MOMMY

MOMMY
S2. Surya sakit.



Deg...


Aruna benar-benar sangat terkejut saat mengetahui kalau Surya mengidap penyakit yang sangat berbahaya.


"Sudah berapa lama Surya sakit jantung dan dan kanker?" tanya Aruna.


"Mungkin sudah beberapa tahun saat dia berada di penjara, dia sering sekali mendapatkan perawatan di sana." jawab Sania.


"Lalu, Siapa yang merawatnya?" tanya Aruna.


"Dokter yang memiliki rumah sakit ini yang merawatnya dulu, dokter itulah yang membuat Surya sedikit bertahan dan berusaha untuk menyelamatkannya." jawab Sania.


"Apakah Surya pernah ke tempat ayah mertua ku?" tanya Aruna kepada Sania.


"Tidak, dia takut akan penolakan kalian." jawab Sania.


"Lalu, Selama ini dia tinggal di mana?" tanya Aruna kepada Sania.


"Selama ini..,setelah keluar dari penjara Mas Surya tinggal di tempat ini bersama dokter Harlan." jawab Sania.


"Semenjak Kapan Kau kenal dengan Surya?" tanya Aruna.


"Dia adalah pria yang telah menolongku, menyelamatkanku dari bunuh diri yang ingin aku lakukan." jawab Sania.


Perlahan namun pasti, Aruna baru menyadari kalau Surya benar-benar sudah berubah. selama 6 bulan berada di tempat dokter Harlan pria itu juga rajin menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Kenapa kalian tidak menikah secara negara?" tanya Aruna kepada Sania.


"Sebenarnya kami ingin melakukan pernikahan secara negara, tapi mas Surya takut jika tiba-tiba nyawanya tidak tertolong lagi. dia tidak ingin membuatku semakin sedih." jawab Sania.


"Apakah saat berada di penjara Surya sudah berubah dengan semua yang dia lakukan?" tanya Aruna yang seolah dia ingin mengetahui semua yang dilakukan oleh Surya.


"Beberapa anak buahnya masih bekerja di bawah kepemimpinan mas Surya. Mas Surya selalu memerintahkan mereka untuk mencari tahu mengenai putrimu Bilqis, dia ingin putrinya itu menganggapnya sebagai seorang ayah. tidak apa-apa walaupun hanya sebagai bayangan, tapi mas Surya ingin menyelamatkan putrinya setelah mengetahui kalau Fahrul ingin menghancurkan gadis kecil yang begitu dia rindukan selama dipenjara." jawab Sania.


Aruna nampak terdiam wanita itu terlihat mengerti apa yang dikatakan oleh Sania.


"Tentu saja kami belum bisa menerima Surya sepenuhnya setelah Apa yang dia lakukan kepada kami. tidak mudah bagi kami untuk melupakan semua penderitaan kami, melupakan rasa kehilangan ku, melupakan rasa sakit Ku." ucap Aruna.


"Aku mengerti apa yang kau rasakan, tapi aku mohon berikanlah mas Surya kesempatan sebelum ajal menjemputnya." pinta Sania sembari meneteskan air matanya.


"Kau begitu mencintai Surya?" tanya Aruna.


Sania menganggukkan kepalanya, wanita itu nampak begitu sedih. air matanya terus mengalir saat melihat begitu banyak alat penunjang di tubuh suaminya.


"Apakah kau akan berusaha jika aku mau membantu pengobatan suamimu?" tanya Aruna yang membuat Sania begitu terkejut. sebesar inikah hati yang dimiliki Aruna? seluas inikah maaf yang akan diberikan Aruna kepada suaminya.


"Benarkah, apakah kau benar-benar ingin menolong suamiku?" tanya Sania kepada Aruna.


"Tentu, tentu aku akan menolongmu. tapi aku belum bisa mempercayai Surya dengan semua masa lalunya." jawab Aruna.


"Aku mengerti, perlahan-lahan kau akan mengetahui kalau mas Surya sudah berubah. dia sudah bertaubat, bahkan dia sering sekali pergi ke masjid untuk mendengarkan ceramah agama. dia ingin mendapatkan Maaf dari kalian, dia ingin mendapatkan jalan yang begitu indah sebelum ajal menjemputnya." ucap Sania yang terlihat berusaha untuk tegar.


"Entahlah, tapi aku akan berusaha untuk mencari rumah sakit yang terbaik untuk membantu Surya. apalagi beberapa perusahaan suamimu kan masih berdiri, Mari kita coba untuk mempertahankan hidupnya, aku tidak melihat Surya, tapi aku melihatmu. aku tahu bagaimana perasaanmu menjadi janda bukanlah pilihan kita, tapi kau tetap berusaha untuk membantu Surya dengan semua masa lalunya." ucap Aruna.


Sania begitu bahagia dengan semua yang dilakukan oleh Aruna, Sania akan percaya apa yang dikatakan Aruna. wanita itu begitu bersikap dewasa, begitu bijaksana bahkan benar-benar mau memberikannya maaf.


"Aku akan mencoba untuk memberitahu Ayah mengenai hal ini, bagaimanapun Ayah adalah Ayah dari Surya. berdoalah agar hati ayah terbuka dengan semua yang terjadi dan.., terima kasih karena kau sudah memberitahuku mengenai Fahrul. Aku tidak akan membiarkan pria itu berusaha untuk mencelakai putriku." ucap Aruna yang membuat Sania menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih dan tolong jaga Bilqis untuk ku dan mas Surya." pinta Sania.


"Pasti, aku pasti akan menjaga putriku dengan baik. aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mencelakainya." jawab Aruna.


Hari-hari Aruna kini sudah dimulai dengan semua tugasnya menjadi seorang ibu, dia harus menyelamatkan putrinya dari rencana Fahrul.


** Beberapa hari kemudian **


"Ada apa Sayang?" tanya Aruna yang melihat putrinya sudah berada di dapur dengan nya.


"Mom, apa nanti mommy akan keluar ke suatu tempat?" tanya Bilqis yang melihat ibunya.


Beberapa hari ini Aruna selalu keluar tanpa memberitahukan kepada keluarganya,


"Tidak, sayang. hari ini mommy tidak keluar. Memangnya ada apa?" tanya Aruna.


"Tidak apa-apa, cuma Mommy beberapa hari ini ada urusan penting." jawab Aruna.


"Kenapa Mommy sering keluar tanpa memberitahu kepada kami?" tanya Bilqis yang membuat Aruna tersenyum.


"Iya sayang, maaf..,kau tahu sendiri kan Kalau Mommy ada sebuah urusan yang tidak bisa ditinggalkan." jawab Aruna.


"Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Bilqis kepada Aruna.


"Ada apa Sayang, kenapa kau kelihatan tidak senang seperti itu?" tanya Aruna.


"Begini mom, aku ingin membicarakan mengenai Fahrul." jawab Bilqis.


"Memangnya ada apa dengan Fahrul?" tanya Aruna.


"Aku tidak ingin menikah dengan pria itu, mom. mommy tahu kan aku tidak mencintai pria itu, tapi ayah selalu mengatakan kalau Fahrul adalah pria yang terbaik." jawab Bilqis.


"Apakah kalau tidak ada perasaan sama sekali dengan pria itu?" tanya Aruna kepada putrinya.


"Tidak ada mom, aku bahkan tidak menyukai semua perlakuannya. Entah mengapa ada sesuatu yang membuatku tidak bisa menerima kehadiran pria itu." jawab Bilqis.


Nampak Aruna menghela napasnya, wanita itu harus memastikan kalau Fahrul tidak mendekati Bilqis dengan semua rencananya.


"Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak menyukai pria itu, Bilqis?" tanya Aruna.


"Iya mom, kata-kata dan sikapnya itu sangat bertolak belakang. ada sebuah kebohongan yang dapat aku lihat, mom." jawab Bilqis.


Nampak Aruna menghela nafasnya, wanita itu menatap putrinya sembari memegang kedua tangannya.


"Mommy juga tidak menyukai pria itu, sayang. tapi ayahmu selalu mengatakan kalau dia adalah pria pilihan yang terbaik." jawab Aruna.


"Tidak, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Fahrul. aku bisa merasakan tatapan matanya ada kebencian, ada kebohongan, ada sesuatu yang benar-benar sangat menakutkan." ucap Bilqis.


Tentu saja Aruna juga mengetahuinya, karena Fahrul mendekati Bilqis hanya untuk melancarkan balas dendamnya.


"Jika itu benar terjadi, maka kita harus menunjukkan kepada ayahmu Bagaimana Fahrul yang sebenarnya, pria itu sangat pandai berbicara. sangat pandai mengambil hati ayahmu, jika sampai ayahmu menyetujui mengenai pernikahan itu.., maka mommy akan melawan Ayah mu dengan segala cara. Mommy juga tidak menyukai pria itu, sayang. ada kebohongan yang begitu besar, kebohongan yang harus kita bongkar di hadapan ayahmu." jawab Aruna yang membuat Bilqis menganggukkan kepalanya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku