
Siang sudah berlalu, sore itu Faisal sudah pulang dengan membawa satu mobil pickup penuh durian.
TIN..
TIN..
Faisal sudah membunyikan klakson mobil, hal itu membuat Bilqis yang berada di dalam rumah langsung keluar.
"Ayah!!" seru Bilqis yang melihat ayahnya sudah pulang dengan membawa satu mobil penuh durian.
"Sayang." panggil Faisal.
"Ayah, Kenapa ayah membawa durian sebanyak ini?" tanya Bilqis.
"Tentu saja Ayah membawa durian sebanyak ini, karena Putri kecil Ayah menginginkan durian sebanyak ini." jawab Faisal.
Untuk saat ini keinginan Faisal hanyalah untuk membahagiakan Putri kecilnya dan Aruna, di sisi lain dia harus membalas dendam kepada Surya.
"Di mana Mommy?" tanya Faisal.
"Mommy sedang berada di toko kue." jawab Bilqis.
"Ok, kita pergi ke toko ya." ucap Faisal.
"Ya, ayah!" jawab Bilqis dengan semangat.
* 30 menit kemudian *
Akhirnya Faisal dan Bilqis pergi ke toko kue untuk mendatangi Aruna, mereka masih belum tahu kalau Aruna tidak ada di toko. Aruna berada di sebuah tempat pertemuan para ibu-ibu.
"Selamat sore!!" seru Faisal.
"Selamat sore Pak Faisal." jawab anak buah Aruna.
"Gimana istriku?" tanya Faisal.
"Barusan bu Aruna sedang keluar Pak." jawab anak buah Aruna.
"Memangnya kemana?" tanya Faisal.
"Tadi ibu bilang ke pondok pancing yang ada di sebelah, pak. katanya ibu-ibu warga desa mau membicarakan sesuatu." jawab anak buah Aruna.
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi kesana." jawab Faisal yang kemudian pergi meninggalkan toko kue.
"Mommy ke mana Ayah?" tanya Bilqis.
"Ayah, telepon Mommy dulu." jawab Faisal yang kemudian mengambil ponselnya dan menelepon sang istri.
"Halo Mas," Aruna yang sudah mengangkat dan menjawab panggilan telepon dari sang suami.
"Kamu masih lama sayang?" tanya Faisal.
"Ada di mana?" tanya Aruna.
"Ada di toko kue." jawab Faisal.
"Kalau begitu Mas kesini aja deh, karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama Mas." jawab Aruna.
"Baiklah kamu tunggu sebentar di sana. Aku dan Bilqis akan kesana." jawab Faisal yang kemudian pergi ke sebuah tempat.
Saat berada di tempat itu terlihat Aruna menceritakan semua yang terjadi di tempat itu, ibu-ibu yang ada di desa meminta bantuan kepada Aruna dan Faisal untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak desa. Faisal langsung menyetujuinya, pria itu juga membicarakan sesuatu kepada ayahnya.
Tentu saja sang ayah juga menyetujuinya, sekolah adalah masa depan bagi anak-anak. ada sebuah bangunan lama yang sudah terbengkalai selama puluhan tahun di tempat itu, mungkin bangunan itu mempunyai luas yang begitu besar.
Beberapa hari kemudian Faisal dan Aruna melihat bangunan itu.
"Faisal, Kalau ini sih bangunannya sebesar stadion sepakbola." ucap kakek Fajar.
"Ya Ayah, Mungkin ini hanya sekitar 5, 6,7. 7 lantai ayah. tapi bangunan ini benar-benar sangat besar." ucap Faisal.
"Kok bangunannya serem banget ya, Mas." canda Aruna.
"Orang yang beriman itu tidak akan takut dengan sesuatu yang bernama makhluk ghaib." ucap Faisal yang membuat Aruna tersenyum. Pak RT dan beberapa pejabat Desa nampak melihat tempat itu.
"Bagaimana Mas Faisal?" tanya para warga.
"Benar kalau bangunan ini kita sepakati menjadi sekolah buat anak-anak dan juga pendidikan bagi para warga desa, kemungkinan temanku itu akan kan memberikannya secara cuma-cuma kepada ku." jawab kakek Fajar.
"Benarkah, Tuan besar?" tanya para warga.
"Tentu saja aku akan menemuinya untuk membicarakan hal itu." jawab kakek Fajar.
"Kalau benar-benar bisa dijadikan sekolah atau pendidikan untuk anak-anak..,kami mohon tuan besar mau membantu kami." ucap para warga.
"Tentu saja aku akan membantu kalian mengenai kepemilikan ini, mungkin akan diurus oleh Putraku saja. aku sudah tua aku mau mengundurkan diri dari panasnya dunia ini." ucap Kakek Fajar sambil tersenyum.
Bu Yanti benar-benar sudah berubah total, wanita itu sekarang memakai busana muslim dan menggunakan hijab.
"Ya sudah kalau begitu Mas, kamu Segera lakukan demi kebaikan warga. nanti aku akan berbicara dengan mereka." ucap Bu Yanti.
"Kau benar istriku, kita akan bangun Desa ini menjadi desa yang makmur. apalagi perkebunan teh dan perkebunan milik Faisal sekarang menjadi ladang penghasilan para penduduk, jadi kita bisa memperbaiki perekonomian Desa ini." ucap kakek Fajar.
Hari demi hari mulai berjalan, tidak begitu saja perjalanan itu berjalan dengan mudah. di tempat lain surya yang sudah memiliki seluruh aset kakek Fajar, pria itu dengan bangga selalu mengatakan kalau dirinya adalah orang yang paling hebat.
* Dua bulan Kemudian *
"Ada apa Rudi?" tanya Faisal yang melihat Rudi datang dengan terburu-buru.
"Saya mempunyai kabar Mas." jawab Rudi.
"Kabar apa?" tanya Aruna.
"Saya sudah mempunyai kabar mengenai sepak terjang dari Surya." jawab Rudi.
"Benarkah, Memangnya kabar apa?" tanya Aruna yang begitu ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Surya.
"Yang aku dengar beberapa perusahaan besar sudah mulai bekerja sama dengan Surya, bahkan sekutu kita juga mendapatkan kerjasama itu dengan sangat mudah." jawab Rudi.
"Baguslah kalau begitu, beberapa perusahaan milikku yang mengatasnamakan orang lain akan aku dorong untuk memasuki perusahaan milik Surya. dengan begitu aku akan mudah untuk menghancurkan pria itu, aku akan membalas semua yang telah dia lakukan pada kita." ucap Faisal.
Dendam karena kehilangan anaknya benar-benar membuat Surya sudah gelap mata.
"Oh ya Mas, bagaimana kalau aku ikut serta. Aku mau menyamar menjadi salah satu sekretaris dari perusahaan kita?" tanya Aruna.
"Tentu saja Sayang, besok aku akan menggunakan penyamaran untuk mengambil alih salah satu perusahaan kita, aku akan melakukan kerjasama dengan pria itu." ucap Faisal yang membuat Aruna tersenyum.
Pembalasan dendam akan segera dimulai, orang-orang yang telah menyakiti Aruna hingga membuat Aruna kehilangan anaknya akan mendapatkan balasan.
Di tempat lain terlihat Surya begitu bahagia dengan semua yang dia capai.
"Tuan, kemungkinan besar salah satu pengusaha dari Singapura akan datang kemari untuk menemui Anda." ucap anak buah Surya.
"Bagus, dengan begitu aku akan dengan mudah membuatnya mau bekerja sama denganku." jawab Surya.
"Tuan, apakah anda benar-benar ingin bekerjasama dengan pengusaha itu?" tanya anak buah Surya kembali.
"Tentu saja aku harus mendapatkan semua yang aku inginkan, aku harus jadi pengusaha yang paling hebat dan paling sukses. Aku tidak ingin selamanya tergantung dengan semua sisa-sisa hasil jerih payah ayahku. akan ku buktikan kepada dia bahwa aku adalah pengusaha yang hebat lebih hebat daripada Faisal atau Ayahku." jawab surya.
Tatapan mata anak buah Surya nampak menatap bos nya yang ada di depan Mereka, seorang pria kasar yang begitu berambisi. Surya selalu menggunakan ketampanan dan kearoganan nya untuk mendapatkan semua yang dia inginkan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu