
DEG..
Faisal yang melihat dan mendengar perkataan istrinya, jantungnya langsung berdebar. tatapan mata penuh kebencian itu juga dapat dilihat oleh Faizal. orang-orang yang ada di tempat itu nampak menatap Aruna yang sudah pergi meninggalkan mereka semuanya.
Kakek Fajar dan Paman Hadi saling menatap satu sama lain.
"Apakah Aruna sudah mengetahuinya?" tanya Paman Hadi. Faisal langsung berlari mengejar sang istri, namun pintu kamarnya sudah dikunci oleh Aruna.
TOK...
TOK...
TOK...
Faisal mengetuk pintu kamar mereka, tidak ada sahutan di sana.
"Sayang, Sayang!!" teriak Faisal.
"Aruna tidak menjawab, wanita itu berada di sudut pojok kamarnya. dia menangis hatinya begitu pedih, begitu teriris dengan semua kenyataan pahit yang dia lihat hari ini. karena tidak ada suara yang keluar dari kamar itu, Faisal langsung menggebrak pintu kamarnya.
"Sayang, sayang!!" teriak Faisal.
Tidak ada sahutan dari Aruna, Hal itu membuat Faisal begitu panik. Faisal mencari kunci cadangan kamarnya. Sedangkan Helena yang berada di lantai satu nampak wanita itu tersenyum begitu picik.
"Apakah mungkin Wanita itu sudah tahu mengenai kejadian yang terjadi antara aku dan suaminya." guman Helena dalam hati.
"Apa yang terjadi, Faisal!!" teriak kakek Fajar.
"Aku tak tidak tahu, Ayah." jawab Faisal.
"Cepat dobrak pintu ini!" seru Kakek Fajar.
"Aku akan membuka dengan pintu cadangan Ayah." jawab Faisal.
Sekitar 5 menit kemudian pintu itu sudah terbuka, tatapan mata Faisal mencari keberadaan sang istri. tidak ada ada istrinya di sana, Faisal begitu kebingungan Faisal dan kakek Fajar memasuki rumah itu. langkah kaki mereka terhenti saat mereka melihat seorang wanita berada di sudut pojok sembari terduduk begitu sedih. Aruna menangis meratapi kehidupannya.
"Sayang!!" seru Faisal.
"Pergi Mas, pergi. aku membencimu, Aku sangat membencimu!!" teriak Aruna.
DEG..
Langkah kaki Faisal langsung terhenti, jantungnya berdebar begitu kencang tanpa bisa dia fikirkan.
"Aruna." panggil kakek Fajar.
"Pergi, pergi dari sini, Aaaaaa!!" teriak Aruna yang menangis sembari memegang rambutnya.
"Sayang." panggil Faisal.
"Pergi, aku membencimu!! aku benci kamu mas!!!" teriak Aruna.
"Sayang." panggil Faisal yang hendak mendekati Isterinya.
PRANKK...
Aruna melempar gelas yang ada di meja, mata Aruna menatap sang suami dengan tatapan mata yang begitu benci.
"Lebih baik kita pergi dulu, Faisal. biar Aruna merasa tenang terlebih dahulu." ucap kakek Fajar.
"Aku tidak ingin melihat istriku seperti ini, Ayah." jawab Faisal.
"Biarkan istrimu tenang dahulu, ada sesuatu yang membuatnya seperti ini." ucap kakek Fajar.
Aruna terus menangis di kamarnya, wanita itu merasakan kesedihan yang sungguh luar biasa. Faisal yang berada di ruang kerja ayahnya nampak pria itu hatinya benar-benar dilanda kecemasan yang begitu besar.
"Apakah mungkin istrimu sudah mengetahui masalah video yang ada di media sosial itu?" tanya kakek Fajar kepada Faisal. "Apakah kau yakin?" tanya Kakek Fajar kembali.
"Aku tidak tahu ayah, tapi tatapan mata istriku terlihat begitu menakutkan. dia terlihat begitu membenci ku." jawab Faisal.
Faisal belum menemukan bukti kalau dirinya tidak melakukan apapun kepada Helena.
"Cari bukti-bukti mengenai video itu, jika kau tidak melakukannya maka video itu adalah video bohong." jawab kakek Fajar.
"Heh.., aku benar-benar sangat bingung ayah. jika isteriku tidak mau menemuiku, apa yang harus aku lakukan?" tanya Faisal.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, Kau Cari tahu mengenai video-video itu. jika kau tidak melakukannya maka semua adalah ulah Helena. cari orang yang mempunyai wajah sangat mirip denganmu, jika kau masih tetap ingin bersama istrimu maka kau harus berusaha untuk melakukan hal itu. jika kau ingin kehilangan istrimu maka terserah." ucap kakek Fajar yang membuat Faisal langsung tersentak.
Akhirnya hari itu Faisal menunggu istrinya di depan pintu kamar mereka, mereka berbicara dengan dibatasi pintu itu.
"Sayang, dengarkan aku." ucap Faisal.
"Aku tidak percaya Mas, kalau kau menghianatiku aku benar-benar mencintaimu. aku benar-benar ingin selalu bersamamu, Mengapa kau tega melakukan hal itu." ucap Aruna.
"Apakah kau sudah tidak mempercayaiku?" tanya Faisal.
"Aku mempercayaimu dengan semua perasaan cinta yang kumiliki untukmu." jawab Aruna.
"Lalu, Mengapa kau tidak membelikan aku waktu untuk menjelaskannya?" tanya Faisal.
"Berikan aku waktu untuk menenangkan diriku, Mas. berikan aku waktu untuk menata hatiku sebentar." jawab Aruna.
"Bagaimana dengan Putri kita, Apakah kau tidak ingin melihatnya? jika kau mengunci diri seperti ini Apakah kau tidak takut jika Bilqis mencarimu dan sedih karena kau tidak mau menemuinya?" tanya Faisal.
"Aku butuh waktu Mas, berikan aku waktu untuk menenangkan hatiku." jawab Aruna.
"Apakah kau tidak percaya padaku?" tanya Faisal.
"Berikan aku waktu Mas, berikan aku waktu." jawab Aruna kembali.
"Aku akan menunggumu, aku akan memberikan semua waktu untukmu. jika memang aku bersalah maka aku akan menerima hukuman, ini jika aku tidak bersalah biarkan pintu hatimu tetap terbuka untuk ku." ucap Faisal.
"Pintu hatiku ini akan selalu terbuka untukmu, Mas. jika kau benar-benar masih setia padaku, jika kau telah menghianati aku maka aku tidak akan maafkanmu, aku harus menghapus mu untuk selamanya dari hatiku." jawab Aruna.
Faisal tidak bisa berkata apapun, pria itu serasa kehilangan nafasnya. Aruna mengatakan dengan begitu terang, Bagaimana jika Faisal berani menghianatinya aku akan membuktikannya kepadamu.
"Sayang, aku bukanlah pria seperti itu." ucap Faisal.
"Tentu aku akan menunggumu, Mas. aku akan menunggu dengan semua perasaanku yang seperti ruang kosong tanpa bisa mengatakan Apapun yang terjadi." jawab Aruna.
"Percayalah padaku, percayalah pada setiap cinta yang kumiliki untukmu." ucap Faisal.
"Mas akan memberikan semua bukti-bukti itu padamu, aku mencintaimu sayang, aku benar-benar mencintaimu kau adalah nafasku. Kau adalah hidupku, Kau adalah jalanku, jika kau meninggalkanku maka kematian adalah jalan yang terbaik untukku. Aku tidak bisa menerima semua cinta ini, aku tidak bisa berjalan tanpa sinar terang yang kau berikan untukku." ucap Faisal.
Terlihat Faisal menyandarkan kepalanya di pintu kamarnya, Aruna menyandarkan kepalanya di pintu kamar sembari mengingat semua video-video itu. Aruna berada di dalam kamar, Faisal berada di luar kamar.
"Cnta ini begitu memilukan, perasaan itu begitu menyayat. Aku berdoa untukmu Faisal agar kau bisa mendapatkan jalan untuk kembali kepada istrimu. jika kau tidak bisa mendapatkan jalan itu maka kau akan kehilangan semua kebahagiaanmu." ucap kakek Fajar yang begitu sedih saat melihat kondisi putranya seperti itu.
Kebahagiaan yang ada di rumah itu tiba-tiba hilang karena perbuatan Helena, kakek Fajar sudah berusaha untuk mencari tahu mengenai video-video itu. dia tidak ingin kehilangan Aruna ataupun Bilqis.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu