
"Apa yang kau lakukan di tempat ayah?" tanya Surya kepada Faisal.
"Memangnya kenapa, Apakah ada sesuatu yang salah, Surya? ini adalah rumahku Jadi kemanapun aku pergi itu urusan aku." jawab Faisal.
"Sudah 4 tahun lebih kau kabur dari rumah, sekarang kau kembali. Apakah kau tidak ingin mengabari calon istrimu itu?" tanya surya yang seolah mengejek kakaknya.
"Jangan pernah kau ikut campur urusan Abang, uruslah urusanmu sendiri, Surya. lagi pula kau adalah pria brengsek yang selalu bergonta-ganti pasangan. Apakah aku harus mengatakan apa yang telah kau lakukan dengan wanita gila itu?" tanya Faisal yang membuat Surya langsung terdiam.
Entah apa yang dilakukan Surya hingga membuat Faisal benar-benar sangat murka, setelah mendengar perkataan dari kakaknya. tentu saja Surya benar-benar sangat terkejut, Dia sangat ketakutan dengan kejadian yang terjadi.
"Kenapa aku harus mengatakan sesuatu kepadamu, Bukan salahku melakukan hal itu. salahkan saja wanita itu." jawab Surya.
"Kalau begitu Jangan mengatakan sesuatu yang membuatku ingin menertawakanmu, kau tahu sendiri kan kalau aku tidak pernah melakukan sesuatu kepada dirimu. lalu Mengapa kau dengan teganya menikamku dari belakang, Surya?" tanya Faisal yang membuat Surya nampak terdiam.
Terlihat kakek Fajar sangat kebingungan dengan pembicaraan dua putranya itu, entah apa yang terjadi namun ada sebuah goresan luka yang ada di diri Faisal. kebencian terhadap saudaranya dan sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu.
"Apa yang sedang kalian katakan?" tanya kakek Fajar.
Faisal dan Surya nampak terdiam, 2 pria itu tidak mengatakan apapun kepada ayah mereka.
"Tidak apa-apa, ayah. tapi yang harus Ayah ketahui adalah aku tidak akan membiarkan Ayah menikahkan Aruna dengan pria itu, jika Ayah sampai melakukan hal itu Ayah akan tahu bagaimana aku akan mencegahnya." jawab Faisal yang kemudian pergi dari ruangan ayahnya.
Kakek Fajar dapat melihat kalau kata-kata Faisal tidak main-main. "Apakah benar jika pria itu sudah jatuh hati kepada Gadis itu, jika benar itu terjadi.., maka tetap sama saja, gadis itu tetap akan bersamaku disini." ucap kakek Fajar dalam hati.
"Memangnya apa yang kau bicarakan dengan ayah?" tanya Surya.
"Itu bukan urusanmu, uruslah urusanmu sendiri." jawab Faisal yang kemudian pergi meninggalkan ayahnya.
Kakek Fajar melihat kepergian putranya itu, pria tua itu sangat yakin kalau putranya benar-benar menyukai Aruna. Bahkan dia tidak keberatan Kalau Wanita itu sudah mempunyai anak.
"Dengarkan Aku, Faisal. pikirkanlah baik-baik Jika kau benar-benar menginginkan hal itu, Ayah tidak akan menghentikanmu." ucap kakek Fajar yang membuat Faisal langsung terdiam.
"Tentu saja Ayah, aku tidak pernah main-main. aku sudah bilang dari dulu kan aku tidak pernah menginginkan pernikahan itu." jawab Faisal yang kemudian menutup pintu ruangan.
Surya nampak melihat ayahnya, Kenapa kau melihatku seperti itu, Surya. Apakah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan?" tanya Kakek Fajar.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh Abang kepada ayah?" tanya Surya.
"Itu bukan urusanmu, Memangnya kenapa kau kemari?" tanya kakek Surya kepada putranya.
"Oya, ayah. aku sudah memutuskan akan menikahi wanita itu, jadi aku akan melakukan sesuai keinginan Ayah." jawab Surya.
Sebenarnya kakek Fajar sempat mendengar mengenai tingkah laku putranya, kalau dipikir akan berat juga bagi Aruna untuk mengarungi rumah tangga bersama dengan Surya.
"Dengarkan aku Surya, kelihatannya Ayah sedikit berpikir ulang mengenai keputusan Ayah." ucap kakek Fajar.
"Memangnya ada apa, Kenapa tiba-tiba Ayah mengatakan hal itu?" tanya Surya.
"Ada sesuatu yang tidak bisa Ayah katakan padamu, tapi ayah mencabut kembali keinginan Ayah. Kau boleh melakukan apapun yang ingin kau lakukan, Kau boleh bersenang-senang dan melanjutkan hidupmu. lagipula Kalau aku lihat kau dan Aruna adalah dua sisi yang sangat berbeda, jika aku memaksakan hal itu aku takut kalau Gadis itu akan terluka. apalagi kalau dia sudah mempunyai anak, aku sangat yakin kau tidak akan menerima Bilqis menjadi putri mu, bukan?" tanya kakak Fajar yang membuat Surya terdiam.
"Apa maksud, Ayah. kenapa tiba-tiba saja Ayah mengatakan hal itu, kemarin Ayah memaksaku untuk menikahi wanita itu, sekarang Ayah berubah pikiran dengan begitu cepat. Apakah ada sesuatu yang membuat Ayah berpikir begitu cepat ataukah Abang yang mengatakan kepada ayah untuk merubah pemikiran Ayah?" tanya Surya.
"Itu bukan urusanmu, Surya. lagipula aku selalu melihatmu bersikap sangat kasar kepada Aruna." jawab Kakek Fajar.
Surya hanya terdiam, pria itu tidak bisa memaksakan kehendak ayahnya. Dia sangat tahu bagaimana sifat ayahnya itu, karena hal itu Surya diam saja.
"Ya sudah kalau begitu, Ayah. yang penting aku tidak ingin kehilangan 2 perusahaan ku itu." ucap Surya.
"Kau tenang saja, perusahaanmu itu akan tetap kau pegang, lagi pula perusahaan itu tidak terlalu berpengaruh kepada diriku." jawab kakek Fajar yang kemudian pergi meninggalkan putranya.
Di tempat lain terlihat Aruna sedang bersama dengan Bilqis, mereka berdua nampak bercanda gurau dengan beberapa pembantu kakek Fajar. Faisal yang baru keluar dari kamar ayahnya nampak pria itu mendekati Aruna dan Bilqis.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Faisal.
"Jangan memanggilku Pak Faisal lagi, panggil saja aku Mas atau apapun yang kau suka." jawab Faisal.
"Tidak seperti itu juga Pak." ucap Aruna kembali .
"Panggil aku Mas Faisal saja, daripada kita sama-sama tidak enak." jawab Faisal.
Terlihat Bilqis mendekati Faisal, gadis kecil itu mengajak Faisal bermain dengannya.
"Aruna, Bisakah kau membantu kakek mengerjakan sesuatu." panggil kakak Fajar.
"Iya kek." jawab taruna pergi saja aku akan bermain bersama.
"Bilqis." ucap Faisal yang membuat Aruna menganggukkan kepalanya.
"Kamu bersama Om Faisal ya Bilqis." pinta Aruna.
"Baik Mommy." jawab Bilqis.
Akhirnya Aruna berjalan menuju tempat kakek Fajar.
"Oh ya, nanti bantu aku untuk memeriksa beberapa dokumen perusahaan Ku." pinta kakek Fajar.
"Tapi kek, aku kan tidak terlalu bisa." jawab Aruna.
"Kau harus bisa, kau ini kan masih muda. kau harus belajar segalanya." jawab Kakak Faisal yang kemudian mengajak Aruna masuk ke dalam ruang kerjanya.
Surya yang melihat hal itu nampak pria itu semakin geram dengan Aruna, tatapan matanya begitu menatap tajam Aruna. Karena Wanita itu dengan sangat mudahnya menarik perhatian ayahnya. dari luar pintu rumah kakek pacar seorang wanita manja dan egois sudah berada di sana.
"Nona Helena!!" seru para pelayan.
"Faisal berada disini kan?" tanya Helena.
"Mas Faisal ada di dalam Mbak." Jawab para pelayan.
"Ya sudah kalau begitu, aku mau menemui Faisal." jawab Helena yang kemudian masuk ke dalam rumah kakek Fajar. wanita itu berjalan begitu arogan pakaiannya begitu minim dengan dada yang terbuka begitu lebar.
"Faisal!!" Panggil Helena.
Faisal yang berada di tempat itu nampak menatap Helena yang sudah berada di rumahnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Faisal.
"Tentu saja aku ke tempat calon suamiku." jawab Helena.
Mendengar perkataan seperti itu tentu saja Faisal langsung menghela nafasnya begitu dalam. Bilqis ikut Paman keruangan paman pintar Faisal yang mengajak Bilqis ke ruangannya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu