"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Menunggu Sadar



Amel memasuki koridoor rumah sakit sampai ia menemukan keberadaan Brayen, Martin dan juga Tissa.


"Mamii" ucap Brayen sangat kaget melihat sosok mamihnya.


"Hallo kalian ternyata disini juga?" ucap Mami Amel


"Hallo tante ucap Tissa dan juga Martin dan tak lupa mereka menyalami tangan Mami Amel.


"Mami sengaja kesini ya?" ucap Brayen


"Enggak kok mami tadi abis jenguk temen mami" ucap Mami Amel


"Ini sudah larut malam loh, Martin dan Tissa tidak dicari sama orang tua kalian?" tante Amel bertanya kepada Tissa dan juga Martin


"Tadi sempet dicariin tante, cuma tadi aku udah bilang, kalo aku lagi nunggu Sasa dirumah sakit tante" ucap Tissa seraya menjawab pertanyaan tante Amel


"Kalo kamu Martin?" ucap tante Amel


"Aku udah bilang kok tante ke dedy" ucap Martin


"Sasa kenapa?" ucap tante Amel penasaran sambil mengintip dikaca pintu ruang rawat Sasa yang padahal tidak kelihatan


"Emmmmm" ucap Tissa bingung ingin menjawab apa


"Kenapa?" ucap tante Amel


Tissa menginjak kaki Brayen untuk melimpahkan pertanyaan tante Amel untuk menjawab pertanyaan Mami dari Brayen


"Ituuu mi, emmm sebenernya kita juga gak tau si kronologisnya, tapi pergelangan tangan Sasa berlumuran darah mih" ucap Brayen berusaha jujur menjelaskan kepada mamihnya


"Astagfirullah, jadi maksudnya Sasaaaa?????" tante Amel tidak meneruskan ucapannya


"Sepertinya begitu tante" ucap Tissa


"Kokkkk bisaaaaa?, bukan karena kamu kan Brayen?????" Mami Amel benar-benar menatap lekat-lekat kedua bola mata anaknya


"Bukaaannnnnn mih, Astagfirullah mihhhh" ucap Brayen


"Ya takutnya gara-gara kamu, terus orang tuanya mana???" ucap mami Amel bertanya kepada ketiga anak remaja itu


"Sudah aku hubungi tante, tapi tidak diangkat, setau aku mereka lagi di Amrik, kayaknya lagi ada masalah antara keluarga Sasa tante" ucap Martin


"Ya Allah kasihan banget kamu nakk" ucap tante Amel


Kini mereka semua terus menunggu dokter yang sedang menangani Sasa.


"Jadi dari tadi dokternya belum keluar?" ucap Amel


"Belum tante" jawab Tissa


"Waduhhh" ucap tante Amel


Tak lama dokter yang menangani Sasa kelur dari ruangan


"Dokkk bagaimana dok keadaan Sasa?" ucap Tissa dengan sangat penasaran bertanya kepada dokter yang menangani Sasa.


"Sasa mengeluarkan banyak sekali pendarahan, untung saja adik-adik ini cepat membawa na Sasa kerumah sakit, jika terlambat mungkin kalian sudah tidak bisa bertemu dengan Sasa lagi" ucap dokter yang menangani Sasa


"Subhanallah dok, terus bagaimana kondisinya sekarang dok?" tanya Amel dengan sangat penasaran


"Alhamdulillah sekarang Sasa sudah berhasil melewati masa keritisnya, Sasa sedang mengalami trauma yang sangat mendalam, ini sangat berbahaya sekali, saya takut jika Sasa akan melakukan tindakan seperti ini lagi" ucap dokter


"Ya Allah apa yang sedang gadis itu fikirkan" ucap tante Amel dengan ekspresi yang sangat khawatir


"Tapi sekarang dia sudah sadar dok?" ucap Brayen bertanya kepada dokter


"Belum, ia masih belum sadar, mungkin beberapa menit lagi ia akan sadar, saya sangat mohon kepada kalian semua agar membuat moodnya baik ya, untuk menghindari agar pasien tidak melakukan percobaan bunuh diri untuk yang kedua kalinya, intinya jangan buat mental pasien kembali down, tolong buat dia bahagia" ucap dokter


"Baik dok Terimakasih karena sudah berusaha untuk menyelamatkan nyawa Sasa" ucap Amel


"Sama-sama bu, yasudah saya permisi dulu" ucap dokter


"Saaa ko lo nekat banget si mau mengakhiri hidup lo" ucap Brayen didalam hatinya


Kini dokter yang tadi menangani Sasa mulai menjauh dari Amel, Brayen, Martin dan juga Tissa.


"Tante Tissa mau lihat keadaan Sasa" ucap Tissa


"Iya hayuuu sayang kita lihat" jawab tante Amal sambil menuntun tangan Tissa


"Aku juga ikut tan" ucap Martin yang juga mengikuti langkah tante Amel dan juga Tissa.


Kini tante Amel, Tissa dan juga Martin sudah masuk kedalam ruangan Sasa, Sasa masih tidak sadarkan diri, semoga benar apa kata dokter sebentar lagi ia akan sadar.


Sementara diluar ruangan Brayen tampak sedang duduk sambil merenung, dirinya benar-benar merasa menyesal karena mengabaikan panggilan dari Sasa yang sudah puluhan kali menelfon Brayen.


"Maaf saaaaa.... maaaffff" ucap Brayen dengan sangat lirih sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan Brayen.


Tiba-tiba Mami Amel sudah duduk disebelah Brayen dan langsung memeluk anak semata wayangnya.


"Kenapa sayang?" tanya Mami Amel dengan sangat lembut sambil mengusap-usap kepala Brayen


"Mihhhh semua salah aku mih" ucap Brayen dengan sangat lirih


"Apanya sayang, kenapa?" ucap Mami Amel bertanya sangat penasaran kepada anaknya itu


"Iya mi, sebelum aku tau bahwa Sasa mencoba untuk mengakhiri hidupnya ia sempat berpuluh-puluh kali mi nelfon aku, tapiiii aku enggak angkat miiii...... Akuuuuu salahhhhhh" ucap Brayen sambil terus memeluk erat tubuh Maminya


"Sudahh sayang ini bukan salah kamu kok, mungkin ini sudah jalannya, dan Alhamdulillah kan Sasa bisa selamat, usianya masih sangat remaja naaa sama kayak kamu, cobaaa liat Sasa usia masih sama kayak kamu tapi keuda orang tuanya tidak memperdulikannya" ucap Mami Amel


"Ia mih aku juga kasian sama dia, kok ada si orang tua setega itu" Ucap Brayen


"Yasudah mamih cuma titip temenin Sasa untuk sementara waktu yaaa, semoga dia bisa bangkit jika kamu yang menyemangatinya sayang, Sasa juga kan temen kamu" ucap Mami Amel


"Hemmmmmmmm ia mih insyaallah" ucap Brayen


"Yasudah yuk kita masuk, kita lihat kondisi Sasa" bujuk Mami Amel yang langsung berdiri


"Iyaa mi" jawab Brayen langsung berdiri dari duduknya


Brayen langsung melangkahkan kaki menuju kedalam ruangan Sasa bersama dengan Maminya, didalam sudah terlihat Martin dan juga Tissa yang sudah tampak kusut karena telah beraktifitas dari pagi dan kini telah pukul 23.25 malam hari.


"Martin dan Tissa kalian kelihatan lemas sekali, kalian belum pada makan pasti yaaaaa?" ucap mami dari Brayen


"Iaa tante" jawab Tissa dan juga Martin


"Nihhh tante tadi pesen nasi ayam bakar, hayuuu makan dulu ini sambil kita tunggu Sasa sadar" bujuk Mami Amel


"Wihhh tante memang yang terbaikkk bangettt sii" ucap Martin mendekatkan langkahnya kearah sova diruangan Sasa.


"Siniii Tissa" bujuk tante Amel


"Iya tante" jawab Tissa sambil berjalan menuju tante Amel


"Brayen kamu enggak mau, kamu juga belum makan malam loh" ucap Mami Amel


"Brayen gak lapar mih" ucapnya menjawab pertanyaan Mamihnya


"Makanlah, apa perlu mami suapin?" ucap Mami Amel yang membuat Martin dan juga Tissa jadi ingin tertawa mendengarnya.


"Apaan si mami enggak aku gak mauuu" ucap Bryen


"Yasudah makanlah sendiri" ucap Mamih Amel


"Iya mih" jawab Brayen yang mau tidak mau ia harus makan malam bersama.


kita doakan Sasa ya Reader agar ia cepat sadar dan bisa pulih seperti sedia kala, semoga Sasa mampu menjalani hari-harinya dengan penuh samangattt, yukkkk pelajaran ya buat orang tua jangan abaikan buah hati kalian okeeee 😘 😘


****