
Malam semakin larut, entah kebahagiaan akan datang atau kebahagiaan itu akan pergi. waktu mulai berjalan seiring dengan semua yang terjadi dari hari kehari.
** Satu bulan kemudian **
"Ayah!!" seru Bilqis.
"Ada apa Sayang." jawab Faisal.
"Ayah, nanti antarkan aku ke kampus dulu. setelah itu nanti aku mau ke perusahaan ayah!" seru Bilqis.
"Oh ya, bagaimana dengan permintaan Ayah. Apakah kamu mau menjadi sekretaris Ayah karena paman Rudi kan harus mengganti beberapa perusahaan yang lain?" tanya Faisal kepada putrinya.
"Baiklah, Ayah. nanti aku juga harus melakukan beberapa magang di perusahaan, aku akan bekerja di sana tapi tolong Ayah jangan bilang di bagian gudang kalau Aku adalah Putri ayah. bilang saja kalau aku anak magang, Aku ingin selama 2-3 bulan itu aku berada di sana." pinta Bilqis.
"Baiklah kalau begitu, nanti ayah akan membawa mu ke bagian gudang, tapi ingat kau jangan nakal disana." ucap Faisal sambil tersenyum kepada putrinya.
"Ayah kira aku ini mereka bertiga, nakal. aku ini anak baik ayah, aku ini selalu rajin dan patuh sama ayah dan Mommy." jawab Bilqis sambil tersenyum.
Tak terasa sekarang usia Bilqis sudah 19 tahun, seorang gadis dengan semua kecantikan dan kepintarannya.
"Dengar ya Bilqis, kamu jangan lirik kanan lirik kiri sama pria di sana ya, kalau Mommy mengetahuinya.., Awas kamu ya!!" seru Aruna yang sudah marah-marah.
"Tenanglah Mommy, aku tidak akan melakukan hal itu. lagi pula aku kan sudah bilang sama Mommy kalau aku tidak akan melakukan hal itu." jawab Bilqis.
"Ya sudah kalau begitu, kalau Mommy tahu kamu berbuat nakal atau pacaran melulu lihat aja mami akan kasih kamu hukuman yang sangat berat!!" seru Aruna yang membuat Bilqis tertawa sambil menutup mulutnya.
"Paling-paling Aku disuruh bersihin satu rumah, iyakan mom?" tanya Bilqis yang membuat Aruna melotot.
Suara canda tawa terdengar di seluruh rumah Faisal, kebahagiaan yang ada di rumah itu benar-benar sangat sempurna. Faisal dengan semua ketegasannya menjadi seorang suami. Aruna yang selalu memiliki kesabaran walaupun tingkahnya begitu barbar.
* Keesokan hari *
Terlihat Aruna bersama Bilqis ke toko kue, toko kue yang dahulu sederhana kini menjadi toko kue yang sangat laris dan dipenuhi banyak pembeli.
"Mbak Aruna!" Panggil salah satu pekerja Aruna .
"Ada apa?" tanya Aruna.
"Mbak Aruna, tadi ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan mbak Aruna." jawab pekerja Aruna.
"Memangnya ada apa?" tanya Aruna balik.
"Aku nggak tahu lho mbak, aku belum tanya sama dia." jawab karyawan Aruna.
"Ya sudah kalau begitu, kalau ada sesuatu yang penting minta dia kesini biar aku berbicara dengannya." jawab Aruna yang kemudian melihat beberapa pesanan kue yang begitu banyak.
"Ada apa Mom?" tanya Bilqis kepada Aruna.
"Nggak tahu Sayang, Mommy belum bertemu orang itu." jawab Aruna.
"Apa kelihatannya wanita itu memiliki masalah dengan Mommy?" tanya Bilqis kembali.
"Mommy tidak tahu sayang." jawab Aruna.
Seorang wanita sudah memasuki kantor Aruna, seorang wanita dengan penampilan yang begitu lusuh dan tubuh yang begitu kurus. tatapan mata Bilqis dan Aruna menatap wanita itu, sorot kesedihan dan kelaparan nampak terlihat pada wajah wanita yang berusia sekitar 35 tahun itu.
"Iya, ada apa ya Mbak?" tanya Aruna.
Tak ada kata yang keluar dari wanita itu, dia nampak menatap Aruna dalam tatapan mata yang begitu memilukan.
"Saya mau melamar pekerjaan Mbak, kasihan anak saya." ucap si wanita.
"Melamar pekerjaan?" tanya Aruna.
"Tadi saya melihat tulisan di pintu toko itu kalau di sini membuka lowongan pekerjaan. Bisakah saya mendapatkan pekerjaan itu?" tanya si wanita.
"Kau membutuhkan pekerjaan?" tanya Aruna.
Wajah yang begitu menyedihkan membuat Bilqis menatap wanita seumuran ibunya itu, raut wajah yang penuh dengan kesedihan dan penderitaan yang mungkin terjadi padanya.
"Saya mempunyai seorang anak kecil Mbak, saya diusir oleh suami saya. Saya membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi anak saya." jawab si wanita.
"Di luar Mbak, sudah tiga hari Kami tidak makan, kami luntang-lantung mencari tempat untuk bernaung." jawab si wanita.
"Siapa namamu?" tanya Aruna kepada wanita itu.
"Nama saya Sukma Mbak." Jawab Sukma.
"Kenapa kamu tidak membawa anakmu masuk?" tanya Aruna yang kemudian memanggil salah satu pekerjanya.
"Tika, Tika!" panggil Aruna kepada salah satu pekerjaannya.
"Iya Mbak." Jawab Tika.
"Di mana anak wanita ini, ajak dia ke dapur, beri dia makan sama wanita ini." pinta Aruna.
"Aku tidak butuh dikasih makan mbak, aku butuh pekerjaan untuk memberi nafkah kepada anak saya." jawab Sukma.
"Iya, aku akan mempekerjakan mu tapi kau makanlah dulu. wajahmu benar-benar pucat seperti mayat." jawab Aruna yang kemudian meminta salah satu pekerjanya untuk membawa wanita itu ke dapur.
"Mom, kenapa percaya sama wanita itu?" tanya Bilqis.
"Kita hidup tidak sendiri sayang, kita saling tolong-menolong adalah bagian dari kehidupan kita." jawab Aruna.
Terlihat tatapan mata seorang pria nampak menatap sebuah gedung berlantai 2 yang begitu besar, di sana ada restoran sekaligus toko kue yang dibangun oleh Aruna.
"Pasti wanita itu di sini." ucap surya yang menatap restoran sekaligus toko kue milik Aruna.
Sesaat kemudian Aruna keluar dengan Bilqis untuk melihat beberapa pesanan yang sudah datang, tatapan mata Surya nampak menatap Aruna yang keluar bersama seorang gadis muda.
"Apakah dia putriku?" guman Surya dalam hati saat melihat Aruna bersama dengan Bilqis.
Surya menatap percakapan Aruna dan putrinya, tentu saja hal itu membuat Surya yakin kalau gadis muda yang berdiri bersama Aruna adalah Bilqis putrinya.
"Ternyata putriku sudah dewasa, cantik dan benar-benar mirip dengan Ku." ucap Surya.
Entah berapa lama Surya menatap putrinya, pria itu ingin melangkah namun langkah kakinya benar-benar sangat berat. Bilqis yang merasa ada seseorang yang memperhatikannya gadis itu menoleh ke suatu tempat, tatapan mata Bilqis saling beradu dengan Surya. Bilqis nampak mempertajam penglihatan nya, dia melihat pria yang ada di seberang tempat.
"Mommy." Panggil Bilqis.
"Ada apa." jawab Aruna sambil mengecek barang-barang yang sudah datang ke tempatnya.
"Mom, Lihatlah ada seorang pria yang dari tadi menatap kearah kita." ucap Bilqis.
"Sudahlah sayang, mungkin mereka sedang melihat toko kita." jawab Aruna.
"Tidak Mom, kelihatannya Bilqis mengenal pria itu." jawab Bilqis.
"Sudahlah sayang, ayo kita masuk. mungkin itu salah satu pelanggan kita." jawab Aruna yang kemudian meminta para pekerja untuk membawa masuk semua keperluan yang dibeli oleh Aruna.
Bilqis terus terdiam, gadis muda itu menatap Surya dengan tatapan mata yang begitu tajam. Bilqis terus mengingat siapa pria yang ada di seberang tempat itu karena sudah 10 tahun lebih mereka tidak bertemu. sedangkan Surya yang mendapat tatap-tatapan mata seperti itu seketika dia pergi dari tempat itu agar tidak dicurigai oleh Bilqis.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu