"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Ancaman



Masih berada di Kedai Martabak Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat dahsyatt sampai 3 kali, semua pengunjung setia langsung panik, riweh dan saling bertanya-tanya apa yang terjadi, Syakila langsung terbangun karena kaget mendengar suara ledakan yang sangat kencang, ledakan yang sangat mengganggu telinga, benar-benar sangat menakutkan jiwa dan raga, sungguh suasana keheningan sebuah perdesaan menjadi berubah atas insiden yang terjadi begitu sangat tiba-tiba.


"Aya naon iye gusti nu agung" ucap salah seorang pengunjung


"Tenang Tenang jawab Pak Wiranto salah satu pengunjung, "semua tetap didalam saya akan cek keluar"


"Pak terlalu berbahaya Pak" Ucap salah satu pengunjung


"Insyaallah Bismillah, tetap tenang" Ucap Pak Wiranto kepada semua pengunjung, Pak Wiranto melangkahkan kakinya menuju kearah pintu keluar.


" Saya ikut Pak" ucap Alfian


Syakila langsung dipeluk erat-erat oleh Sarah.


" aku tinggal dulu ya sayang, tolong tenangkan Kila" Ucap Alfian


"hati-hati Sayang" Sarah menjawab dengan perasaan yang amat sangat khawatir.


Diluar ruangan kedai Martabak Alfian memastikan keadaan bersama dengan Pak Wiranto.


" Itu ledakannya dari arah sana dan terjadi kebakaran hebat liat asap sebelah sana" Pak wiranto


"Villa itu milik saya pak, 2 jam yang lalu saya masih berada didalam villa itu bersama dengan keluarga kecil saya" jawab Alfian


"Ini sangat bahaya naa Alfian sepertinya ini sebuah kesengajaan" ucap pak Wiranto


Seluruh tubuh Alfian lemah seketika, kakinya mendadak lumpuh tak bisa bergerak, Air matanya seketika menetes bukan karena Harta yang hangus terbakar melainkan keselamatan orang terkasih, dibenak Alfian telah membayangkan hal-hal yang tidak-tidak


Pak Wiranto yang menyadari langsung merangkul dan membangkitkan Alfian.


"Pak kalau saja istri saya tadi gak ngerengek minta beli martabak, mungkin sajaaaa akhhhh akhhhhh" Alfian yang frustasi membayangkan jika harus kehilangan sang istri bahkan anaknya bahkan dirinya sudah menjadi debu yang bertaburan, sungguh perbuatan manusia yang sangat keji.


"Nama nak Siapa?" tanya wiranto


"Saya Alfian Dirgantara pak datang dari jakarta hendak berlibur dengan keluarga kecil saya, hari ini hari pernikahan saya dengan istri yang ke 6 Tahun, saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini" jawab Alfian dengan raut wajah yang sudah pucat


"Dirgantara? Apa nak kenal dengan Surya Dirgantara?"


Alfian yang mendengar hanya semakin sedih dan matanya semakin berkaca-kaca mendengar nama Surya Dirgantara.


" ada apa nak?" tanya pak Wiranto merasa sangat cemas melihat ekspresi Alfian yang benar-benar merasa sedih


" dia ayah saya pak, Ayah saya sudah lama menghilang, semua telah mencari tapi nihil tidak ada yang bisa menemui Ayah saya" Jawab Alfian dengan raut yang sangat sendu


"Astagfirullah nak ayahmu teman sekolah saya saat SMA dan kami sangat dekat, jika Nak alfian tidak percaya ini foto saya bersama dengan beliau saya masih menyimpannya" Ucap Pak Wiranto sambil memperhatikan album foto di handphone miliknya.


" tadi siapa nama Bapak?"


" Saya Wiranto nak, Sudah sebaiknya sekarang kau jangan balik dulu ke Villa itu dan jangan keluar dulu dari kampung ini, jangan pulang dulu ke jakarta, tetap tenang mari ikut kerumah saya yang tak jauh dari sini untuk beristirahat" Bujuk Pak Wiranto


"ooooh iya saya ingat dengan Bapak, Bapak sempat berkunjung ke perusahaan Ayah saya"


Ucap Arifin


"Ia nak dulu kau masih SD kelas 6"


Setelah berfikir dengan tawaran Pak Wiranto.


Alfianpun setuju untuk bersembunyi dari orang yang hendak membahayakan dia beserta dengan keluarga kecilnya dan beristirahat sejenak dirumah Pak Wiranto yang tak lain ialah teman dekat sang Ayah.


****