
Hari berlalu begitu cepat, terlihat sosok laki-laki tampan yang kini sedang berjuang untuk kembali hidup dengan penuh bantuan alat pernafasan.
Beberapa tahun pria ini koma, pria koma ini berada cukup jauh dari negeri Indonesia.
"Bagaimana kondisi pria ini dok?" Tanya seseorang kepada dokter yang sangat ia percaya sambil pandangan mata pria ini mengarah pada pria yang kini terbaring lemah ditempat tidurnya, tubuhnya terpasang selang-selang agar pria ini bertahan hidup.
"Kondisinya tubuhnya sudah baik-baik saja" timpal dokter
"Tapi kenapa dia koma sampai bertahun-tahun?"
"Ia karena terjadi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada saat itu, tapii sekarang kondisinya sudah mulai stabil hanya saja alam bawah sadar dia sudah lebih jauh menarik dia, saya sarankan coba kamu ajak saudara atau orang-orang terdeketnya untuk sering berkunjung dan mengajak dia berbicara" Jawab Dokter
"Hanya saya dok keluarganya" Jawabnya
"Hemmmm, yasudahlah kau beroda saja semoga saudaramu ini segera sadar dari komanya" Timbal dokter yang telah bertahun-tahun merawat pasien koma tersebut.
"Baiklah dok terimakasih ya setidaknya kini kondisinya sudah cukup baik"
"Ia kita berdoa saja agar saudaramu bisa kembali sadar".
Pria yang selama ini selalu dilindungi oleh saudara laki-lakinya agar dirinya tetap bisa hidup, pria ini berharap akan ada keajaiban untuk saudaranya bisa segera sadar dari koma panjangnya.
Kini kita kembali ke Negeri Indonesia hari ini telah tiba hari pentas seni yang menampilkan sosok Syakila Anantasya Dirgantara, Syakila diantar oleh Miss Dila dan supir sekolah untuk berangkat ke Bandung.
"Miss saya titip Syakila ya Mis" Ucap Sarah sambil berjabat tangan dengan Mis Dilla
"Iaa bu Sarah saya pastikan Syakila akan baik-baik saja" Jawabnya dengan memberikan senyuman yang sangat tenang
"Trimakasih Miss Dilla"
"Sama-sama Bu Sarah"
"Killa jangan nyusahin Miss Dilla ya Nak, maaf bunda gak bisa nemenin kamu, bunda ada rapat penting naaa" Ucap Sarah sambil membelai pipi manis Syakila
"Ia bunda tidak apa-apa kok" Jawab Syakila sangat paham atas situasi bundanya dan ia memberikan senyuman yang sangat manis agar sang bunda tidak merasa sedih
"Ia Miss hati-hati yaaaa" Ucap Sarah
Syakila mencium tangan bundanya dan setelah itu Sarah mencium kening Syakila
"Hati-hati ya sayang, sukses ya buat acaranya" Ucap Sarah
"Aamiin bunda doakan ya bunda" pinta Syakila
"Ia sayang, bunda selalu mendoakanmu"
"Dadahhhhhh bundaaaaaaaaaa" Syakila dan Miss Dilla masuk kedalam mobil
"Daaahhhh sayang" Jawab Sarah sambil melambaikan tangan
Kini setelah acara pamit untuk berangkat ke Bandung mobil sebagai fasilitas sekolah yang digunakan Miss Dilla dan juga Syakila berlalu dari halaman rumah Syakila Ananthasya Dirgantara.
Didalam perjalanan Syakila dan Miss Dilla ngobrol-ngobrol membahas pembahasan agar Syakila menjadi dirinya sendiri diatas panggung dan tetap menjalaninya dengan sangat santai untuk memainkan piano.
"Semoga yaaa Misa, semoga nanti aku gak deg degan diatas panggung, aku takut tanganku gemeteran Misa" Ucap Syakila
"Semangat yaaa Syakila, kamu harus optimis kamu harus semangat pokoknya" Ucap Miss Dilla
"Iaaaa miss bismillah" Jawab Syakila yang kini masih duduk dibangku kelas 5 SD
"Nanti tarik nafasss, buang nafasss, lakukan itu ya Killa, buang rasa takut kamu, buktiin bahwa kamu mampu menampilkan yang terbaik kepada semua orang dan tentunya membuat bunda kamu bangga" Ucap Miss Dilla
"Okeeew Miss Syakila akan berusaha menampilkan yang terbaik" Jawab Syakila
Setelah dirasa perjalanan ternyata lumayan lama Dilla dan juga Syakila memilih untuk tertidur didalam mobil.
****