
PRANGGG..
Bunyi gelas yang di banting Helena.
"Brengsek, brengsek!!!!" teriak Helena.
"Tenanglah, Helena." pinta Bu Yanti.
"Bagaimana bisa aku tenang, wanita itu benar-benar sangat menyebalkan. Aaaaa!!!!" suara teriakan Helena kembali.
"Aku tahu, tapi kau harus tenang. kita harus menyingkirkan wanita itu. kalau kau seperti ini maka kau akan hancur sendiri." ucap Bu Yanti
"Kenapa wanita itu tiba-tiba bersikap begitu tenang, padahal yang aku tahu kalau dia tidak percaya kalau suaminya adalah pria baik-baik. namun mengapa sekarang dia malah bersikap seperti itu." ucap Helena.
"Pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti itu." jawab Bu Yanti.
"Aku harus menghancurkan wanita itu, Aku tidak ingin wanita itu tetap bersama dengan Faisal." ucap Helena.
"Kau tenang saja, kita akan membuat wanita itu merasakan apa yang pantas dia rasakan. tapi untuk saat ini kita harus mencari tahu mengenai apa yang sedang dipikirkan oleh Faisal dan ayahnya." jawab Bu Yanti.
"Kau ini bagaimana sih, kau hanya tinggal menghasut suamimu agar dia mau menikahkan putranya denganku. begitu saja kau tidak bisa!" bentak Helena kepada Bu Yanti.
"Kau kira mudah melakukannya, pria tua itu sangat susah diajak bicara. entah apa yang membuatnya seperti itu, dulu kalau aku meminta sesuatu atau aku merengek akan sesuatu dia selalu menurut padaku. tapi sekarang pria tua itu bahkan tidak menghiraukan ku, dia lebih menghiraukan wanita itu dan putrinya." jawab Bu Yanti.
"Kau itu yang bodoh karena kau tidak bisa membuat suamimu berpihak padamu!" teriak Helena.
"Kau ini benar-benar wanita sinting, kau kira aku tidak melakukan apapun untukmu. Kau selalu mengancamku dan mengancamku, kau kira aku ini wanita yang tidak punya pekerjaan atau kau kira aku ini wanita yang mudah kau bodohi!!" teriak Bu Yanti kepada Helena.
"Tentu saja kau adalah wanita bodoh, kalau kau tidak bodoh kau tidak akan kehilangan semua kepercayaan suamimu." jawab Helena.
Pertengkaran dua wanita itu nampak terus bergulir, sesaat kemudian orang tua Helena sudah kembali dari perusahaan mereka.
"Helena, apa yang sudah kau lakukan!!" teriak orang tua Helena.
"Memangnya ada apa Yah, Kenapa kau pulang tiba-tiba marah." jawab Helena.
"Seharusnya Ayah yang bertanya padamu, Apa yang telah kau lakukan kepada keluarga itu? memangnya apa yang membuat mereka sekarang berbalik melawan ku!!" teriak Ayah Helena.
"Memangnya apa yang telah aku lakukan?" tanya Helena dengan suara yang begitu keras.
"Fajar tadi mengancamku, jika aku tetap membantumu jadi jangan salahkan pria tua itu jika dia akan merampas seluruh perusahaan yang sudah dia bantu. apa kau tidak tahu kalau beberapa perusahaan ku itu bekerja sama dengannya! kau ini bagaimana sih!!" teriak Ayah Helena.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Ayah! kenapa juga kau harus bekerja sama dengannya, itu namanya ayah masuk jebakan pria tua itu." jawab Helena.
"Aku tidak mau tahu, jika kau berusaha berbuat macam-macam.., Aku minta kau untuk berpikir dua kali. aku tidak ingin perusahaan ku ini hancur karena kebodohan mu itu!!" seru Ayah Helena.
"Kebodohanku yang mana Ayah? kebodohanku karena aku melakukan semua perintah ayah?" tanya Helena dengan nada yang sangat keras.
PLAKK...
satu tamparan langsung melayang ke arah Helena.
"Apa maksudmu Helena?!" seru Ayah Helena.
"Waktu itu kau bilang kalau aku harus menggoda salah satu putra tuan Fajar. jika aku bisa melakukannya maka seluruh kekayaan pria tua itu akan menjadi milik kita, aku bertanya kepada ayah Memangnya kekayaan kita kurang. hingga aku harus melakukan hal itu, Aku tidak mau karena aku masih ingin bersenang-senang tapi ayah selalu mengatakan kekayaan kekayaan dan kekayaan!" teriak Helena dengan suara yang begitu keras. serasa otot-otot yang ada di wajah Helena sudah keluar semua.
"Lepaskan pria itu, jika tidak aku akan membunuhmu!!" bentar ayah Helena.
"Aku tidak peduli dengan kata kamu Ayah, Kau kira aku ini anak kecil yang bisa kau ancam!" jawab Helena.
Bu Yanti dan ibu Helena nampak menatap dua orang yang sedang bertengkar itu, ayah dan anak itu masih tetap ngotot pada pendirian mereka masing-masing.
"Kalau kau masih bersikukuh dengan semua keinginanmu itu, Lebih baik kau keluar dengan wanita itu. dasar kalian ini sama sama-sama wanita kurang ajar, sama-sama tidak bermoral!!" seru Ayah Helena.
Bu Yanti yang Mendengar hal itu tentu saja Wanita itu sudah naik pitam.
"Apa maksudmu Dayat, apa yang kau katakan tadi? kau bilang Aku ini wanita murahan tidak bermoral. Apakah kau sudah bosan denganku? Sudah berapa kali aku melayanimu, sudah berapa kali kau menyentuh tubuhku ini!!" teriak bu Yanti dengan suara yang begitu keras.
Isteri Pak Dayat nampak menatap suaminya, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau suaminya dan istri dari Kakek Fajar berselingkuh di belakang wanita itu.
"Apa maksudmu Yanti?!" teriak Ibu Helena.
"Benar, apa kamu tahu kalau selama ini suamimu itu sudah berselingkuh dengan ku. kami saling berhubungan, bercinta, bermalam berdua bahkan Kalau suamimu keluar kota dia selalu mengajakku!!" seru Bu Yanti.
Dalam sekejap mata istri Pak Dayat begitu terkejut dengan pengungkapan rahasia Bu Yanti.
"Apakah benar yang dikatakan oleh wanita itu suami Ku?!" teriak istri Pak Dayat.
"Dia itu berbohong, wanita itu adalah wanita ular, jangan kau percaya kata-katanya. Sudah berapa pria yang sudah dia incar, sekarang dia hampir kehilangan suaminya karena hal itu dia ingin mengambil ku darimu. Jangan percaya dengan semua kata-katanya. wanita ular ini adalah wanita brengsek!!" seru Pak Dayat.
"Benarkah, jika aku brengsek kau juga adalah pria brengsek. kau telah menghianati istrimu, kau tidur denganku berulang kali, kau menyentuhku sudah berapa ratus kali, Dayat?!" seru Bu Yanti.
Isteri Pak Dayat benar-benar sangat terkejut, wanita itu tidak pernah percaya kalau hari ini dia mengetahui bahwa suaminya telah berselingkuh di belakangnya.
"Aku tidak pernah mengira suamiku, kalau kau akan melakukan hal ini. aku lebih memilih mu, mengorbankan seluruh kehidupanku untukmu, Apakah ini balasannya untukku? kau telah membuatku kecewa, kau membuatku benar-benar tidak bisa melupakan semua penghianatan ini!!" teriak isteri Pak Dayat.
"Kau jangan percaya kata-kata wanita ular ini, dia adalah wanita murahan, begitu banyak pengusaha yang sudah menjadi korbannya. dia menghancurkan rumah tangga mereka hingga tidak tersisa. Jika kau percaya dengan wanita ini maka kau akan hancur seperti wanita-wanita yang lain!!" seru Pak Dayat.
Bu Yanti nampak tersenyum dengan semua yang dia katakan, wanita itu terpaksa membongkar semua aib Pak Dayat karena pria itu terus menghinanya tanpa henti.
"Aku benar-benar tidak akan pernah mengira kalau kau sudah menghianatiku, suamiku!!" seru istri Pak Dayat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu