"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Menyusun Rencana Penyelamatan



"Sekali lagi saya sangat berterimakasih pak karena bapak sudah menyempatkan hadir keperusahaan saya" Ucap Rizal


"Sama-sama pak Rizal, saya sekalian ingin melihat perkembangan proyek kerjasama kita" Ujar Pak Wiranto


"Iya pak maafkan saya jika bapak masih kurang puas dengan hasil kerja sama kita" Ucap Rizal


"Tidak-tidak !, saya sangat puas dengan hasil kerja sama ini, Pak Rizal benar-benar mengingatkan saya akan seseorang" Ucap Pak Wiranto


"Wahhh yang benar bapak?" Tanya Rizal


"Ia betul, orang tersebut berasal sama seperti kita, ia dari Indonesia pengusaha muda yang sangat sukses, hemmmm namun sayang beliau sudah meninggal" Ucap Pak Wiranto


"kalo boleh tau siapa pak?" Tanya Rizal


"namanya Alfian Dirgantara anak dari Surya Dirgantara" Ucap Pak Wiranto


Seketika Rizal yang sedang meminum minumannya langsung keselek mendengar kedua nama yang amat sangat ia sedang fikirkan saat ini


"Ekhemmmm" Rizal mulai mengembalikan suaranya "Mohon maaf pak saya tidak sengaja keselek" Ucap Rizal


"Ia Pak tidak apa-apa" Ucap Pak Wiranto


"Nampaknya bapak sangat dekat dengan orang tersebut?" Tanya Rizal


"Ia kami sangat dekat, Surya adalah teman sekolah saya sementara Alfian saya mengenalnya sangat dekat, saya tidak menyangka jika Tuhan mengambilnya dengan sangat cepat, saya juga sudah berusaha untuk membantu mencari Surya namun tidak ketemu sampai sekarang" Ucap Pak Wiranto


"Om Rizal...." Tanya Rangga yang sejak dari tadi duduk disebelah Oppanya


"Ia ada apa ngga?" Tanya Rizal


"Aku melihat om sedang memikirkan Om Alfian dan yang satunya sosok bapak-bapak itu siapa?, sepertinya saya tidak asing" Ucap Rangga sangat santai


"Wahhh kok dia bisa tau" Ucap Rizal didalam hatinya


"Kamu kenal sama Alfian zal?" Tanya Pak Wiranto


"Ia Pak saya dan Alfian sudah kenal sejak lama saat kami latihan bersama dibelanda" Ucap Rizal


"Erdo?" Tanya Pak Wiranto


"Kok bapak bisa kenal dengan papi Erdo?" Tanya Rizal


"Ya jelas saya kenal, dia teman sekolahku dulu" Ucap Pak Wiranto


"Jadi siapa bapak itu? bapak yang sedang om fikirkan?" tanya Rangga masih dengan pertanyaan yang sama


"Iya ngga itu ayahnya Alfian Dirgantara" Ucap Rizal ia mulai merasa tidak ada salahnya membahas dengan Pak Wiranto dan juga Rangga


Jleppppppppppppppp


Dug Dugggg Dugggg Dugg Dag Digggggg Dugggggggg


Rangga seperti terkena serangan petir yang sangat dahsyat kini ia baru mengetahui wajah yang selama ini datang dalam mimpinya adalah kakek dari adik kecilnya Syakila Ananthasya Dirgantara, Rangga benar-benar merasa bersalah karena telah mengabaikan tanda itu.


"Kamu kenapa ngga?, kok kayak syok gitu?" tanya Pak Wiranto


Tingkah Rangga benar-benar membuat Pak Wiranto dan juga Rizal semakin penasaran dan ingin tau alasan dari sikap anak remaja ini.


"Kenapa ngga?" Tanya Oppa Wiranto dengan sangat panik dan penasaran


"Oppa inget gak dari semenjak kita nginep dirumah Syakila mungkin sekitar 6 tahun yang lalu" Ucap Rangga berusaha menceritakan kronologis dari awal


"Wahhh berarti mereka berdua memang sudah sangat dekat dengan keluarga Al" Ucap Rizal didalam hatinya


"Iaaa emang aku dekat om dengan keluarga om Alfian" Ucap Rangga yang benar-benar membuat Rizal sangat terkejut


Rizal langsung menatap intens Rangga yang benar-benar tau isi fikirannya.


"Sudah-sudah lanjutkan ceritamu ngga" Ucap Pak Wiranto


"Iaa Oppa dari semenjak itu Rangga sering didatangi wajah kakeknya Syakila meminta tolong Oppa" Ucap Rangga dengan sangat sedih


"Kenapa kamu gak bilang dari duluuuuuu Ranggaaaaaaaaaa" Teriak Oppa Wiranto


"Rangga minta maaf oppa, Rangga gak tau kalau itu Oppanya Syakila" Ucap Rangga meminta maaf menyesali karena dirinya sangat terlambat sadar.


"Apa yang kamu lihat lagi, bagaimana kondisinya?" Tanya Pak Wiranto


"Kondisinya sangat parah Oppa, Pak Surya benar-benar diperlakukan sangat tidak layak, ia benar-benar ditahan didalam penjara yang sangat jauh keberadaannya, begitu banyak lorong sehingga sulit untuk siapa saja menemukan keberadaannya, setiap hari yang aku lihat beliau selalu disiksa dan diberikan makanan yang sangat tidak layak" Ucap Rangga menceritakan memory-memory yang pernah singgah dimimpinya mengenai kakek dari Syakila dan juga Anggara.


"Saya baru saja mendapatkan informasi bahwa Pak Surya disekap, kabar ini baru saya terima pagi tadi sebelum bertemu dengan Pak Wiranto dan juga Rangga" Ujar Rizal


Tentunya tatapan mereka bertiga sekarang sudah saling tatap membahas Pak Surya ayah dari Alfian Dirgantara yang sudah lama sekali menghilang dari peradaban.


"Berani sekali orang itu, jika Alfian masih ada pasti ia tidak akan tinggal diam" Ucap Pak Wiranto dengan sangat marah


"Sayapun tidak akan tinggal diam" Ucap Rizal dengan tatapan yang sangat murka ingin menghabisi semua dalang yang telah terlibat menyekap Pak Surya selama kurang lebih 13 tahun.


"Saya juga tidak akan tinggal diam" Ucap Rangga dengan sangat murka


"Tailan Ucap Rizal


Rangga dan Pak Wiranto langsung menatap mata Rizal


"Ya benar Tailan saya mendapat informasi dari rekan saya bahwa Pak Surya disekap di Tailan" Ucap Rizal sambil menunjukan tabletnya yang berisikan informasi mengenai keberadaan Pak Surya.


"Sialannnnnnn harusnya dulu ku habiskan kauuuuuu Steven sialaaaannnnn" Teriak Pak Wiranto


"Saya juga tidak menyangka, selama saya bekerja untuk memata-matai Steven, namun benar-benar sedikitpun ia tidak pernah membahas Pak Surya Dirgantara" Ucap Riza


"Saya yakin dibalik penusukan Alfian pasti dalangnya Steven" Ucap Pak Wiranto


"kita harus segera tolong pak Surya Oppa, om Rizal" Ucap Rangga sambil menatap Oppa dan Rizal


"Ia ngga harus" Ucap Rizal dengan sangat tegas dengan tatapan yang sangat mematikan


kini mereka bertiga mulai menyusun rencana untuk menyelamatkan Surya Dirgantara yang sudah lama diculik oleh Steven.


****