
Tampak terlihat senyum diwajahnya saat dia sudah mengetahui Villa yang ditempati Alfian hangus terbakar, Villa yang tadinya indah, mewah, asri seketika berubah menjadi serpihan debu, wah pria misterius ini semakin merasa senang.
"Kau sudah pastikan mereka mati?" tanyanya kapada bawahannya
" ya Tuan, sudah dipastikan, bahkan mobil yang digunakan olehnya saat ke Villa masih terparkir di area halaman Villa itu dan ikut terbakar" Jawab seorang bawahannya yang tak lain ialah pembunuh bayaran yang bekerja untuk tuannya.
"Bagus nih bayaran untuk mu" sambil memberikan uang yang ada didalam amplop coklat.
"Terimakasih Tuan saya permisi". Pria bayaran itu langsung keluar dari ruangan tuannya dan segera meninggalkan markas.
Tentunya Pria Misterius ini memiliki kekayaan yang sangat melimpah sehingga apa saja yang dia kehendaki mudah dikabulkan dengan uangnya yang banyak.
Tampak terlihat senyuman paling bahagia sambil memandangi bingkai foto yang sedang dia pandang.
"aku sudah balas dendam sayang, mereka akhirnya mati menjadi debu hahahahahahahahahahahaha, kau pasti senang kan?" ucap pria misterius itu sambil tertawa bahagia.
"kamu pasti bahagiakan?, tentu dong kamu pasti bahagia karena aku sudah membalaskan dendammu"
"Hahahahahahaha Hahahahahahaha ****** kau Alfian Dirgantara, Hahahahahahaha".
Pria tersebut hanya tertawa dengan sekencang-kencangnya karena ia merasa dirinya telah berhasil memusnahkan keluarga kecil Alfian Dirgantra.
****
Alfian terbangun dari tidurnya, ia baru saja 30 menit tertidur, tiba-tiba ia terbangun. ia masih memikirkan siapa yang berani mengusik hidupnya, orang seperti apakah dia sampai berani cari masalah dengan Alfian Dirgantara yang sama kayaknya dengan keluarga Pak Wiranto bahkan sampai saat ini Alfian belum memberitahukan keadaannya kepada siapapun, dia masih sangat bersikap hati-hati walaupun itu orang kepercayaannya bahkan asisten Alfian belum tahu tentang keadaan Alfian saat ini.
Kali ini benar-benar keputusan Alfian sekeluarga untuk liburan tidak melibatkan semua para pekerja untuk mendampinginya. bayangkan jika Alfian mengajak beberapa orang kepercayaannya untuk ikut ke Villa kemungkinan pertumpahan darah pasti terjadi.
akhhh betul-betul fikiran yang sangat mengganggu jiwa dan raga, kini hati Alfian telah bercambur dengan rasa yang penuh dengan amarah rasanya ia ingin membuat sipelaku mati dimakan salah satu hewan peliharaannya, namun seketika perasaannya langsung berubah menjadi lembut ketika melihat kedua perempuan yang sangat ia cintai masih berada didekat nya, Alfian benar-benar merasa bersyukur yang tiada tara.
"Terimakasih Sayang, Terimakasih anak Ayah sambil mencium perut istrinya, Terimakasih anak Ayah kamu udah minta untuk beli Martabak dan makan sangat banyak dan sangat lahap sekali, sehingga kita tidak sempat untuk balik ke Villa, terimakasih sayang, Ayah sayang kalian, baik-baik ya na kamu didalam kandungan Bundamu"
Alfian mencium kening sang istri yang sedang tertidur pulas, Alfianpun tak lupa mencium Putri cantiknya Syakila.
Alfian akhirnya berusaha memejamkan matanya kembali berharap agar moodnya lebih baik karena dia harus ekstra menjaga keluarga kecilnya.
****