MOMMY

MOMMY
S2. Aruna yang cerewet



Terlihat Surya benar-benar begitu kesakitan, entah apa yang dia rasakan.


Aku cuma memberimu saran, Surya. cobalah untuk memberikan kesempatan kedua untuk dirimu, berubahlah agar kau mendapatkan kesempatan kedua dari keluargamu. kau jangan seperti ini." pinta dokter.


"Aku tidak berani untuk menemui mereka, dokter. aku sudah menghancurkan seluruh keluargaku dengan semua yang aku lakukan. aku yakin kalau mereka tidak akan pernah mau memaafkan ku." jawab Surya.


"Tapi, kalau kau seperti ini kau akan mati mengenaskan. Kau sangat menginginkan keluarga, Kau juga sangat menginginkan kebahagiaan. Lalu kenapa kau tidak mencoba untuk berubah, Kenapa kau tidak mencoba untuk mendapatkan kebahagiaan untuk dirimu. bukan dengan cara merampas, tapi mintalah kepada mereka untuk menyayangimu. Kau tidak perlu mempunyai istri tapi kalau hanya perlu mempunyai keluarga." jawab dokter.


"Mereka tidak akan pernah memaafkan Ku." ucap Surya.


"Kau belum pernah mencobanya kan, jadi kau tidak perlu mengatakan hal itu. setiap manusia mempunyai kesempatan kedua, tidak mungkin tidak bagi seluruh umat manusia untuk memberikan kesempatan kedua. kau tidak pernah berusaha untuk melakukan hal itu, yang ada di hatimu adalah dendam.., dendam dan kecemburuan. Lalu apakah yang akan kau lakukan setelah dendam itu menyelimuti hatimu? Apakah kau masih mampu bertahan sendiri tanpa ada orang lain disisimu? kau menginginkan putrimu, tapi..,apakah kau pernah memikirkan wanita yang sudah membesarkannya. kau tidak menginginkan bayi yang dikandung oleh wanita yang sudah kau hancurkan. tapi ketika kau mendapat kabar kalau kau tidak akan bisa mendapatkan keturunan lagi.., tiba-tiba saja kau mencari putrimu. Berapa tahun waktu yang kau butuhkan dan Berapa tahun waktu yang sudah dihabiskan oleh wanita itu untuk membesarkan anakmu?" tanya dokter yang membuat Surya langsung terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan dokter. "Kau diam itu tandanya kalau kau mengerti apa yang aku katakan. cinta tidak bisa dipaksa, kasih sayang juga tidak bisa dipaksa. cinta dan kasih sayang adalah ketulusan, walaupun kau berusaha untuk merebutnya kau tidak akan mampu mendapatkannya. biarkan mereka mencintaimu, menerimamu. biarkan putrimu memberikanmu perhatian tulus, bukan dari hasil memaksa atau menghancurkan." ucap dokter.


Terlihat Surya tersenyum sembari menatap dokter. "Kau seperti seorang yang Pak kyai yang sedang berceramah, dokter." ucap Surya.


"Tidak perlu menjadi kyai jika kau ingin menjalani dan mengerti arti hidup, Surya. Kau hanya perlu menerima dan mempelajari cara hidupmu dan cara hidup orang lain. kau harus bisa menerima dirimu dan orang lain, tidak perlu kau menjadi petinggi untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Kau perlu memberikan ketulusanmu agar mereka mencintaimu." ucap dokter kembali.


Ternyata Surya sudah mengidap sebuah penyakit yang benar-benar akan merenggut nyawanya, dokter yang sudah merawatnya puluhan tahun tentu saja pria itu sangat mengenal Surya dengan begitu baik.


"Apakah mereka akan memberikan aku kesempatan kedua, dokter?" tanya Surya.


"Tentu, temuilah Mereka. berikan kesempatan untuk dirimu meminta maaf kepada mereka, berikan kesempatan untuk dirimu mendapatkan cinta dari suatu kata yang bernama keluarga. jangan seperti ini, kau seperti seorang pecundang, pengecut, orang brengsek yang tidak memerlukan orang lain. namun di dalam hatimu kau benar-benar meratapi kesedihanmu, tidak mempunyai orang-orang yang mencintaimu dengan tulus. tidak mempunyai orang-orang yang memberikan perhatian dengan tulus." ucap dokter.


Surya terus memikirkan apa yang dikatakan oleh dokter, semua kata-kata pria itu sangat benar adanya.


"Dua hari lagi aku akan keluar, dokter. Apakah kau bisa memberikan aku tempat tinggal?" tanya Surya kepada dokter.


"Tentu, datanglah ke tempatku untuk membantuku bekerja. berikan kesempatan untuk dirimu membantu orang lain, berikan kesempatan pada dirimu untuk berguna bagi orang lain." ucap dokter.


Surya nampak terdiam seribu bahasa, sepatah katapun tidak mampu dia keluarkan saat mendengarkan kata-kata bijaksana dari dokter yang sudah merawatnya selama ini dipenjara.


"Aku masih mempunyai banyak uang, dokter. tapi rasanya aku masih haus akan sesuatu." ucap Surya.


"Tentu saja kau haus akan sesuatu, kau sendirian. tidak ada tempat untuk mu berbicara, tidak ada tempat untukmu mengeluarkan seluruh keluh kesahmu. karena itu.., walaupun kau kaya kau tetap saja sendirian tanpa ada satu orang pun yang akan memberikan kan kebahagiaan." jawab dokter.


Tubuh lemah Surya hanya mampu terkulai lemas di atas ranjang penjara, pria itu menatap langit-langit ruangan tempat dia bernaung selama hampir 15 tahun. satu kata yang bisa diucapkan oleh Surya dia ingin melakukan apa yang dikatakan oleh dokter.


Dua hari kemudian akhirnya Surya sudah keluar dari penjara, pria itu tinggal Untuk sementara di rumah dokter yang sudah merawatnya. dia ingin berubah, dia ingin berguna bagi orang lain. tutur katanya pun sedikit berubah, seorang pria yang sudah berusia hampir 45 tahun seorang pria yang sudah memiliki kehidupan namun tidak memiliki kebahagiaan.


** Rumah keluarga Syarif ( Faisal) **


Pagi ini terlihat Faisal sudah keluar dengan wajah yang begitu tampan, senyum yang begitu mempesona.


"Selamat pagi Ayah!!" seru 4 anak Surya.


"Selamat pagi." jawab Surya.


"Tumben sekali kau bangun pagi banget Mas?" tanya Aruna.


"Oh iya aku lupa." jawab Aruna sambil tersenyum.


"Mommy, Mommy ini selalu saja lupa. nanti kalau Mommy jalan-jalan sama Bilqis..,nanti Bilqis ditinggalin di suatu tempat." canda Bilqis.


"Kalau kau masih bayi mungkin Mommy akan kebingungan, Bilqis. tapi kau itu sudah dewasa kau itu gadis yang sudah berusia 19 tahun. sudah masuk universitas dan membantu Ayah di perusahaan." jawab Aruna.


"Oh ya mami, nanti mami mau ikut Bilqis tidak?" tanya Bilqis kepada ibunya.


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Aruna.


"Tadi nenek bilang mau jalan-jalan sama aku, nenek bilang Ayah selalu mengajak kakek ke perusahaan terus, nenek kesal karena tidak punya waktu." jawab Bilqis.


"Ya sudah kalau begitu, nanti mami ikut sama kamu biar adik-adikmu ikut sama Ayah keperusahaan." jawab Aruna.


"Tidak, kami mau jalan-jalan sama mami dan Kak Bilqis aja!!" seru 3 anak kembar Aruna.


"Katanya kamu mau terus menjaga ayahmu agar tidak diganggu para wanita yang ada di perusahaan ayah, Hani?" tanya Aruna yang membuat Hani langsung menganggukkan kepalanya.


"Mami benar, Hani akan ikut ayah ke perusahaan. Hani mau memperhatikan Apa yang dilakukan oleh Ayah." jawab Hani.


"Kalau begitu Kau ikut Ayah terus perusahaan, aku sama Haikal mau ikut kak Bilqis." ucap Habibie.


"Ya sudah kalau begitu, aku nanti pergi sama ayah kalian berdua sama mami, kita bagi tugas!!" seru Hani yang membuat Haikal dan Habibie menganggukkan kepalanya.


"Memangnya Kalian sedang membagi tugas apa?" tanya Aruna yang menatap 2 Putra dan 1 Putri nya tersebut.


"Apa Mommy tidak tahu kalau mereka berdua itu sedang menjaga kalian, beberapa hari yang lalu kan Mommy mendapatkan surat dari penggemar mommy." sindir Bilqis yang membuat Faisal menatap istrinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu