
Alfian membuka handphonenya yang saat ini tengah ia genggam, matanya mulai membaca sesuatu pesan-pesan yang masuk dikontak emailnya.
"Berengsekkkkk kau Steven" Ucap Alfian
Sambil membantingkan Handphone yang digenggamnya, Alfian merasa benar-benar sangat murka terhadap Steven yang sudah kurang ajar terhadap dirinya.
Alfian yang telah membaca pesan dariĀ Pram.
Steven ialah kakak dari Luis, Luis dikabarkan telah meninggal 6 Tahun yang lalu, Luis mantan kekasih Sarah sejak duduk dibangku SMA. Sarah dan luis sudah kenal dari sejak mereka SMP, sebuah kejadian sehingga Alfian Dirgantara menikah dengan Sarah Winata, memang jodoh Tuhan tidak ada yang tahu buktinya Sarah gadis yang sangat polos bisa bersanding dengan Alfian Dirgantara, kabarnya Luis meninggal karena ulahnya sendiri, Luis sangat frustasi mengetahui gadis yang selama ini ia perjuangkan telah menikah, akhirnya luis memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, ia menambahkan dirinya kesebuah mobil Truck.
"Baiklah Tuan Steven mari kita bertarung, dasar pria pengecut" Ucap Alfian sambil meninju dinding ruangan, Alfian semakin murka, raut mukanya berubah menjadi berwarna merah, emosinya kian memburu begitu derasnya, kemaharahannya sudah tidak bisa ia kendalikan, kini tatapan Alfian sudah menjadi tatapan membunuh, ia benar-benar merasa kehausan untuk membunuh seseorang.
Alfian langsung menelfon Pram
"Pram segera lakukan eksekusi, culik semua orang yang bersangkutan hendak membunuhku beserta keluarga kecilku, kau bawa kemarkas kita siapkan segalanya" Ucap Alfian dengan penuh kebencian
"Siap tuan Alfian, sudah lama kita tidak bertarung, dengan senang hati saya akan menyiapkan segalanya". Jawab Pram meyakinkan tuannya, Pram sangat mendukung Alfian.
Semakin banyak rumor yang beredar didunia bahwa Pengusaha Muda ternama Alfian Dirgantara telah tewas, Seorang misterius yang mendengar kabar tersebut sangat senang dan langsung pergi ke Amerika melanjutkan bisnisnya disana.
Wahhh Steven ternyata bodoh juga ya, jelas-jelas Alfian beserta dengan keluarga kecilnya selamat dari maut.
Jika malam itu sang istri tidak merengek meminta memberikan martabak, mungkin Steven benar-benar akan bahagia.
****
Alfian yang telah menceritakan semua kejadian kepada Pak Wiranto dan mereka sedang menjalankan misi untuk menghancurkan Steven, yang tak lain Steven ialah orang yang telah membuat mobil anak dan menantunya kecelakaan. kecelakaan yang sangat mengenaskan dengan badan yang sudah tidak utuh karena terlindas oleh Contener dengan bermuatan besi. Pak Wiranto yang mendengar kabar tersebut sangat murka, ia benar-benar tidak kuasa mendengar semua kenyataan ini, kini Pak Wiranto benar-benar ingin balas dendam kepada orang-orang yang telah membunuh putra dan menantunya.
"Saya telah menyiapkan semua anak buah saya Pak" Ucap Alfian
"Wo perketat seluruh keamanan rumah" Ucap Pak Wiranto kepada ketua Keamanan dirumahnya.
"Siap Tuan" Jawab bowo sambil memberikan hormat.
"Lebih baik sekarang kau memberitahu sarah na tentang kandungannya, lebih cepat lebih baik" Ucap Pak Wiranto
"Ia pak, rencana saya akan beri tahu malam ini"
"Bagus nak, setelah itu kita bereskan si ******** steven" Ucap Pak Wiranto
"Baik Pak"
Wah apa ya yang akan terjadi kedepannya?
Mungkinkah semua akan baik-baik saja?
Ataukah semuanya akan menjadi lebih rumit?
Akankah Sarah Winata menerima kepergian buah hati yang telah lama ia nantikan?
Wajar Alfian dan Tuan Wiranto Evron begitu murka terhadap Steven.
Penasaran apa yang akan dilakukan Alfian Dirgantara untuk balas dendam?
Apa yah yang pantas untuk membalas para bedebah tak tau diri itu.
****