
"Aaaaaaa!!!!" teriak Aruna.
"Ada apa sayang?" tanya Faisal.
"Mas...,sakit..," rintih Aruna.
Di depan sebuah kantor polisi terlihat Rudi menghentikan mobilnya.
"Ada apa Mas?" tanya Rudi kepada Faisal.
"Faisal, isterimu." ucap Bu yanti.
Kakek Fajar yang melihat hal itu tentu saja pria itu tahu kalau ada yang terjadi dengan kandungan menantunya itu. beberapa polisi yang sedang berjaga di depan kantor polisi nampak mereka menatap sebuah mobil yang tiba-tiba menghentikan lajunya dan seseorang yang berteriak di dalam mobil itu.
"Ada apa Pak?" tanya salah satu petugas polisi yang sudah menghampiri mobil Faisal.
"Maaf pak polisi, Isteri saya sedang kesakitan, Istri saya sedang terluka." jawab Faisal.
Di sebuah tempat yang agak jauh terlihat Surya meminta anak buahnya Untuk menghentikan laju mobilnya,
"Hentikan mobilnya!!" seru Surya. pria itu menatap Faisal yang sudah keluar dari mobil dan mendekati Pak polisi.
"Apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya anak buah Surya.
"Tentu saja kita harus mundur, kalian ingin ditangkap oleh polisi." jawab Surya yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera mundur. Surya yang melihat hal itu tentu saja dia akan melakukan sesuatu. "Kita harus segera pergi untuk menyelamatkan diri kita, jika para polisi itu menghampiri kita mereka akan menangkap kita." perintah Surya yang membuat anak buahnya langsung pergi dari tempat itu.
"Untuk saat ini kau bisa bernapas lega, Faisal. tapi lihat saja aku pasti akan mendapatkan putriku dan wanita itu." guman Surya dalam hati.
Terlihat Faisal menatap istrinya, ada cairan merah yang sudah keluar diantara kedua kaki Aruna.
"Perutku sakit Mas." ucap Aruna.
"Pak kita bawa saja istri bapak ini ke rumah sakit, tidak jauh dari tempat ini ada rumah sakit." ucap salah satu petugas polisi.
"Baik Pak." jawab Faisal.
Salah satu petugas kepolisian itu membawa Faisal yang sedang menggendong istrinya ke rumah sakit yang tidak jauh dari kantor polisi. Faisal benar-benar begitu kebingungan, wajah istrinya begitu pucat. ada sesuatu yang membuat jantung Faisal terasa terhenti.
Sekitar 5 menit kemudian Faisal yang diantar oleh pak polisi sudah sampai di rumah sakit.
"Dokter, dokter tolong!!" teriak Faisal.
Salah satu petugas polisi langsung meminta bantuan kepada salah satu dokter untuk segera merawat seorang wanita yang dari tadi terus kesakitan. seorang dokter wanita sudah berada di sana.
"Bawa ranjang dorong!!" seru Dokter wanita.
"Dokter, Tolong istriku!!" seru Faisal.
"Tenang saja Tuan, kami akan merawatnya." jawab sang dokter.
Kedua kaki Faisal terasa lemas, jantungnya berdebar begitu kencang. Dia benar-benar merasakan sesuatu yang begitu sakit saat melihat cairan merah sudah keluar dari tubuh istrinya.
"Tuan ada apa?" tanya salah satu polisi kepada ada Faisal.
"Tadi ada beberapa perampok yang berusaha merampok kami, pak. dia terus mengejar kami, menabrak mobil kami berulang kali hingga mobil bagian belakang saya rusak." jawab Faisal.
"Kalian dari mana?" tanya Dokter.
Faisal menceritakan sebuah kronologi kepada salah satu polisi, namun pria itu tidak menceritakan mengenai Surya. sekitar Tiga jam kemudian dokter Wanita itu sudah keluar.
"Dokter." Panggil Faisal.
Raut wajah yang begitu tidak diinginkan oleh Faisal nampak terlihat di wajah sang dokter.
"Dokter, Bagaimana kondisi istri saya? bagaimana kondisi anak saya?" tanya Faisal kepada sang dokter.
"Tak ada kata yang keluar dari mulut sang Dokter, wanita itu nampak terdiam. sesaat kemudian Dokter wanita itu menghela nafasnya sedikit kasar.
"Maafkan saya Tuan, saya harus menyampaikan berita yang sangat menyedihkan ini.":jawab Dokter wanita.
"Ada apa dokter?" tanya Faisal kembali.
"Isteri anda dalam kondisi baik-baik saja, namun bayi yang ada di kandungan isteri anda tidak dapat kami tolong." jawab sang dokter.
ZDARRRR..
"Ya Tuhan...,apa ini. mengapa kau berikan aku cobaan seperti ini." ucap Faisal sembari mengusap wajahnya dengan begitu kasar.
"Bagaimana kondisi istri saya, dokter?" tanya Faisal.
"Kondisi isteri anda sangat lemah, tuan. perlu beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya." jawab Dokter wanita.
Faisal benar-benar tidak bisa menerima semua kejadian ini, apa yang akan terjadi kepada istrinya Jika dia mengetahui kalau bayi yang ada di kandungannya itu sudah pergi meninggalkan mereka.
"Apa yang harus aku katakan kepada isteriku." ucap Faisal yang terduduk di lantai rumah sakit.
"Tuan, tuan harus kuat. jangan sampai Anda lemah, anda harus menjadi kekuatan untuk isteri anda jika dia sudah sadar." ucap salah satu polisi yang sudah menolong Faisal.
Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Faisal, dunianya terasa hancur, kebahagiaan yang baru akan dia dapatkan ini juga sudah hancur karena ulah Surya.
* Satu jam kemudian *
Terlihat Surya terduduk dilantai rumah sakit, kepalanya tertunduk begitu lemah. kakek Fajar dan yang lain sudah berada di sana, Rudi mendorong kursi roda milik kakek Fajar. 1000 pertanyaan keluar dari pikiran ketiga pria itu saat mereka menatap Faisal dengan tatapan mata yang penuh kesedihan.
"Apa, apa yang harus aku lakukan." guman Faisal dalam hati.
"Faisal." Panggil kakek Fajar kembali.
Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Faisal, pria itu sudah tenggelam didalam kesedihannya yang begitu dalam. kebahagiaan nya sudah hancur, kenangan manis itu sekarang sudah hilang. istrinya masih belum sadarkan diri.
"Faisal." Panggil kakek Fajar untuk yang ketiga kalinya. terlihat Faisal mendongakkan kepalanya, pria itu menatap ayahnya yang sudah berada di depannya. Faisal langsung menangis tersedu-sedu di pangkuan sang ayah.
"Aku benar-benar tidak bisa berpikir, Ayah. apa dosaku apa yang telah aku lakukan." ucap Faisal.
"Ada apa Faisal?" tanya kakek Fajar yang terlihat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh putranya.
"Tuhan telah mengambil anakku, Ayah. Tuhan telah mengambil anakku." jawab Faisal dengan suara yang begitu sedih.
Kakek Fajar yang Mendengar hal itu tentu saja pria itu juga begitu sedih, dia benar-benar tidak bisa mengungkapkan perasaannya kali ini. dunianya benar-benar sudah hancur karena ulah Surya.
"Pak Faisal." Panggil salah satu perawat.
Faisal mendongakkan kepalanya dan menatap si perawat.
"Isteri anda sudah sadar." jawab perawat.
Faisal langsung berdiri, pria itu mengusap air matanya dan memasuki kamar sang istri. Saat memasuki ruangan itu terlihat tatapan mata Faisal benar-benar begitu sedih. nampak Aruna menatap ke sebuah tempat yang entah ke mana, tatapan matanya begitu kosong.
"Sayang." Panggil Faisal.
"..." tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Aruna.
"Sayang." Panggil Faisal kembali.
Terlihat Aruna menoleh, dia menatap sang suami dengan tatapan mata yang begitu Itu menyedihkan. tiba-tiba saja Aruna langsung menangis ketika dia melihat sang suami.
"Sayang." ucap Faisal.
"Hik...hik..," tangisan Aruna benar-benar pecah ketika suaminya sudah berada disampingnya. suara tangisan yang begitu keras keluar dari mulut Aruna hingga membuat Faisal juga meneteskan air matanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu