
Langkah kaki Aruna terlihat sudah keluar dari kamarnya, wanita itu menatap dirinya di cermin. sesaat kemudian dia berkata kepada dirinya sendiri.
"Tidak akan kubiarkan wanita itu mencoba untuk menghancurkan rumah tangga aku, betapa bodohh nya aku percaya dengan semua yang dia katakan." ucap Aruna yang kemudian meminta pembantu rumah tangga itu untuk keluar bersamanya.
Langkah kaki Aruna sudah berjalan dari kamarnya, wanita itu menuju ruang tamu untuk menemui Helena.
"Pergi dari sini, Kau kira kau akan mendapatkan apa yang kamu inginkan!!" teriak Faisal.
"Apa Apa maksudmu Faisal, kau sudah membuatku hamil. tapi kau tidak mau bertanggung jawab!!" seru Helena.
Ternyata Helena sudah mempersiapkan segala sesuatunya, dia membawa kamera tersembunyi untuk merekam semua perdebatannya dengan Faisal. tatapan mata Aruna menatap Apa yang dilakukan oleh Helena kepada suaminya. sesaat kemudian wanita itu tersenyum.
PROKK...
PROKK...
PROKK...
sebuah tepukan tangan dari Aruna ketika wanita itu mendengarkan semua perkataan suaminya kepada Helena.
"Dari dulu kau itu adalah wanita hina dan akan tetap hina!!" seru Aruna.
Bu Yanti yang ada di tempat itu nampak wanita itu mencoba untuk membantu Helena.
"Faisal seharusnya kau mau bertanggung jawab, kau sudah menghamilinya kenapa sekarang kau tidak mau bertanggung jawab!!" seru Bu Yanti.
"Aku tidak melakukan hal itu!!" teriak Faisal.
Aruna berjalan mendekati Helena, wanita itu menatap Helena dengan tatapan mata yang begitu benci.
"Apa yang kau lakukan, Kenapa kau bertepuk tangan!!" teriak Bu Yanti kepada Aruna.
"Lihatlah dua wanita tidak tahu diri dan tidak tahu malu ini berada di sini." ucap Aruna.
Bu Yanti nampak menatap Aruna, wanita tua itu ingin sekali menampar wajah Aruna. namun dia takut kalau kakek Faisal akan menamparnya balik.
"Satu wanita tua tidak tahu diri dan suka berselingkuh, satunya adalah wanita tidak tahu diri yang terus mencoba untuk mengganggu suamiku." ucap Aruna.
"Dasar wanita tidak tahu diri, apa yang kau katakan! berani sekali kau menghinaku!!" seru Helena.
"Apa yang aku katakan itu benar bukan? kau terus-menerus berusaha untuk menggoda suamiku, padahal kau tahu kalau dia sudah memiliki Seorang Istri." ucap Aruna.
"Seharusnya kalau kau menjadi seorang wanita itu yang panda sedikit, suamimu itu sudah berselingkuh denganku tapi kenapa kau masih memaafkannya?!" seru Helena.
"Coba katakan apa kesalahan suamiku?" tanya Aruna.
Terlihat kalau kakek Fajar dan Faisal nampak saling menatap satu sama lain, tiba-tiba saja Aruna sudah turun dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu untuk Helena.
"Sayang." ucap Faisal.
Aruna mengangkat tangannya, itu pertanda kalau Faisal harus diam.
"Apakah kau tidak dengar Kalau suamimu itu sudah menghamiliku, dia harus bertanggung jawab. aku tidak peduli dia akan menceraikanmu atau tidak, dia harus bertanggung jawab atas janin yang ada di dalam kandunganku!!" seru Helena.
Aruna tersenyum, salah satu pembantu diminta oleh Aruna untuk membawa Bilqis keluar ke suatu tempat agar dia tidak melihat pertengkaran itu.
"Kau tidak dengar kalau suamimu itu sudah menghamili ku, dia harus bertanggung jawab padaku!!" seru Helena kembali.
"Benarkah?" tanya Aruna.
"Benar, seharusnya kau tidak boleh terlalu percaya dengan suamimu. seharusnya kau memberikan waktu untuk pikiranmu berpikir secara jernih. suamimu adalah pria yang paling brengsek!!" seru Helena.
Sebuah senyum terukir kembali di bibir Aruna, wanita itu mengerti apa yang diucapkan salah satu pembantu rumah kakek Fajar.
"Baiklah kalau begitu, silakan kau melakukan apapun yang kau inginkan. Yang jelas aku tidak akan membiarkan suamiku menikahimu atau pun bertanggung jawab atas sesuatu yang belum tentu benar adanya." jawab Aruna.
"Benarkah, Lalu kenapa aku harus percaya pada kalian? Seharusnya aku mempercayai suamiku dan mempercayai ikatan pernikahan kami." jawab Aruna.
Faisal benar-benar sangat bahagia ketika mendengar jawaban dari Aruna, pria itu merasa begitu lega saat Aruna membela dirinya. kau itu wanita tidak tahu diri.
"Seharusnya kau jangan membantu suamimu dengan semua kata-katamu itu!" teriak Bu Yanti.
"Ibuku tersayang, kenapa kau harus membantu wanita itu. seharusnya kau membantuku dan suamiku, kau itu adalah Ibu dari Mas Faisal, bukan? lalu Mengapa kau membantu wanita yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangga putramu?" tanya Aruna dengan nada yang begitu pedas.
Kakek Fajar yang Mendengar hal itu tentu saja pria tua itu tersenyum, sebuah senyum yang ditunjukkan oleh kakek Fajar seolah menghina Bu Yanti. wanita tua itu menatap suaminya yang sedang menertawakan dirinya.
"Aku tidak bermaksud melakukan hal itu, aku hanya membela sesuatu yang benar. aku tidak ingin Putraku melakukan kesalahan!!" seru bu Yanti yang berusaha untuk membela dirinya.
"Pergi dari sini." ucap Kakek Fajar dengan nada yang begitu tenang.
"Aku tidak mau, aku tidak mau melakukan hal itu. Aku tidak akan membiarkan kan orang yang telah meniduriku melarikan diri!!" seru Helena.
"Apakah yang melakukan itu hanya pada suamiku atau banyak pria? yang aku tahu sih kau sudah bergadang dengan beberapa pria." jawab Aruna.
Kata-kata Aruna bagaikan pisau yang langsung menancap di jantung Helena, kau ini adalah wanita. Kenapa kau tidak bisa merasakan kesakitan wanita lain!!" seru Bu Yanti.
"Harusnya aku yang mengatakan hal itu, Bu. kau itu adalah seorang wanita, Mengapa kau tidak merasakan kesakitan wanita lain, dia ini adalah suamiku. kami sudah menikah secara agama dan negara, lalu Mengapa kau terus menerus mengejar suamiku? kau itu mempunyai otak atau tidak ya." ucap Aruna dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Kata-kata yang keluar dari mulut Aruna bagaikan racun yang sangat mematikan.
"Lihat saja, Kalau suamimu tidak mau menikahiku.., aku akan ke kantor polisi aku akan melaporkan semua ini, aku akan membuat berita ini menjadi berita yang sangat memalukan!!" seru Helena.
"Terserah Kalau kau mau melakukan hal itu, itu terserah denganmu. Tapi aku yakin kalau beberapa perusahaan yang dimiliki oleh ayahmu akan mengalami sesuatu yang ikut menyeret nama mereka." jawab Aruna.
Kepintaran dari mana hingga membuat Aruna tiba-tiba mengatakan hal itu, Faisal dan ayahnya nampak terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Hari ini Aruna benar-benar memberikan mereka kejutan yang sangat luar biasa.
"Iini semuanya bagaikan mimpi di siang bolong, istrimu benar-benar sudah berubah hanya dalam hitungan detik saja." ucap kakek Fajar.
"Entahlah ayah, tapi aku senang istriku membelaku. dengan begitu Itu dia masih mempercayaiku dan masih mencintaiku." jawab Faisal.
"Semoga saja." ucap kakek Fajar yang terlihat mendekati Aruna.
"Pergi dari tempat ini, jika tidak akan kupaksa para pengawal rumah ini untuk menyeretmu!!" seru kakek Fajar.
"Aku akan membalas kalian!!" teriak Helena yang bertingkah begitu memalukan.
"Suamiku, Kenapa kau melakukan hal itu?" tanya Bu Yanti.
"Kau diam atau kau pergi dari rumahku!!" seru kakek Fajar dengan nada yang begitu keras.
Hal itu membuat Bu Yanti langsung terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu