MOMMY

MOMMY
Amarah di pagi hari



Aruna dibuat terkejut dengan kedatangan Surya yang sudah berada di rumah kakek Fajar.


"Kau tidak usah kaget seperti itu, karena dia adalah putra sulungku. putra yang melarikan diri 4 tahun lamanya." jawab Kakek Fajar yang membuat Aruna terdiam.


"Ya ampun..," guman Aruna dalam hati.


Beberapa saat kemudian akhirnya Aruna sudah selesai makan. Gadis itu nampak duduk bersama kakek Fajar di ruang tamu.


"Bagaimana Bilqis, Apakah kau suka tinggal di rumah kakek?" tanya kakek Fajar kepada Bilqis.


Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, nampak dia menatap Pria tua yang ada di depannya itu.


"Kakek, Apa benar kalau om tampan itu adalah putra kakek?" tanya Bilqis kepada kakek Fajar.


"Benar, dia adalah putra kakek. Memangnya kenapa?" tanya kakek Fajar kepada Bilqis.


"Kalau begitu..., Om Faisal juga tinggal di sini dong?" tanya Bilqis kembali.


"Kalau masalah itu kakek Kurang tahu, karena pria itu selalu menghilang dalam waktu yang lama, Bilqis." jawab kakek Faisal.


Beberapa saat kemudian terlihat Faisal sudah berada di ruang tamu.


"Tenang aja Bilqis, om Faisal akan tinggal di sini, om tidak akan pergi kok." jawab Faisal.


Senyum terlihat diwajah Bilqis ketika mendengar jawaban dari Faisal, Aruna nampak kebingungan karena tiba-tiba dia harus tinggal satu atap dengan Faisal. itu berarti Helena akan sering-sering datang ke rumah itu.


"Apakah kau yakin?" tanya kakek Fajar.


"Tentu saja, Ayah. aku akan tinggal di sini." jawab Faisal sembari tersenyum menatap Aruna.


******


* Keesokan hari *


Pagi itu terlihat pagi itu Aruna sudah berada di dapur rumah kakek Fajar, Gadis itu memasak beberapa masakan yang membuat para pelayan yang ada di sana nampak terkejut dengan rasa masakan itu.


"Ternyata nona Aruna sangat pandai memasak ya.." ucap salah satu pelayan yang ada di rumah kakek Fajar.


"Kalian ini terlalu memujiku, aku tidak sepandai itu." jawab Aruna yang kemudi menyiapkan beberapa masakan yang dia buat untuk kakek Fajar.


Terlihat kakek Fajar sudah turun dari kamarnya, pria itu berjalan menuju ruang makan di rumahnya. saat berada di dapur Kakek Fajar terlihat tersenyum.


"Harun sekali masakan ini, siapa yang memasaknya?" tanya kakek Fajar kepada salah satu pelayan yang ada di rumahnya.


"Nona Aruna yang memasaknya, Tuan." jawab pelayan tersebut.


Kakek Fajar langsung duduk sembari membuka piring yang sudah tersaji di meja makan itu, sesaat kemudian nampak Aruna telah kembali sambil membawa beberapa masakan yang dia masak.


Sedangkan di lantai 2 nampak Surya menuruni tangga dan hendak menuju ruang makan, terlihat pria itu sudah menatap sang ayah yang sedang makan dengan lahapnya.


"Pagi Ayah." sapa Surya.


"Pagi." jawab kakek Fajar.


Sesaat kemudian terlihat Faisal juga sudah turun dari lantai dua, pria itu memakai pakaian santai dan celana pendek saja.


"Mengapa masakan hari ini berbeda dengan biasanya?" tanya Surya kepada para pelayan yang ada di rumah besar tersebut.


"Hari ini Nona Aruna memasak untuk Tuan besar" jawab para pelayan.


"Heh...," Surya menghela nafasnya dengan sangat kasar.


"Ayo makan Bilqis." ajak Faisal kepada Bilqis.


"Ambilkan aku masakan kalian!" seru Surya. terlihat Surya tidak menyukai masakan yang dibuat oleh Aruna, padahal dia belum mencicipi masakan itu walau hanya satu sendok.


"Mengapa harus membawa masakan mereka, di meja kan sudah tersaji masakan begitu banyak, makanlah." ucap kakek Fajar.


"Aku tidak Sudi memakan masakan selain masakan yang aku makan setiap harinya." jawab Surya dengan nada yang begitu pahit.


"Sudahlah kek, Tidak semua orang menyukai masakan ku kan." ucap Aruna kepada kakek Fajar.


"Tapi aku menyukai masakan ini, Aruna." jawab Faisal sambil tersenyum.


Sesaat kemudian Aruna duduk bersama ayahnya tersebut.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?!" seru Surya.


"Tentu saja mau makan." jawab Aruna.


"Pelayan dilarang makan bersama tuannya!" seru Surya kepada Aruna.


Nampak Aruna sangat tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria tersebut, sesaat kemudian Aruna langsung berdiri dan tersenyum kepada kakek Fajar.


"Hentikan perkataanmu, Surya!!" teriak Faisal yang sangat keram dengan kata-kata adiknya itu.


"Diamlah, jika kau ingin makanan selain yang ada di meja ini lebih baik kau makan di dapur saja." ucap kakek Fajar yang membuat Surya terdiam.


Kakek Fajar begitu marah kepada Surya, karena pria itu dengan seenak kepalanya menghina Aruna di depan matanya.


"Jaga mulutmu itu, Surya. kau itu pria tidak punya tata krama!" seru Faisal.


"Bukan aku yang tidak punya tatakrama, tapi wanita itu yang tidak punya tata krama. dia disini Hanya bekerja ayah, berarti dia pelayan.. Dia tidak punya hak untuk duduk bersama kita!" seru Surya sambil menunjuk Aruna.


Nampak Yuna menghela nafasnya, sesaat kemudian nampak Yuna tersenyum kepada pria tua itu.


Bilqis yang ada di ruang makan, nampak bocah kecil itu sangat kebingungan dengan kemarahan orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Sudahlah kek, jangan marah.. aku akan ke dapur sebentar. Kakek makanlah dahulu, nanti kalau kakek marah-marah penyakitnya kambuh lagi." ucap Aruna.


"Aku ikut, mommy!" seru Bilqis yang kemudian pergi mengikuti Mommy nya.


saat berada di dapur, beberapa pelayan nampak menghibur Aruna yang sedang kebingungan.


"Nona Aruna tidak usah menghiraukan tuan Surya, ya." ucap salah satu pelayan yang ada di rumah besar.


"Jangan khawatir, aku sudah terbiasa dengan sikap seperti itu." jawab Aruna.


Para pekerja yang ada di rumah besar nampak mereka sangat menyukai kedatangan Aruna. sosok wanita yang sangat periang dan baik.


"Aruna, Bilqis. sekarang kau ikutlah dengan Kakek." pinta kakek Surya kepada Aruna.


"Memangnya mau ke mana, kek?" tanya Aruna kepada kakek Fajar.


"Ikutlah ke perusahaan kakek untuk membantu kakek disana." Jawab kakek Fajar.


"Tapi kek...," ucap Aruna.


"Kita ajak Bilqis untuk hari ini, besok Bilqis akan di asuh para pekerja." jawab kakek Fajar.


Aruna dan Bilqis mengikuti semua perintah kakek tua itu, karena pria itu sudah membantunya untuk terlepas dari salah seorang rentenir yang terus mengejarnya untuk menikah Aruna.


* Perusahaan JI CORP..


Sedangkan di tempat lain, nampak Surya begitu marah karena ayahnya membawa gadis barbar memasuki kediamannya.


* Di tempat lain *


BRAKKK..


Surya sudah mengebrak mejanya, terlihat pria itu sangat marah karena kedatangan Aruna di rumahnya.


"Ada apa denganmu, Tuan?" tanya anak buah Surya..


"Kau tau Rudi, kalau gadis bar-bar itu berada di rumahku." ucap Surya.


"Nona Aruna?" tanya Rudi.


"Ya, wanita bermuka parasit itu." jawab Surya.


Nampak Rudi tersenyum saat Park ji-sung mengatakan kalau Aruna berada di rumahnya.


"Memang kenapa tuan besar melakukan hal itu?" tanya Rudi.


"Ayah bilang kalau muka parasit itu berkerja dengan ayah." jawab Surya.


"Kalau begitu itu lebih baik, karena tuan tidak akan terus marah-marah kepada tuan." jawab Rudi.


"Kau benar." jawab Surya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu