
Pak Wiranto nampak mulai sibuk mengurus bisnisnya walaupun kini usia beliau yang sudah menginjak kepala 5 namun Pak Wiranto tetap semangat mengurus bisnisnya.
Pak Wiranto selalu berusaha kuat dan harus tetap memiliki semangat yang kuat karena ia memiliki tanggung jawab penuh akan cucu semata wayangnya. Tekat yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Pak Wiranto berlipat-lipat ganda semenjak anak semata wayangnya pergi meninggalkan dirinya karena kecelakaan naas yang telah disabotase oleh anak buah Steven, Pak Wiranto menganggap semua itu sebagai takdir dan ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya yang akan merusak karirnya yang sudah ia geluti saat usia muda.
Pak Wiranto memiliki Pabrik ikan tuna terbesar diasia, Salah satu Pemilik Perusahaan Fashion Tekstile Terbaik di Indonesia dan juga Pemilik bisnis IT dan tentunya masih banyak bisnis lain yang dikelola oleh beliau, semua itu akan ia pertahankan agar perusahaan bisnis milik pak Wiranto tetap berada diposisi kejayaannya agar kelak Rangga cucu semata wayangnya yang akan meneruskan Pak Wiranto maka dari itu Pak Wiranto sudah mengajarkan Rangga untuk menjadi anak laki-laki yang mandiri dan memperkenalkan sedikit demi sedikit mengenai bisnis.
Kini bisnis pak Wirnto begitu banyak sampai kemancanegara, begitupun dengan kolega bisnisnya. Pak Wiranto sangat melindungi Rangga cucu semata wayangnya, beliau tidak membiarkan publik mengetahui identitas Rangga Evron, tidak sembarangan orang yang mengenal cucu tunggal Pak Wiranto hanya orang-orang kepercayaan Pak Wiranto yang mengetahui identitas dan keberadaan Rangga, Pak Wiranto sangat berhati-hati karena ia tidak ingin ada seseorang yang akan mencelakai Rangga karena dunia bisnis sangat kejam segala cara kotor akan dilakukan oleh lawan bisnis untuk menjatuhkan lawan.
Disudut Ruangan Keluarga rumah pak Wiranto terlihat sosok anak laki-laki yang amat sangat tampan, ya siapa lagi jika bukan Rangga, wajahnya memang sangat tampan membuat semua orang yang melihatnya sangat senang karena ketampanan Rangga yang begitu amat memukau.
Rangga terlihat sangat murung, ia terlihat sedang melamunkan sesuatu, ia merindukan sosok Ayah dan Bunda, diusia Rangga yang saat ini seharusnya berada dekat dengan orangtuanya namun apadaya takdir telah merenggut kedua orangtuanya dalam tragedi kecelakaan naas 4 tahun yang lalu.
Kala itu sebelum insiden naas itu terjadi Rangga memohon kepada Ayah dan Bunda agar tidak pergi meninggalkan rumah, Rangga sudah mulai melihat kejadian yang akan dialami kedua orangtuanya, namun Oppa, Bunda dan Ayah tidak ada yang percaya dengan ucapan Rangga yang menurut mereka semua itu hanya halusinasi Rangga yang masih anak-anak agar tidak ingin ditinggal oleh kedua orangtuanya untuk pergi kerja.
Rangga sempat mengalami down yang luar biasa ketika mengetahui bila Ayah dan Bundanya benar-benar mengalami peristiwa naas seperti gambaran yang sekilas lewat dibenak Rangga, 2 tahun Rangga selalu dibawa ke dokter ahli psikologi untuk membantu memulihkan mental Rangga agar kembali menjadi anak yang ceria, mandiri, kuat dan bisa melupakan trauma yang dialaminya.
"Ya Allah Rangga benar-benar rindu sosok Bunda dan Ayah, tadi disekolah semua diantar oleh Ayah dan Bundanya masing-masing" Gumam Rangga dengan sangat lirih sambil memorinya mengingat teman-temannya disekolah yang nampak ceria karena begitu diperhatikan oleh kedua orangtuanya.
"Bunda.....
Ayah.......
Bisakah kalian kembali dari surga untuk menemuiku?
mengantrkanku kesekolah?
Tuhan kenapa kamu mengambil Ayah dan Bundaku?
Kenapa kamu memperlihatkan kejadian kecelakaan Ayah dan Bunda padaku?
Tapi kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk menolong Ayah Bundaku????
Rangga sangat sedih, Rangga pengen sama Bunda dan Ayah" Protes Rangga terhadap sang maha pencipta
Sangat wajar ya jika anak seusia Rangga masih amat sangat menginginkan sosok Ayah dan Bunda diusianya yang masih 7 Tahun.
Orang dewasa saja tidak sedikit yang masih membutuhkan orangtuanya, bagaimana dengan anak kecil yang sudah ditinggalkan dari usia 3 tahun?
Hayooo Reader sudah bisakah kalian membalas jasa orangtua kalian?
Sudah bisakah kalian tidak membuat orang tua kalian kesal dalam satu hari?
Jangan sia-siakan mereka, jangan sia-siakan kebersamaan yang masih bisa kalian dapatkan sebelum takdir kematian yang akan benar-benar memisahkan dan kalian menyesal karena belum bisa membuat orangtua kalian bahagia.
Tak kuasa Rangga menangis karena anak laki-laki ini benar-benar merindukan sosok Ayah dan Bunda, ia sangat ingin sekali jika ada acara sekolah ditemani oleh kedua orangtuanya seperti yang dirasakan oleh semua teman-teman disekolah.
Hari ini Pak Wiranto tidak menemani Rangga karena Pak Wiranto ada bisnis penting yang tidak bisa ia tinggalkan, begitu kumplit sudah kesedihan yang dialami oleh anak laki-laki ini, mang Asep dari kejauhan sudah melihat tuan kecilnya sedang menangis Rangga hanya meneteskan air mata tanpa mengeluarkan suara. mang Asep sangat mengerti perasaan tuan mudanya itu karena setiap ada acara sekolah jika ia tidak diantar oleh Pak Wiranto Rangga mengalami kesedihan yang sangat luar biasa.
Mang Asep berinisiatif untuk mengajak Rangga berkuda dan melakukan kegiatan yang menyenangkan agar Rangga bisa kembali tersenyum dengan ceria dan bisa melupakan kesedihannya mengenai orangtua Rangga yang telah tiada.
****