
Sykaila Ananthasya sedang memikirkan destinasi yang akan ia pilih untuk liburan sekolah kenaikan kelas, rencana Awal berlibur ke Amsterdam namun tidak jadi karena Oma dan Opa kini lagi tinggal di Jakarta sementara perusahaan di Belanda dipegang oleh orang kepercayaan Oma Elsa.
"Ke Bandung kali ya, bosen ke luar negeri terus" ucap Syakila
"Tapi boleh gak ya sama bunda, hemmmmmm, pengen main kerumah kak Rangga" Ucap Syakila
Tok Tok Tok
Terdengar suara seseorang yang mengetuk kamar Syakila
"Iaaa" ucap Syakila
"Ini bunda sayang" ucap Bunda Sarah
"Oh, sebentar Bunda" ucap Syakila yang langsung membukakan pintu kamarnya
"Lagi apa sayang" ucap Bunda yang saat ini sudah masuk didalam kamar anaknya
"Hehehhe aku baru saja mau minta izin sama bunda" ucap Syakila
"Mau minta izin apa sayang?" ucap Syakila
"Boleh gak bun, aku liburan kerumah Oppa Wiranto?" ucap Syakila
"Ooooh iya ya udah liburan ya" ucap Bunda Sarah
"Iya Bunda, kan tadinya mau kerumah Oma di Amsterdam kan gak jadi, aku pengen liburan didalam Negeri aja bun" pinta Syakila
"Nanti coba bunda telfon Opa Wiranto dulu ya" ucap Bunda Sarah
"Siapppp Bunda, makasih ya Bunda" ucap Syakila sambil memeluk Bundanya
"Sama-sama sayang, nanti kalo Rangga dan Opa Wiranto ada di Bandung dan tidak pergi kemana-mana, baru Kila boleh ya kesana" ucap Bunda Sarah
"Iya Bunda" ucap Syakila sambil menganggukan kepalanya
"Yasudah yuk sekarang kita sadapan, Oma, Oppa sama Anggara udah nungguin tuh dibawah" ucap Bunda Sarah
"Iya Bun hayuuu" ucap Syakila sambil tersenyum
Kini Bunda dan Syakila keluar dari kamar Syakila dan mereka berdua berjalan menuju ruangan makan yang terletak dilantai 1 rumahnya.
Diruang makan sudah ada Oppa, Oma dan juga Anggara yangs telah menunggu Syakila dan Sarah.
"Bundaaaaa hayuuu makan" ucap Anggara
"Iya sayang hayuuu kita makan, sebelum makan jangan lupa baca doa ya" ucap Bunda Sarah
"Oke siappp Bundaa" ucap Anggara sambil memberikan semyumannya
"Selamat makan semua" ucap Oma Elsa
"Selamat makan juga" ucap Syakila.
Kini keluarga Syakila sarapan bersama sambil mengobrol santai karena hari ini adalah hari Weekend.
"Jadi kamu mau kerumah Oppa Wiranto?" tanya Oppa Surya kepada Syakila
"Iya Oppa aku mau kesana, rasanya udah lama sekali aku tidak main kerumah Oppa Wiranto" Ucap Syakila
"ih males gak ngajak-ngajak" ucap Anggara
"Ahhh ribet kalo kamu ikut" sanggah Syakila
"Aku itu anak kecil yang mandiri yaaaa" ucap Anggara dengan sangat percaya diri membuat semua orang senyum-senyum kecuali Syakila
"Halahhhhh, enggak pokoknya kamu sama Bunda aja liburannya, gak usah ikut-ikut aku takut ngerepotin Oppa Wiranto nanti" ucap Syakila
"Aku juga gak mau ikut tuh, ngapain juga, males nanti cuma liatin kalian pacaran" ucap Anggara
"Siapa yang pacaran siiii, orang sodara juga" ucap Syakila sambil menatap mata adiknya dan memegang sendok garpu.
"Hussss sudah-sudah kalian ini, deket berantem terus, ntar jauh pada kangennn" ucap Oma Elsa melerai kedua cucunya
"Ia nanti pasti itu, kalo jauh-jauhan pada kangen" ucap Bunda Sarah
"Enggak aku mah enggak akan kangen" ucap Anggara
"Ihhh aku juga" ucap Syakila
"Kalian ini, sudah lanjutkan lagi makannya, nanti abis ini kita jalan-jalan yuuk, oppa sudah lama sekali rasanya tidak pergi ke Ancol" ucap Oppa Surya
"Hayuuu Oppa, hayuuuu Oppaaaa" ucap Syakila dengan sangat antusias
"Aku juga mau Oppa" ucap Anggara tak kalah heboh
"Yasudah makanya kalian berdua lanjutkan dulu makannya" ucap Bunda Sarah
"Iyaaa Bunda" ucap Syakila dan Anggara dengan sangat kompak.
"Bunda jangan lupa ya telfon oppa Wiranto" ucap Syakila
"Ia sayang" ucap Bunda Sarah.
Sekarang kita intip yukkk kekisahnya Brayen dan Sasa.
Suasana Bandung disalah satu perumahan mewah milik keluarga Brayen.
"Papi sudah daftarin kamu disekolah terbaik di Jakarta" ucap Sam
"Ia pih" ucap Brayen
"Rangga jadi lanjut Study di Korea?" tanya Mami Amel
"Katanya si jadi" ucap Brayen menjawab pertanyaan Maminya.
"Iaaa ni, Mih, Pih aku pindahin ke Korea aja bareng si Rangga" ucap Brayen
"Nanti saja kalo kamu masuk ke perguruan tinggi baru Papih izinin" ucap Papi Sam
"Jangan jauh-jauh lahhh, sepi nanti Mami" ucap Mami Amel
"Ya Mami ikut juga pindah sama aku" ucap Brayen
"Ya gak bisa seenaknya begitu dong sayang" ucap Mami Amel
"Iaaa Mih, aku ikut Mami sama Papi saja" ucap Brayen
"Yasudah nanti malam kita kerumah Oma sama Oppa dulu" ucap Mami Amel
"Oke nanti kita kesana" ucap Papi Sam
"Yasudah Mih, Pih Brayen izin keluar sebentar dulu, mau ketemu sama temen" ucap Brayen
"mau ketemu sama siapa?" ucap Papi Sam
"Temen Pih, si Martin" ucap Brayen
"Martin apa Sasa?" ucap Mami Amel
"Ihhh Mami, Martin Mih" ucap Brayen
"Ia sudah inget nanti malam kerumah Oma" ucap Mami Amel
"Okeee siappp" ucap Brayen
"Yasudah kamu hati-hati" ucap Papi Sam
"Ia Pih, Assalamualaikum" ucap Brayen
"Wa'alaikumsalam" ucap Mami Amel dan Papi Sam
Kini Brayen berjalan menuju halaman rumahnya dan ia langsung mengendarai salah satu motor kesayangannya untuk pergi sesuatu tempat.
Diperjalanan sangat macet, Brayen sangat bersyukur karena ia memilih untuk membawa motor, kini Brayen telah sampai disalah satu perumahan mewah yang tak lain ialah rumah Sasa ia sudah berjanji kepada Rangga dan Martin untuk berkunjung kerumah Sasa.
"Permisiiii" ucap Brayen sambil memencet bel gerbang rumah Sasa
"Ia ada apa nak, ada yang bisa dibantu?" ucap Pak Satpam
"Saya temannya Sasa, boleh saya bertemu dengannya?" ucap Brayen
"Oooohhh Non Sasa, non Sasa baru saja pergi bersama dengan om dan tantenya" ucap Pak Satpam
"Pergi kemana Pak?" ucap Brayen
"Ke Jakarta na" ucap Pak Satpam
"Kira-kira berapa lama ya Pak?" ucap Brayen
"Saya kurang tau na, tapi sepertinya non Sasa pergi cukup lama, karena ia akan melanjutkan sekolah disana dan tinggal dengan om dan tantenya" ucap Pak Satpam
"Oooh iya sudah pak kalo gitu saya pamit, Terimakasih ya pak, Assalamualaikum" ucap Brayen
"Ia na, Waalaikumsalam" ucap Pak Satpam.
Kini Sasa sudah pergi meninggalkan Bandung, Brayen merasa sangat menyesal karena tidak sempat untuk bertemu dengan Sasa tapi dirinya merasa sangat bersyukur karena Sasa tidak melakukan hal bodoh seperti waktu itu.
"Yasudah deh semoga lo baik-baik saja Sa, dan lo bisa hidup dijalan yang benar" ucap Brayen didalam hatinya
Kini Brayen langsung mengendarai motor mewahnya dan bergegas pergi kerumah sahabatnya Rangga.
Diperjalanan menuju Jakarta, Sasa, om Teguh dan tante Mega.
"Saaaa, kok mukanya murung gituuu, kenapa sayang?" ucap tante Mega dengan penuh kelembutan
"Hehehee Sasa cuma sedih aja tante, Sasa lumayan lama tinggal di Bandung, jadi sedih aja tante harus meninggalkan kota Bandung" ucap Sasa sambil tidak lupa ia tetap tersenyum menjawab pertanyaan tantenya.
"Nanti kalo kamu libur, kamu boleh kok main ke Bandung, ketemu sama temen-temen di Bandung" ucap tante Mega
"Ia tante hehehe, makasih ya tante" ucap Sasa
"Sama-sama sayang" ucap tante Mega sambil mengusap lembut dagu Sasa.
"nanti kamu pasti betah kok di Jakarta" ucap Om Teguh
"Aamiin" ucap Sasa.
"Pasti Athala seneng deh punya temen dirumah" ucap tante Mega
"Iaaa nanti kamu juga ikut-ikut aja sama Athala, Athala banyak temennya" ucap tante Mega
"Iya tante hehehe" ucap Sasa.
Setelah suasana didalam mobil yang dinaiki Sarah terasa hening, kini ia mulai memikirkan sosok laki-laki yang sangat ia idolakan ya Brayen.
"apa gw salah yaaa karena gak ngasih tau dia kalo gw sekarang pindah ke Jakarta" ucap Sasa didalam hatinya
"Ahhhh tapi apa ngaruhnya buat dia, dia kan gak akan peduli juga kalo gw pindah, mungkin aja dia seneng kalo gw pindah ke Jakarta" ucap Sasa
"Ahhhhh Brayennnn akuuu rinduuuu" ucap Sasa sambil mengacak-ngacak rambutnya namun ia masih berbicara didalam hati ya gengs.
"Kamu kenapa sayang?" ucap tante Mega dengan sangat panik
"Hehehehe enggak tante" ucap Sasa.
"Ahhh bego banget si Sasa kan lo lagi gak sendiri, konsentrasi Sa, konsentrasi" ucap Sasa didalam hatinya.
Hayooo siapa diantara kalian yang mengalami kisah seperti Sasa mencintai seseorang tetapi hanya bertepuk sebelah tangan????