
Terjadi keributan antara anak buah Steven yang berada dijakarta, mereka semua mendatangi rumah Sarah Winata untuk menghabisi keluarga Sarah Winata, mereka tampak sangat murka dan benar-benar marah.
"Hehhh mau apa kalian?" ucap petugas yang menjaga rumah Sarah
"bajingan keluarga ini" teriak seseorang yang berada dipihak Steven
"Serbuuuuuuuuuu" teriak anak buah Steven berusaha memasuki halaman rumah Sarah Winata, terjadi keributan yang luar biasa dihalaman rumah Sarah.
plakkkkkk
plakkkkkkkk
plakkkkkkkkkk
bughhhhhhhh
bughhhhhh
plakkkkkkkkkk
plakkkkkkkkkkkkk
setttttttttt
terdengar suara yang benar-benar sangat gaduh, benar-benar suara pukulan, tinjuan, goresan pisau yang terdengar sangat mengerikan sekali.
Sarah, Tania, Clara, Syakila, Elena, Reza, Anggara, Riko, Devaro, Mbok Imah dan Mbak Titin tampak ketakutan melihat perkelahian antara anak buah Steven yang sangat murka karena bosnya kini telah tiada.
"Bagaimana ini mba Sarah?" ucap Clara sangat panik sambil mengintip dijendela ruangan depan rumah Sarah.
"Mbok tolong bawa anak-anak semua kekamar Anggara" ucap Sarah dengan tubuhnya yang kini sangat gemetaran karena ia tidak bisa memungkiri hati kecilnya amat sangat takut.
"Baik nyonya, hayu anak-anakkk" bujuk Mbok Imah menuntun Anggara dan yang lainnya
"Iyaa mbok" jawab Anggara bersama dengan yang lainnya
betapa Anggara, Riko, Reza dan Devaro tampak terlihat sangat manis sekali karena mereka tidak rewel tentang apa yang terjadi hari ini.
"Kila masuk kekamar mu jangan lupa kunci kamar" ucap Bunda Sarah
"Tapiii Bundaaaa" ucap Syakila yang tidak ingin berada jauh-jauh dari bundanya
"Masuk kunci kamarmu" ucap Sarah
"Baik Bunda" ucap Syakila yang langsung menuruti perintah Bundanya.
"Apa sebaiknya kita telfon polisi?" ucap Elena sangat panik dengan tubuh yang sudah gemetaran, jantungnya memompa sangat kencang dag dig dug melihat keadaan diluar sana yang semakin parah.
"Iaaa aku takut orang suruhan Papi Erdo dan Pram kalah" ucap Tania dengan penuh kecemasan
"Aku juga bingung" ucap Sarah sambil memijit kepalanya dengan kedua tangannya
"Cepat telfon Pram" ucap Sarah berharap akan ada pencerahan dari suaminya Elena
Elena langsung menelfon suaminya, namun tidak ada jawaban dari Pram.
"Gak diangkat" ucap Elena dengan sangat panik sambil ia tak henti-henti menggigit kuku tangannya
"Tara juga" ucap Clara
"Bagaimana ini????" ucap Elena sangat panik
"Aku takut jika kita menghubungi polisi, aku takut masalahnya akan menjadi panjang" ucap Sarah dengan sangat bimbang
"Aku juga takut, aku takut ini semua ada hubungannya atas kepergian suami-suami kita" ucap Tania
"ia aku takut, jika kita menghubungi pihak yang berwajib, aku takut nanti berdampak dengan urusan suami-suami kita" ucap Clara
"Ya sudah kita percayakan saja semuanya kepada anak buat yang telah diutus oleh Pram" ucap Sarah dengan berusaha meyakinkan dirinya bersama dengan saudara-saudaranya
"Ia mari kita berdoa bersama" ucap Elena.
Suasana diluar semakin tidak terkendali, untung saja orang yang bertugas menjaga keamanan rumah Sarah begitu banyak sehingga bisa menangani amukan anak buah Steven yang benar-benar sangat murka.
"Ya Allah aku gak kebayang kalo tadi diantara kita ada yang pergi keluar pasti kita sudah tinggal nama" ucap Tania
"Aku takutt Pram dan yang lainnya celaka" ucap Elena
"Hustttttt kita doakan saja agar semuanya selamat dan selalu ada dalam perlindungan Allah SWT" ucap Sarah
"Aamiin ya Allah" jawab Tania dan yang lainnya
"Nyonyaaaaa ini bagaimana ini, keadaan diluar semakin rusuh" ucap panik Mba Titin sambil tubuhnya kini gemetaran.
"Kita doakan ya Tin, semoga diluar bisa tertangani dengan lancar" ucap Sarah dengan berusaha tenang
"Aamiin nyonya" ucap Titin
Tidak sedikit orang yang terluka akibat penyerangan anak buah Steven.
Prakkkkkkkkkkkkk
Suara pecahan kaca terdengar begitu sangat kencang membuat seisi rumah semakin dibuat panik.
Prakkkkkkk
Prakkkkkkkkkk
"ahhhhhhhhhh" Teriak Clara dan yang lainnya mereka semua sangat panik menyaksikan kaca dirumah Sarah pecah.
Para agen yang telah dibayar oleh Pram dan juga Papi Erdo masih tidak menyerah, mereka semua menghabisi orang-orang yang telah menyusup masuk kerumah Sarah Winata.
"Nyonyaaaaa wahhhh bagaimana ini?" ucap Titin dengan sangat panik
"hayuuu kita menjauh dari ruangan ini" ucap Sarah mengajak semuanya untuk bersembunyi ditempat yang jauh lebih aman
"hayuuuu hayuuu" ucap Elena
Kini Titin, Sarah, Tania, Clara dan Elena berlari menuju ruangan yang lebih tertutup untuk bersembunyi, kini mereka hanya pasrah berharap semesta akan melindungi mereka semua dari amukan orang-orang diluar sana.
****