
Kini Sarah, Alfian dan Syakila sudah berada dikedai sederhana yang menjual aneka macam Martabak.
"Punten Kang Bade Pesen naon?"
Mereka bertiga Celingak Celinguk tak mengerti
"Oalahhh Maaf-maaf dari kota ya aa dan teteh?"
"Iya Bapak" jawab Alfian
"Mau pesen apa aa dan teteh?"
"Martabak rasa durian 1 porsi ya Pak dan Martabak Keju 1 porsi" jawab Arifin
"Tidak Pak martabak Duriannya 4 porsi" sanggah Sarah
Alfian menatap sarah
" Siapa yang mau makan aku sama Syakila tidak doyan rasa durian" ucap Alfian
"Aku yang akan makan semua" jawab Sarah
Bapak yang sedang mencatat pesanan terkejut begitupun dengan Syakila.
"Budaaaaaaaa" Lirikan tajam Syakila dan sambil kembali memainkan hp nya
"Dibungkus atau makan disini?" Tanya Bapak
"Dibungkus" Jawab Alfian
"Makan disini" Jawab Sarah
"Jadi yang bener yang mana?" Bapak yang mencatat kebingungan
"Baiklah Pak turuti saja keinginan nyonyaaa yang ada didepan saya ini, sekalian Teh manis hangat 3 ya Pak" jawab Alfian
"Baik ditunggu ya aa teteh dan neng geulis" ucap Bapak.
Bapak pemilik kedaipun pergi untuk menyiapkan pesanan
"Bun" tanya Syakila
"Apa?" jawab Bunda
"Apa itu aa, teteh dan neng gelis?"
"Jawab Sayang" melimpahkan jawaban kepada suami tercinta dan Alfian nampak kebingungan
"Ayah tidak tau Kila Sayang" jawab Alfian
"Katanya ayah pintar dan serba tau, ih ayah tukang bohong" ledek Kila
" aa itu panggilan untuk kakak laki-laki seperti Mas dan teteh itu panggilan kakak perempuan seperti kalo di bahasa jawa Mba dan neng geulis itu artinya Perempuan yang cantik" jawab dari pengunjung lain yang duduk dibungku tak jauh dri nya
Alfian, sarah dan syakila pun menoleh tentunya sambil bersama-sama menjawab "oh"
"Iya bapak tidak apa-apa, trimakasih atas jawabannya" jawab Alfian sambil tersenyum
"Sayang maksudnya bapak itu bilang kamu cantik, dia centil terhadap istri ku ini?, wahhh wahhhh aku tidak terima" ucap Alfian dengan nada yang dipelankan.
"Buang fikiran lebay mu itu" bentak Sarah
"Hayuuuu kita balik ke Villa saja sayang, aku tidak terima jika ada yang centil kepada istriku" Ucap Alfian sambil membuangkan muka.
"Lebay maksimal, kamu tuh yang suka tebar pesona sama wanita" ucap Sarah
Mereka berdua terus berdebat, Syakila hanya cuek saja tidak peduli, karena menurutnya sudah biasa Bunda dan Ayahnya bertengkar gara-gara masalah sepele.
Tak lama pesanan datang mereka semua langsung memakan Martabak yang telah dipesan, Sarah memakannya dengan sangat lahap dan 4 porsi martabak telah masuk semua kedalam perutnya...
"Sayang aku saja 1 porsi dengan Syakila tidak habis, Wahhh kau hebat sekali" ucap alfian sambil bertepuk tangan
"Aku belum kenyang" ucap Sarah
"Kau gila" jawab Alfian sambil syok mendengar ucapan sang istri
" Bapak pesan lagi dua porsi ya" Pinta Sarah
Alfian dan Syakila hanya saling tatap dan males kepada Sarah
"Ayah gendong aku, aku ngantuk" rengek Syakila
"baik sinilah kemari putriku" jawab Alfian
Tanpa sadar waktu sudah lewat dari pukul 00.00
"Kau merepotkan sekali sayang bapak pemilik kedai inipun harus istirahat" ucap Alfian mendengus sangat kesal kepada Sarah.
"Sayang ini dedenya loh yang minta" jawab sarah dengan santainya
"Baiklah" jawab Alfian tidak bisa berkutik jika wanita yang ia cintai sudah melibatkan buah hati.
Bapak Dodo pemilik Kedaipun berbicara
"tenang aa, kedai ini 24 jam" ucap pak Dodo
"oh iya Pak Alhamdulillah hehe" jawab alfian
Jedarrrrrrrrrrrr Jeedwarrrrrrr Jedwarrrrrrrrrrrr
Suara yang sangat menakutkan membuat seluruh isi pengujung kedai sangat panik.
****