MOMMY

MOMMY
Manusia tanpa hati



"Mas, apa itu mobil Surya?" tanya Aruna.


"Tentu saja sayang." jawab Faisal.


"Kau harus segera pergi dari tempat ini." pinta Faisal Kepada Rudi.


"Mas Faisal, apakah kita pergi ke rumah?" tanya Rudi.


"Jangan, kita pergi ke suatu tempat. kita harus mengecoh pria itu." jawab Faisal.


"Kita harus menjauhi pria itu." ucap Aruna.


"Kira harus segera pergi, pria gila itu benar-benar sangat berbahaya." ucap Bu Yanti yang terlihat begitu ketakutan.


"Kenapa kau begitu ketakutan, seharusnya kau senang karena dia adalah kekasihmu." sindir kakek Fajar.


DEG...


Hati Bu Yanti benar-benar begitu tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh kakek Fajar. Tak ada kata yang keluar dari mulut Bu Yanti, wanita itu benar-benar merasa bersalah. dia menyesali semua kebodohannya.


"Maaf kan aku," ucap Bu Yanti.


Kakek Fajar tidak menjawab perkataan Isterinya, hanya ada kata yang menggambarkan sakit yang begitu dalam pada diri kakek Fajar.


aku tahu kau tidak akan percaya dengan kata-kataku tapi akan ku buktikan aku benar-benar sudah menyesal dengan semua yang terjadi aku tidak akan pernah menghianati mu kembali Aku adalah seorang wanita yang tidak pernah mendapatkan perhatian.


"Apakah kau pernah berpikir untuk mencintaiku? untuk memberikan hatimu padaku, di hatimu hanya ada istrimu seorang. memang kau selalu memberikan aku kemewahan namun pernahkah kau memberikan aku cinta? memberikan aku perhatian, Aku menikah denganmu bukan hanya karena hartamu saja. aku benar-benar jatuh cinta pada seorang pria yang begitu mencintai istrinya, mencintai anak-anaknya. aku benar-benar tergila-gila padamu namun sayangnya semuanya itu sudah berubah. Tak ada tatapan mata yang penuh cinta yang kau tunjukkan padaku setelah istri meninggal. Kau hanya menganggapku sebagai pengasuh anakmu, Apakah pernah sekali pun kau memikirkan ku?" tanya Bu Yanti dengan kata-kata yang begitu memilukan.


Apa yang diucapkan Bu Yanti itu benar adanya, memang Kakek Fajar tidak pernah memberikan cinta kepada Bu Yanti. namun ketika wanita itu jatuh cinta kepada Bu Yanti semuanya terasa terlambat, Bu Yanti mencari dunianya sendiri, mencari kebahagiaannya sendiri setelah bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan cinta dari kakek Fajar.


Terlihat kakek Fajar tidak bisa menjawab pertanyaan Bu Yanti, karena benar apa yang dikatakan oleh Bu Yanti. tidak pernah sekalipun Kakek Fajar memperlihatkan cintanya kepada Bu Yanti. namun ketika pria itu memberikan cinta kepada Bu Yanti semuanya sudah sia-sia, Bu Yanti sudah berubah. wanita itu mulai mencari kesenangannya sendiri tanpa mengharap cinta yang selalu dia tunggu-tunggu dari kakek Fajar.


Terlihat kakek Fajar tidak bisa menjawab pertanyaan Bu Yanti, karena benar apa yang dikatakan oleh Bu Yanti. bertahun-tahun lamanya Bu Yanti selalu menunggu cinta yang yang begitu dia inginkan dari kakek Fajar. namun pria itu seolah menatap Bu Yanti hanya sebagai pajangan semata. Aruna dan Faisal serta Rudi yang mendengar percakapan dua orang itu nampak mereka ikut terdiam, mereka tidak bisa mengatakan apapun.


"Mas hati-hatilah, perasaanku tidak enak banget." ucap Aruna.


"Tenanglah Sayang, semuanya akan baik-baik saja." jawab Faisal.


DORR...


Tiba-tiba saja suara tembakan langsung terdengar, salah satu ban mobil yang dikendarai oleh Faisal hampir tertembak namun peluru itu malah mengenai bagian belakang mobil Faisal.


"Mas hati-hati!!" seru Aruna.


"Tenanglah Rudi, tambah kecepatannya. Aku tidak ingin pria gila itu menangkap kita." pinta Faisal.


"Baiklah Mas." jawab Rudi.


Mobil yang dikendarai oleh Faisal melawan mobil yang dikendarai oleh Rudi memang benar-benar tidak bisa dibandingkan. mobil yang dikendarai oleh Faisal memiliki kecepatan yang lumayan tinggi, sedangkan mobil Faisal memiliki kecepatan standar mobil mewah seperti biasanya.


"Kita tidak bisa menghindari mereka Mas." ucap Rudi.


"Kalau begitu kita hadapi mereka." jawab Faisal.


"Jangan, jangan menghadapinya. pria itu adalah pria gila, dia akan melukai kita dia akan mengambil istrimu!!" seru Bu Yanti.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Faisal, namun pria itu dapat melihat kebenaran yang diucapkan oleh ibu tirinya itu.


"Lajukan mobilnya dengan kencang mobilnya, Rudi." perintah Faisal.


"Baiklah Mas." jawab Rudi.


Surya yang melihat hal itu nampak pria itu begitu kesal,


"Tancap gas nya dengan cepat, aku ingin mereka tertangkap semuanya!!" seru Surya.


Laju mobil itu berjalan dengan begitu cepat, tak ada kata yang bisa keluar.


"Tabrak mobil itu dari belakang!" perintah Surya.


"Baik bos." jawab anak buah Surya.


Memang Surya benar-benar tidak mempunyai pikiran dan hati sama sekali. Dia menyuruh anak buahnya untuk menabrak mobil yang dikendarai oleh saudara dan ayahnya dengan kecepatan yang begitu cepat. mobil yang dikendarai oleh surya dan anak buahnya menabrak mobil yang dikendarai oleh Faisal dan yang lain.


BRAKKK...


mobil yang dikendarai oleh surya dan faisal tertabrak, mereka mengalami sedikit guncangan karena hal itu.


"Hati-hati mas Rudi!" Seru aruna yang sudah mulai ketakutan. dia memegang perutnya yang terasa mulai mulas.


"Hindari mereka Faisal, hindari mereka. carilah tempat untuk berbelok, carilah tempat untuk mengamankan diri kita, kasihan istrimu." ucap Bu Yanti.


Sesaat kemudian terdengar suara tabrakan lagi, Surya kembali menabrak mobil bagian belakangnya yang dikendarai oleh Faisal dan yang lain.


BRAKKK...


BRAKK..


"Aaaa!!!" suara teriakan yang terdengar dari mulut Aruna ketika mereka mendapatkan guncangan yang sangat luar biasa. tiba-tiba saja ada sesuatu yang membuat Aruna begitu ketakutan, serasa ada sesuatu yang mulai basah dari kedua kakinya.


"Ada apa ini." guman Aruna dalam hati.


Bu Yanti menatap wajah Aruna yang sangat kebingungan, dia melihat kaki Aruna yang sudah mengeluarkan darah.


"Faisal Cepat cari jalan, cepat cari jalan untuk bersembunyi. Lihatlah istrimu istrimu terluka!!!" seru Bu Yanti yang belum mengetahui kalau Aruna sekarang sedang hamil.


Aruna Fajar yang mengetahui hal itu, wanita tua itu tiba-tiba sangat terkejut karena dari kedua kakinya keluar cairan berwarna merah, terlihat Faisal menoleh, pria itu menatap sang istri. sedangkan kakek Fajar yang melihat hal itu, pria itu sangat terkejut.


"Cari tempat, cari kerumunan yang rame. Cari tempat untuk berlindung!!" seru kakek Fajar.


Dengan segera mereka berbelok entah kemana, kelima orang itu benar-benar sangat terkejut dan juga ketakutan. wajah Aruna tiba-tiba langsung pucat, dadanya terasa sakit, perutnya terasa sakit.


"Ya Allah apa yang terjadi dengan perutku." guman Aruna dalam hati yang terus memegang perutnya.


Sekitar 10 atau 15 menit kemudian mereka sampai di depan sebuah kantor polisi yang ada di sebuah desa yang tidak diketahui oleh Faisal dan yang lain.


"Kita berhenti di kantor polisi itu, kita akan lihat apakah surya dan yang lain berani mendekati kita." perintah Faisal yang membuat Rudi langsung menghentikan laju mobilnya di depan kantor polisi.


"Kembali Mas, Mas!!" teriak Aruna kembali.


Aruna benar-benar sangat kebingungan, rasa sakit terus terasa dan rasanya benar-benar tidak tertahankan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu