan aku, istriku." ucap pak Dayak.


"Pergi dari sini, karena aku tidak ingin melihatmu!!" seru istri Pak Dayat yang kemudian pergi meninggalkan suaminya.


Wanita itu berlari menuju kamarnya, sebenarnya kalau di ceritakan secara kekayaan.., pemilik perusahaan dari Pak Dayat adalah istrinya. istri Pak Dayat adalah orang yang sangat kaya, wanita itu benar-benar jatuh cinta kepada Pak Dayat dan rela memberikan seluruh kekuasaannya kepada Pak Dayat. namun di usia pernikahan mereka yang ke-30 tahun lebih.., Pak Dayat harus merasakan apa yang namanya kesengsaraan.


"Kau benar-benar wanita tidak tahu diri, Yanti. kau membuatku kehilangan yang tidak seharusnya lepas dari tanganku." ucap Pak Dayat.


"Salahmu sendiri berani sekali kau menghina aku!!" seru Bu Yanti.


"Kau ini benar-benar wanita tidak tahu diri, seharusnya waktu itu aku melemparmu ke jurang!!" seru Pak Dayat Bu Yanti nampak terdiam. wanita itu menatap Pak Dayat yang sedang berusaha untuk merayu istrinya.


"Kau tahu apa yang aku benci darimu, Kau adalah wanita tidak tahu diri. kau adalah wanita yang suka menggigit orang yang telah menolongmu, kok itu wanita yang benar-benar menjijikan." ucap Helena.


"Lalu apa namanya dirimu, kau juga seperti aku kan." sindir Bu Yanti.


"Aku berbeda denganmu, Kau itu wanita miskin yang hidup di jalanan dan menjebak Tuan Fajar untuk menikahimu sewaktu istrinya masih hidup. kau itu wanita tidak tahu diri." ucap Helena yang membuat Bu Yanti menatap dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Bu Yanti tidak akan mungkin melawan Helena, jika mereka berantem pun Bu Yanti akan kalah tenaga melawan Helena.


Di rumah kakek Fajar.., orang-orang yang ada di tempat itu nampak menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu tajam. mereka benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Aruna akan melakukan hal itu.


"Aku senang jika kau sudah berpikir jernih seperti ini, Aruna." ucap kakek Fajar.


"Tentu saja Ayah, betapa bodohnya Aku karena sudah termakan semua kebohongan wanita itu." jawab Aruna.


"Jadi, Apakah kau sudah menemukan bukti-bukti mengenai suamimu?" tanya Kakek Fajar.


Aruna menggelengkan kepalanya. "Kita akan segera menemukan bukti-bukti itu, Ayah. biarkan saja wanita itu membuka aib suamiku, kita akan lihat apa yang akan dilakukan oleh wanita itu." ucap Aruna yang kemudian menatap suaminya.


Langkah kaki Aruna berjalan mendekati Faisal.


"Maafkan aku ya mas, karena aku tidak mempercayaimu." ucap Aruna.


Kedua bola mata Faisal nampak berkaca-kaca, pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau hari ini dia akan mendapatkan Maaf dari istrinya.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena kau telah mempercayaiku. Mas benar-benar begitu rapuh ketika Mas melihat sorot kebencian di matamu untuk Mas." ucap Faisal.


Aruna menatap suaminya, Dia sedikit bersalah dengan semua yang dia lakukan. "Maafkan aku ya Mas, aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku. aku butuh seseorang untuk menuntun hatiku ini ke tempat dan jalan yang tepat." ucap Aruna.


Faisal menganggukkan kepalanya, pria itu memeluk istrinya dengan begitu erat.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena kau percaya pada mas. mas tidak akan mampu untuk menghianatimu, mas tidak akan mampu untuk melakukan hal itu, jika Mas adalah orang brengsek maka mas akan melakukan hal itu sebelum menikahimu." ucap Faisal.


Aruna memang lupa dengan semua itu, karena satu informasi Hal itu membuat Aruna tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Kau tahu Mas, aku lebih menderita ketika aku mendengar Kalau suamiku telah menghianati ku. aku begitu menderita ketika aku harus mendapatkan tamparan sekeras itu." ucap Aruna.


"Tidak, mas tidak akan mungkin untuk menghianatimu. Mas sangat mencintaimu, apapun akan kulakukan untukmu dan Bilqis." ucap Faisal.


"Mari kita cari tahu kebenaran mengenai hal ini, kita harus bersatu untuk mendapatkan informasi itu. aku yakin kalau Helena menyuap orang-orang itu, jadi kita akan memakai taktik hitam untuk membuat mereka membuka mulut mereka." ucap Kakek Fajar yang membuat Aruna tersenyum.


"Kakek benar, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. kalau perlu aku akan menghajar mereka satu persatu." ucap Aruna.


Tak berselang lama terlihat Bilqis sudah kembali dengan tangis yang begitu keras.


"Mommy!!" teriak Bilqis. gadis kecil itu nampak kembali dengan air mata yang berlinang.


"Ada apa sayang? tanya Aruna yang melihat putrinya berlari ke arahnya.


"Mommy, Ayah. tolong Bilqis, pengasuh Bilqis benar-benar sangat jahat." ucap Bilqis.


"Ada apa Sayang? apa yang terjadi?" tanya Faisal.


"Ayah, tadi Mbak Wati bilang kalau ayah akan menceraikan Mommy, ayah akan mencari istri baru dan membuangku beserta Mommy." ucap Bilqis sembari merengek. bocah kecil itu memeluk Faisal dengan begitu erat.


"Siapa yang mengatakan hal itu, sayang?" tanya Faisal.


"Mbak Wati, mbak Wati tadi bilang begitu." jawab Bilqis sembari mengusap air matanya.


Faisal yang Mendengar hal itu tentu saja pria itu menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Kau Tenang lah Faisal, biar Ayah yang mengurus hal ini. kau minta lah beberapa anak buahmu untuk mencari bukti-bukti itu, karena aku yakin besok Helena akan memberikan kita kejutan yang sangat luar biasa." ucap kakek Fajar.


Sesaat kemudian terlihat Wati pembantu rumah kakek Fajar memasuki rumah Bilqis.


"Bilqis!" seru Wati yang berpura-pura.


Orang-orang yang ada di rumah itu menatap pembantu yang sikapnya sok cantik itu.


"Apa yang kau lakukan kepada cucuku, Wati!" seru kakek Fajar.


"Tidak Tuan, Saya tidak melakukan apapun. tadi Bilqis merengek, dia bilang kalau ada wanita marah-marah di rumahnya." jawab Wati.


"Apakah kau yakin?" tanya Kakek Fajar.


"Benar Tuan, saya tidak mungkin berbohong. saya sudah bekerja dengan Tuan Fajar sudah bertahun-tahun." ucap Wati.


"Ya sudah Wati, pergilah. kau tenang saja Bilqis sayang kakek tidak akan membiarkan orang-orang itu mencoba untuk melukaimu." ucap kakek Fajar.


"Wanita itu jahat, Kek. wanita itu jahat." jawab Bilqis yang kemudian memeluk kakek Fajar.


"Kau Tenang saja, jika dia berani melakukan hal itu padamu maka kaki akan memberikan dia pelajaran balik, bagaimana?" tanya kakek Fajar sembari tersenyum dan mengajak Bilqis ke kamarnya.


Sudah satu minggu suasana yang begitu tidak menyenangkan di rumah kakek Fajar sekarang sudah berangsur membaik, mereka akan melihat Apa yang akan terjadi esok pagi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu