MOMMY

MOMMY
Berjuang bersama



Faisal dan Aruna sudah pindah di sebuah perkebunan teh yang ada di sebuah tempat yang agak terpencil. kehidupan mereka sudah nampak begitu bahagia, sekarang Aruna sudah mengandung 1 bulan, Faisal benar-benar sangat bahagia begitu pula dengan Bilqis dia akan mempunyai saudara yang bisa diajak untuk bermain.


"Mas, kamu tidak menelepon Ayah?" tanya Aruna kepada Faisal.


"Ponsel saya tidak bisa dihubungi, Sayang." jawab Faisal.


"Lalu, mengapa tidak menelfon Paman Hadi?" tanya Aruna kembali.


"Sama, paman Hadi juga belum bisa aku hubungi, ponsel kedua orang itu tidak bisa dihubungi sama sekali." jawab Faisal.


"Ada apa mas, apakah terjadi sesuatu? beberapa hari ini pikiranku benar-benar tidak enak." ucap Aruna.


"Kau tidak boleh berpikir aneh-aneh, jaga kandungan mu itu. Aku tidak ingin anak kita mengalami sesuatu." ucap Faisal.


"Aruna tersenyum, memang beberapa hari ini pikiran Aruna benar-benar tidak enak, dia merasakan sesuatu yang membuat Aruna memikirkan mertuanya.


"Kita sudah pindah kemari 2 bulan, Mas. tapi mengapa dua minggu ini ayah tidak bisa dihubungi?" tanya Aruna.


"Aku tidak tahu Sayang, mungkin Ayah sedang sibuk." jawab Faisal.


"Sesibuk apapun Ayah tidak akan menolak panggilan dariku, Bahkan aku menelpon ayah pun nomornya tidak terhubung." ucap Aruna.


"Mas akan mencari informasi dari seseorang disana, Kau tahu sendiri kan Mas hanya mempunyai tiga nomor saja, ketiga orang itu tidak bisa dihubungi, Mas jadi kebingungan bahkan sekarang Rudi juga dipindah ke luar kota. jadi aku tidak bisa tahu apa-apa mengenai kondisi yang ada di rumah." ucap Faisal.


"Aku mohon Mas, Cari tahu mengenai ayah dan yang lain. pikiranku benar-benar tidak fokus dan tidak bisa berpikir apapun." ucap Aruna.


"Baiklah sayang, nanti aku akan hubungi seseorang disana." jawab Faisal.


Di rumah besar dan megah itu terlihat Surya sudah menguasai seluruh harta kekayaan ayahnya, pria itu sudah bertekad untuk menghancurkan ayahnya dari dulu sampai sekarang. memang Surya tidak pernah menyukai keberadaan kakaknya itu, Surya adalah seorang pria yang sangat serakah. dia ingin menguasai seluruh harta kekayaan ayahnya tanpa menyisakan untuk kakaknya.


"Jika kalian berani membuka suara, maka aku akan membunuh kalian. jangan pikir aku tidak akan berani melakukan hal itu, jika ada informasi dari faisal cepat katakan padaku, jika tidak kalian akan tahu sendiri akibatnya!!" seru surya yang sudah mengancam orang-orang yang bekerja di rumah besar itu.


Seorang wanita nampak mendekati Surya, dengan langkah gemulai dan senyum yang begitu menggoda terlihat Wati menyuguhkan makanan di meja Surya.


"Kenapa sih Mas Surya terus menerus marah, Apakah tidak cukup aku saja yang akan melayanimu." ucap Wati.


"Dasar wanita tidak tahu diri, kau itu hanyalah seorang pembantu, jangan berani melunjak!!" seru Surya.


"Tapi, wanita itu kan juga pembantu disini. Tapi mengapa kau begitu menginginkan wanita itu?" tanya Wati.


"Jika kau terus-menerus membuka mulutmu, jangan salahkan aku jika mulutmu itu tiba-tiba aku robek!!" seru Surya yang membuat Wati langsung menutup mulutnya.


"Siapa yang akan berani melawan Surya, pria itu dari hari ke hari seperti jelmaan iblis yang baru lahir, sekarang kerjakan apa yang perlu kalian kerjakan kembali kepada pekerjaan kalian masing-masing!!" seru Surya.


Terlihat seorang pria yang duduk di kursi roda nampak menatap putranya, ternyata kakek Fajar mengalami stroke parah bahkan pria tua itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, bibirnya sudah peot bahkan untuk berbicara pun kakek Fajar terlihat begitu kesulitan.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Ayah. Apakah kau tidak senang dengan apa yang aku lakukan?" tanya surya yang seolah menghina dan mengejek ayahnya.


"Da-sar pri-a ti-ti-dak ta-hu diri." ucap kakek Fajar sembari terbatah.


"Diamlah, jika tidak kau tidak akan bisa berbicara. kau tahu, satu suntikan saja akan melumpuhkan seluruh saraf yang ada di tubuhmu. apakah kau ingin menjadi lumpuh total?" tanya Surya yang membuat kakek Fajar benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.


Surya sudah membuat kakek Fajar mengalami sesuatu yang sangat mengerikan kita.


Kita Mundur beberapa minggu yang lalu, sekitar 3 atau 4 minggu yang lalu Surya bertengkar dengan ayahnya.


"Apakah kau masih kurang Surya, kau terus-menerus membuat Faisal menderita. kau selalu berusaha untuk menghancurkan kehidupan Faisal!!" seru kakek Fajar.


"Jangan menyalahkan ku, ayah. salah kan sendiri putramu itu, Kenapa dia begitu lemah, dia ke Begitu bodoh." jawab Surya.


"Faisal bukanlah pria bodoh, dia dengan tulus memberikanmu segalanya. Dia selalu mundur dan dia selalu memprioritaskan dirimu, Apakah pernah kakakmu meminta harta kekayaan dari ayah? tidak pernah sekalipun. berbeda denganmu yang selalu ingin menguasai seluruh yang aku miliki!!" teriak kakek Fajar.


"Aku tidak perduli, Ayah. aku hanya ingin menguasai seluruh yang kau miliki, aku tidak akan mau berbagi dengan siapapun dan aku tidak akan mau berbagi dengan Faisal!!" seru Surya.


"Kau benar-benar orang brengsek, Surya. kau itu bukan manusia!!" teriak kakek Fajar.


"Kalau aku bukan manusia, maka kau juga bukan manusia." jawab Surya.


PRANGGG..


Suara sesuatu di banting.


"Di mana keberadaan pria itu, berani sekali dia membawa Aruna pergi." teriak Surya.


"Tuan." panggil anak buah Surya.


"Aku benar-benar sangat kesal, bagaimana bisa kalian belum mendapatkan keberadaan mereka!" seru Surya.


"Tuan tenang saja, kami akan mendapatkan keberadaan mereka bertiga." ucap salah satu anak buah Surya.


"Kalian ini benar-benar sangat berengsek, kalian adalah orang-orang bodoh!" seru Surya.


Tak ada kata yang keluar dari mulut anak buah Surya, mereka tidak bisa membuka mulut mereka sama sekali.


"Kalian temukan keberadaan mereka, aku tidak mau tahu!!" seru Surya.


"Baik, tuan!" jawab anak buah Surya.


"Aku akan menemukan kalian, aku benar-benar akan memberikan kalian sesuatu yang tidak akan kalian fikiran." ucap Surya.


Sebuah kertas yang berisikan informasi mengenai identitas seseorang, ternyata Surya pernah melakukan tes darah kepada Bilqis. karena hal itu Surya akan menjadikan bukti-bukti itu sebagai senjata yang utama.


* Dua hari kemudian *


"Ada apa mas?" tanya Aruna.


Terlihat Faisal sedikit kebingungan dengan semua yang terjadi, dia belum bisa mengatakan bahwa ayahnya mengalami stroke dan berada di kursi roda.


"Heh...," suara helaan nafas Faisal.


"Ada apa mas?" tanya Aruna.


"Ada sesuatu yang terjadi di rumah ayah." jawab Faisal.


"Ada apa mas?" tanya Aruna.


"Dengarkan mas, tapi kau harus tenang dulu." jawab Faisal.


"Memangnya ada apa, Mas?" tanya Aruna yang sangat penasaran.


"Ayah...,ayah sangat penasaran." jawab Faisal.


DEG...


jantung Aruna serasa terhenti saat mendengar perkataan suaminya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu