
BRAKKK...
"Aaaa!!!" teriak Helena.
"Ada apa, Helena?" tanya ayah Helena.
"Aku marah, ayah!!" seru Helena.
"Memangnya ada apa?" tanya ayah Helena.
"Faisal, Faisal tidak mau menikahiku!!" teriak Helena.
"Ternyata cuma itu." jawab ayah Helena.
"Kenapa ayah mengatakan hal itu?!" seru Helena.
"Seharusnya kau tenang saja, aku pasti membuat Faisal menikahimu." jawab ayah Helena.
"Tapi, ayah!" seru Helena.
"Tenanglah." jawab ayah Helena.
"Jika Faisal tidak mau menikah denganku, akan ku pastikan wanita itu menderita!" seru Helena yang begitu marah.
Di tempat lain terlihat seorang pria sedang menelepon salah satu anak buahnya.
"Bagaimana, apakah kau sudah mendapat informasi mengenai anakku?" tanya Surya.
"Kami belum bisa mendapatkan informasi Itu, Tuan. Entahlah kami belum mendapatkan keberadaan anak Tuan." jawab anak buah Surya.
"Bagaimana bisa kalian tidak mendapatkan keberadaan anakku, seharusnya kalian sudah mendapatkan keberadaannya." ucap surya yang terlihat begitu kebingungan.
Fokus Surya saat ini adalah untuk mencari keberadaan anaknya, dia harus secepat mungkin mengetahui Di mana keberadaan anaknya itu.
"Aku harus mendapatkan hati ayah dan aku harus mendapatkan kepercayaan pria tua itu seutuhnya. jika sampai seluruh kekayaan dialihkan ke tangan Faisal maka anak keturunan ku tidak akan mendapatkan apapun. biarpun anak itu hasil dari hubungan gelap ku, aku yakin ayah akan menerimanya." ucap Surya. begitu banyak pemikiran yang ada dipikiran Surya, pria itu mencoba mencari tahu mengenai Apa yang harus dilakukan. apalagi sekarang Surya sudah mendapatkan kabar kalau salah satu wanita yang selalu bersamanya sudah mempunyai anak. itu berarti Surya bisa mendapatkan jalan untuk merebut hati Ayahnya.
"Aku harus mencari tahu Dimana keberadaan anakku, jika dia benar-benar sudah diambil oleh seseorang Maka aku harus mendapatkannya. aku tidak peduli harus membayar berapa mahal, tapi dengan mendapatkan anak itu maka aku akan mendapatkan kepercayaan Ayah seutuhnya." guman Surya dalam hati.
Begitu dekat jarak antara surya dan putrinya, namun sikap angkuh dan arogan nya membuat Bilqis tidak akan mau menerima pria itu menjadi ayahnya.
"Kau sedang apa Bilqis?" tanya seorang pria kepada Bilqis.
"Aku sedang menggambar, Paman." jawab Bilqis.
"Kenapa kau memanggilku Paman, seharusnya kau memanggilku dengan panggilan kakek." ucap Paman Hadi.
"Sebenarnya aku mau memanggilmu dengan sebutan itu juga, tapi aku takut kalau paman akan marah saat aku memanggil Paman dengan sebutan itu." ucap Bilqis.
"Kenapa harus marah, aku senang kalau kau memanggilku kakek, karena dulu Kakek juga mempunyai cucu seusiamu. tapi karena kebodohan kakek Hadi anak Kakek meninggalkan kakek." ucap Paman Hadi.
"Baiklah kalau begitu, Bilqis akan memanggil kakek juga kepada kakek Hadi, boleh kan?" tanya Bilqis.
"Tentu saja." Jawab Paman Hadi.
Tatapan mata kakek Fajar menatap Bilqis yang sedang bercanda gurau dengan paman Hadi. pria tua itu merasa dunianya sudah berubah, ada kebahagiaan ketika dia sudah membawa Aruna dan putrinya.
"Kakek, Panggil Aruna.
"Aruna, ada apa?" tanya Kakek Fajar.
"Oh ya kek, aku harus keluar sebentar untuk mencari beberapa keperluanku. aku akan meninggalkan Bilqis di sini." ucap aruna.
"Ya sudah kalau begitu, keluarlah. nanti kalau bisa kamu Tolong temui Faisal di perusahaan." pinta kakek Fajar.
"Memangnya apa yang harus aku lakukan di sana kek?" tanya Aruna.
"Nanti kamu akan tahu, karena tadi Faisal meminta tolong sama kakek." jawab kakek Fajar.
Akhirnya Aruna pergi meninggalkan rumah Kakek Fajar. terlihat Wanita itu sudah membawa beberapa barang, langkah kaki Aruna sudah keluar dari kediaman besar itu, dia membawa motor matic yang sudah dibelikan oleh kakek Fajar.
"Dia adalah wanita yang harus kita singkirkan sesuai perintah dari nona Helena." ucap salah satu pria.
"Apakah kau yakin?" tanya pria lain.
"Lihatlah fotonya, kita sudah mengikutinya semenjak keluar dari rumah tuan Fajar." jawab Si pria.
4 pria itu menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu tajam. Aruna masih belum mengetahui siapa orang-orang itu, dengan begitu santainya Aruna keluar dari toko peralatan sehari-hari itu. dia menenteng satu tas plastik belanjaan nya.
"Semuanya sudah sesuai kebutuhan, pesanan Bilqis juga sudah masuk. sekarang aku harus ke kantor Mas Faisal sesuai perintah kakek." ucap Aruna yang terlihat memakai helm dan melajukan motornya.
Di sepanjang jalan ke 4 pria itu sudah mengikuti Aruna, saat berada di jalan yang agak sepi terlihat keempat pria yang membawa mobil itu langsung menyalip Aruna.
CITTT....
Aruna mengerem motornya. tatapan matanya menatap sebuah mobil berwarna silver yang sudah memotong jalannya.
"Siapa sih mereka, Kenapa mereka tiba-tiba saja memotong jalan seperti itu." guman Aruna.
Tatapan mata Aruna menatap mobil berwarna silver, sesaat kemudian salah satu pria yang ada di dalam mobil itu nampak keluar dan berjalan mendekati Aruna.
"Kita singkirkan wanita ini secepatnya, jangan sampai wanita ini bisa kembali!!" seru si pria.
Teman-teman si pria langsung keluar, Aruna yang mendengar perkataan pria itu tentu saja dia sangat terkejut.
"Siapa Kalian!!" teriak Aruna.
"Tidak usah tahu siapa kami, tugas kami adalah untuk melenyapkan mu." jawab si pria.
Kae-4 pria itu langsung mendekati Aruna, sedangkan Aruna sendiri terlihat wanita itu langsung mematikan mesin motornya.
"Apa mau kalian?" tanya Aruna kepada ke empat pria.
"Kami ingin nyawamu!" jawab si pria.
"Oooo.., nyawaku." jawab Aruna.
"Tentu saja aku menginginkan nyawamu!!" teriak ke-4 pria.
"Jika kalian menginginkan nyawaku, maka cobalah lakukan apa yang ingin kalian lakukan. jika kalian tidak bisa melakukan hal itu maka kalian lah yang akan kehilangan nyawa kalian." jawab Aruna.
Senyum mengejek nampak terlihat di wajah empat pria itu.
"Kau kira kau bisa melakukan hal itu pada kami, Coba saja lakukan. Kami tidak akan mundur, Kau harus tahu semua wanita itu bermulut besar!!" seru si pria.
Aruna menata barang-barang belanjaannya, dia nampak melepas jaket yang dia pakai. "Apakah kalian jago beladiri?" tanya Aruna.
Tak Ada jawaban dari keempat pria itu, sesaat kemudian terlihat Aruna langsung melakukan sesuatu kepada ke-4 pria itu.
"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melukaiku, Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun berusaha untuk menyentuh ku!!" seru Aruna.
Salah satu dari 4 pria itu langsung mendekati Aruna, mereka akan melakukan sesuatu. kelihatannya keempat pria itu akan melakukan perintah Helena, namun mereka kurang pandai berpikir karena wanita yang akan mereka Serang itu juga bisa melindungi dirinya sendiri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu