
Keluarga Alfian dan Wiranto berangkat berbarengan menuju pesta Pram dan juga Elena.
Didalam mobil dan masih dalam perjalanan
"Maafkan kami ya pak tadi terlalu lama siap-siapnya" Ucap Sarah memohon maaf terhadap pak Wiranto
"Ia tidak apa-apa na, lagian tadi saya mengobrol dengan mamimu" Ucap Pak Wiranto
"Ohhh Mami sama Pak Wiranto juga satu sekolahan mi dulunya?" Tanya Alfian dengan sangat penasaran
"Ia Al, Mami tu pas SMA satu sekolah sama Pak Wiranto, Papi mu dan juga Papi Erdo" Ucap Elsa menjelaskan kepada Sarah dan Alfian
"Wahhh reunian dong, dunia sempit sekali ya mi" Ucap Alfian
"Ia nak, semoga papi kamu juga cepat ditemukan ya" Ucap Elsa dengan penuh harap walaupun sang suami sudah 5 tahun menghilang dengan sangat tiba-tiba.
"Aamiin" sontak semua menjawab doa Elsa.
Rangga terus bergulat dengan fikirannya sendiri, ia benar-benar merasa bingung harus berbuat apa, namun pasalnya apa yang ia lihat biasanya bukan semata-mata karena halusinasi melainkan sebuah tanda atau sebuah pesan yang telah diperlihatkan oleh Tuhan melalui dirinya.
"Ahhhhhhhh" tiba-tiba rangga berteriak ia keceplosan
Semua langsung syok dan bertanya kepada Rangga untuk memastikan Rangga baik-baik saja.
"ngga kau aneh sekali, kamu benar tidak apa-apa?" tanya Oppa
"Ia enggak kok Oppa, maaf ya Rangga sudah membuat kalian khawatir" Ucap Rangga
"Ngga kalo ada apa-apa bilang ya sama om dan tante" Ucap Alfian
"Ia om" Jawab Rangga.
Syakila hanya menyimak percakapan Sarah, Rangga, Alfian dan Oppa Wiranto, Syakila merasa bingung harus berbicara apa akhirnya ia diam saja.
Sering kali Syakila menatap Kearah Rangga sosok kakak laki-laki yang amat sangat ia rindukan, namun Rangga hanya diam saja dengan wajah yang sangat gelisah seperti ada sesuatu yang ia tutupi.
Kini Alfian, Sarah, Syakila, Pak Wiranto, Elsa dan Rangga telah sampai diacara Wedding Pram mereka semua memasuki ruangan yang tak lain ialah ruangan sakral Pram dan juga Elena.
Kini Pram dan Elena telah resmi menjadi sepasang suami istri semua yang menyaksikan ijab kobul Pram dan Elena merasa sangat terharu dan turut berbahagia Pram langsung mencium kening Elena semua sontak bersorak bahagia menyaksikan kebahagiaan Pram dan juga Elena.
Kini tiba disebuah sesi memberikan selamat kepada mempelai wanita dan pria.
Seluruh tamu undangan sangat menikmati pesta Pram dan juga Elena. Acara ini dijadikan sebagai acara reuni karena tamu undangan yang hadir tak lain ialah rekan-rekan bisnis yang sudah saling mengenal.
Dimas datang berpasangan dengan salah satu model yang sangat cantik bernama Tania Irawan dan kini mereka telah bertunangan, Dimas benar-benar mencintai Tania dengan sangat tulus.
Dimas mulai mengabaikan semua wanita yang pernah menjadi mainannya.
Begitu banyak wanita yang tidak terima atas perlakuan Dimas, mereka kerap mengganggu hubungan Dimas dan Tania namun semua itu tidak berhasil membuat Tania berpaling dari Dimas melainkan Dimas dan Tania akan segera menikah 2 minggu lagi.
Wah personil Alfian sudah menemukan pasangannya masing-masing nih Alhamdulillah ya..
Tingga menunggu Tara dan Dimas dipelaminan bersama dengan wanita pilihannya masing-masing.
Rizal tidak bisa datang karena ia tidak mau nantinya akan tersebar ketelinga Steven jika ia berteman baik dengan Pram dan juga yang lainnya.
"Heyyy Pram selamat ya broo" Ucap Alfian memeluk Pram
"Thank you ya Al" jawab Pram
"Buruan kasih gw keponakan yaaa Elena" Pinta Dimas
"Duh Pak Dimas ini baru juga kita menikah, minta doanya saja yaaa" Jawab Elena
"Ia saya doakan kalian dapat anak kembar 10"
Ucap Dimas
"Astagaaaa pak Dimas jangan 10 juga" Ucap Elena benar-benar merasa terkejut
"Hahahahaha sudah Dimas memang suka begitu orangnya El, nanti setelah kau bersama dengan Pram kau pasti akan tau sifat-sifat asli Dimas dan yang lainnya" Saut Sarah
"Hus hus hus sudah-sudah hayooo kita foto bersama" Ucap Tara
Kini mereka semua berfoto bersama untuk mengabadikan momen yang sangat spesial terutama untuk Pram dan juga Elena.
Disudut lain kini Pak Wiranto, Pak Erdo dan Ibu Elsa sedang berbincang-bincang membahas masalalu mereka sambil tertawa-tawa rasanya semua beban yang dimiliki mereka bertiga terlupakan.
"Hahahahaha kau itu dooo emang paling so tebar pesona karena kau jago beladiri" Ucap Pak Wiranto
"Halah Wir kau itu dulu juga sama saja banyak wanita-wanita yang mengidolakanmu, eh tapi sumpah cucumu jauh lebih tampan darimu Wir" Ucap Pak Erdo
"Hahahahaha ia emang si aku juga mengakui cucumu itu sangat tampan, sudah kita jodohnya saja cucuku dengan cucumu" Ucap Elsa
"Boleh juga tu El, saya juga berharap agar Syakila dan juga Rangga mereka kelak berjodoh" Jawab Pak Wiranto
"Tapi saya serasa pernah lihat cucu mu itu Wir, tapi saya lupa pernah lihat dimana" Ucap Erdo
"Halah tak usah mengada-ngada kau doooo, si Rangga itu tidak pernah di publis oleh Wiranto karena Wiranto sangat berjaga-jaga sekali agar tidak sembarangan orang yang mengetahui bahwa Wiranto memiliki cucu" Ucap Elsa
"Ia bagus Wir, saya setuju tuh sekarang orang-orang tuh pada licik, tidak suka terhadap kita, terkadang bukan kita yang dibunuh/ dicelkai malah mereka lebih memilih mencelakai orang yang sangat kita cintai, justru itu cara yang membuat kita lebih terluka" tutur kata Erdo
"Ia do, makanya aku benar-benar takut jika banyak orang yang mengetahui Rangga adalah cucuku, diluar sana terlalu banyak orang yang tidak suka terhadapku, saya sudah tidak ingin kehilangan orang yang benar-benar sangat saya sayang untuk yang kesekian kalinya" Ucap Wiranto
Kini mereka bertiga saling memberikan dukungan satu sama lain, kisah mereka bertiga tidak berbeda jauh, mereka sama-sama ditinggalkan oleh orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Erdo kehilangan anak kandungnya tanpa sebuah jejak. Wiranto kehilangan anak dan mantunya dalam peristiwa naas. Elsa kehilangan suaminya yang menghilang tiada jejak.
****