
* Satu Minggu kemudian *
BRAKKK....
BRAKKK...
"Aaaaaaa!!!!" teriak Surya.
"Tuan!" panggil anak buah Surya.
"Kemana wanita itu pergi!" seru Faisal.
"Kau tenang saja, Surya." ucap Bu Yanti.
"Diam kau!!" seru Surya.
"Kenapa kau harus marah padaku?!" bentak Bu Yanti.
"Kau ini, dasar wanita tidak tahu diri!" seru surya.
"Berani sekali kau berteriak padaku, Surya!" teriak Bu Yanti.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh berteriak padamu?" tanya surya yang membuat Bu Yanti terdiam.
"Dasar kau pria tidak tahu diri!!" bentak Bu Yanti.
PKAKK...
satu tamparan langsung mendarat di pipi Bu Yanti ketika wanita itu menghina Surya dengan kata-kata yang begitu menyebalkan.
"Kau harus ingat dengan semua peringatanku ini, jangan berani membentakku, jangan berani menghinaku dan jangan berani melakukan sesuatu yang membuatku murka, jika kau melakukan itu maka kau akan tahu sendiri akibatnya. Aku tidak suka dibentak, Aku tidak suka dilawan." ucap Surya.
Terlihat Bu Yanti memegang pipinya, satu tamparan dari Surya itu benar-benar begitu keras.
"Lihat saja, aku pasti akan melakukan sesuatu untuk melawanmu. aku pasti akan membalas semua yang kau lakukan ini." guman Bu Yanti dalam hati. terlihat wanita tua itu sudah sangat kesal karena terus dipermainkan oleh Surya.
Apa yang terjadi dulu Surya benar-benar begitu menyukai Bu Yanti dengan semua ke erotisan nya. sekarang pandangan Surya benar-benar sudah beralih pada Aruna, pria itu seperti pria gila yang tidak akan pernah melepaskan wanita itu. Surya benar-benar sudah jatuh cinta seperti orang gila yang sudah menyukai Aruna dengan semua kecantikan wanita itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kau inginkan, Surya. lihat saja aku pasti akan membalasmu, kau menjanjikan sesuatu, kau menjanjikan harta melimpah padaku hingga aku menghianati suamiku." guman Bu Yanti dalam hati.
Kebodohan Bu Yanti sendiri, ketika wanita itu menghianati kakek Fajar dan berhubungan dengan Surya. kekayaan yang melimpah diberikan oleh kakek Fajar ternyata tidak mampu membuat Bu Yanti setia kepada kakek Fajar. Wanita itu sudah terjerat dengan semua tipu daya Surya.
"Pergi dari sini, Jika kau tidak pergi dari sini aku pasti akan memberikanmu tamparan yang lebih keras!!" seru Surya.
"Dasar pria brengsek!" ucap Bu Yanti yang kemudian pergi meninggalkan Surya.
Seorang wanita muda nampak mendekati Surya, dia tidak lain adalah Wati.
"Sayang...," manja Wati.
"Diam, kau sama saja!!" teriak Surya.
Seketika Wati langsung terdiam, wanita itu sangat ketakutan dengan sikap Surya.
"Sayang...," panggil Wati.
"Pergi kau dari sini!!" teriak surya yang membuat Wati langsung pergi dari tempat itu.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Wati, karena dia benar-benar sangat ketakutan dengan Surya. Satu bantahan yang keluar dari mulut Wati akan membuat wanita itu mendapatkan siksaan yang bertubi-tubi.
"Dasar pria brengsek, berani sekali kau melakukan hal itu padaku. aku selalu melayanimu dengan semua keinginanmu, aku benar-benar tidak habis pikir kenapa kau selalu membuat orang-orang yang ada di sekitarmu ini menderita, lihat saja aku pasti akan menaklukan kamu. aku pasti akan membuatmu tunduk padaku aku akan membuatmu melupakan wanita itu." guman Wati dalam hati.
"Apakah kalian sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan saudaraku itu?!" teriak Surya.
"Tidak, kami belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan Bos Surya, tapi salah satu anak buah kami pernah melihat kalau Nyonya Aruna berada di salah satu rumah sakit yang jauh dari tempat ini." jawab anak buah Surya.
"Cari tahu informasi mengenai wanita itu, karena aku harus segera mengambil putriku Apapun yang terjadi." ucap Surya yang membuat anak buahnya langsung pergi dari tempat itu.
Satu kata yang bisa diucapkan oleh Surya, dia pasti akan mendapatkan Arun apapun yang terjadi.
Terlihat seorang wanita dari tadi memperhatikan Apa yang sedang dilakukan oleh surya dan anak buahnya. tatapan matanya benar-benar menunjukkan kalau wanita itu harus mengetahui apa yang dilakukan oleh Surya dan anak buahnya.
"Apa yang sedang dipikirkan pria itu?" tanya Bu Yanti dalam hati. Wanita itu tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada Faisal atau suaminya.
"Aku harus menemukan Faisal dan suamiku terlebih dahulu, Aku tidak akan membiarkan pria itu mendapatkan informasi mengenai pria itu. aku harus segera ke rumah sakit, Aku harus segera mendapatkan informasi mengenai wanita itu." guman Bu Yanti yang kemudian pergi ke rumah sakit yang sudah dibicarakan oleh anak buah Surya.
Akhirnya Bu Yanti pergi ke rumah sakit yang dikatakan oleh anak buah Surya, dia harus segera mendapatkan informasi mengenai keberadaan Faisal dan sang suami. langkah Bu Yanti berjalan begitu terburu-buru, dia tidak ingin anak buah Surya mengetahui keberadaan suaminya. terlihat Bu Yanti sudah berada di rumah sakit, dia harus mencari di mana keberadaan Aruna biasanya ke rumah sakit.
Sekitar 1 jam Bu Yanti mencari informasi yang ada di tempat itu, dia benar-benar sangat kebingungan karena dia dia belum mendapatkan apapun juga. saat langkah kakinya hendak memasuki sebuah ruangan tiba-tiba saja Bu Yanti melihat sesuatu yang benar-benar begitu membuatnya terkejut. dia melihat suaminya berada di rumah sakit itu.
"Suamiku." ucap Bu Yanti yang melihat suaminya berada di rumah sakit, dia melihat kakek Fajar sedang memeriksakan dirinya sudah 1 minggu ini.
"Bagaimana, Apakah kau sudah merasakan sesuatu?" tanya Dokter kepada kakek Fajar.
"Aku sudah bisa berbicara dok, itu lebih baik daripada keadaanku yang sebelumnya." jawab kakek Fajar.
"Putra mu itu sudah memberikan racun yang begitu mengerikan di tubuhmu, jika kau bisa melawannya maka kau bisa sembuh secepatnya. ini sudah satu minggu lebih sekarang kau sudah bisa mengalami kemajuan pada kesehatanmu." ucap dokter tua yang seumuran dengan kakek Fajar.
"Kau benar, Lihatlah aku sekarang bisa berbicara beberapa waktu yang lalu. aku benar-benar tidak bisa bicara, Memangnya apa yang diberikan oleh Putraku itu?" tanya kakek Fajar kepada dokter yang merawatnya.
"Obat yang diberikan oleh putramu adalah obat lumpuh saraf, karena hal itu sedikit demi sedikit saraf yang ada di tubuhmu melemah." jawab dokter.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau Putraku berusaha untuk membunuhku, Aku benar-benar tidak pernah mengira dia akan melakukan hal itu." ucap Kakek Fajar.
Sesaat kemudian terlihat Faisal dan Aruna sudah memasuki ruangan tempat kakek Fajar mendapatkan pengobatan.
"Bagaimana dokter, Bagaimana kondisi Ayahku?" tanya Faisal.
"Kondisi ayahmu ada kemajuan yang sangat besar, kau Tenang saja." Jawab dokter.
"Aku sangat bersyukur karena Ayah sudah mengalami kemajuan seperti ini, Ayah harus selalu optimis untuk mendapatkan kesehatan Ayah." ucap Aruna yang membuat kakek Fajar tersenyum.
Bu Yanti yang melihat interaksi itu hatinya begitu tersentak. "Seandainya aku tidak melakukan kebodohan itu mungkin saja sekarang aku sudah bahagia dengan suamiku bersama dengan orang-orang yang bisa menghargai ku. tidak seperti surya yang telah membuatku menjadi sampah seperti ini." ucap Bu Yanti yang terlihat meneteskan air matanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu