"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Dering Telefon



Anggara Dirgantara tampak merasa sangat bosan berada dirumah, ia merindukan sosok sahabat-sahabat tercinta yang tak lain anak dari Elena, Clara dan juga Tania.


Anggara, Reza, Devaro dan Riko sedang mendapatkan hukuman.


"Hallo Bunda" ucap anak laki-laki tampan disebrang telfon


"Iya sayang, ada apa?" jawab bunda Sarah dengan tutur kata yang sangat lembut


"Bundaa hari ini boleh tidak Reza, Devaro sama Riko main kerumah?" ucap Anggara seraya meminta izin kepada bundanya


"Enggak ah gak boleh" jawab Bunda Sarah


"Yahhhh bundaaa kok gak boleh si bun??" ucap Anggara dengan sangat sedih


"Terakhir kalian kumpul dirumah kalian bertengkar" jawab bunda sarah dengan mengingatkan kepada anaknya mengenai tragedi beberapa hari yang lalu.


"Ya itu kan waktu itu bundaa, ini mah enggak kok" ucap Anggara masih terus berusaha membujuk sang bunda


"Kan udah sering ketemu disekolah" ucap Bunda Sarah


"Yaaa beda dong bunda, disekolahkan seringnya belajar bukan main" jawab Anggara


"Bunda gak mau ah sampe berkelahi-berkelahi gituu pake semua makanan dijadikan alat tempur sama kalian, kasian lohhh simbok sama mba beres-beres dirumah" ucap Bunda Sarah


"Enggak akan bunda, Anggara janji" jawab Anggara dengan penuh keyakinan


"Enggak Anggara, tante Clara, tante Tania dan tante Elena pasti tidak akan mengijinkan" ucap bunda Sarah


"Ihhh siapa bilang?, orang diizinin kok, malah tante Clara, tante Tania dan tante Elena yang akan mengantarkan anak-anaknya kerumah" ucap Anggara


"Bohong kamu" Ucap Bunda Sarah


"Kalo bunda gak percaya, bunda tanya saja sama mereka" ucap Anggara


"Yasudah bunda mau tanya ke tante Elena dulu, bunda tutup dulu telfonnya" ucap Bunda Sarah


"Iya bunda" Ucap Anggara


Kini Sarah langsung mencoba menghubungi Elena, hari ini Elena sedang pergi meeting yang mungkin sudah selesai, setelah itu biasanya Elena langsung pulang kerumah menemui anaknya Reza.


"Hallo iya ada apa Sar?" Ucap Elena disebrang telfon


"ehhh iya el, ini loh katanya anak-anak mau pada main kerumah Anggara, apa mereka sudah meminta izin?" Ucap Sarah


"Oooh itu, iyaa betul Sar ini juga aku mau pulang dulu kerumah ketemu Reza, oia itu juga kalo kamu ngasih izin loh..." tegas Elena


"Aku sih boleh-boleh saja, sudah biasa juga mereka kan selalu kumpul, aku takutnya kamu dan yang lainnya tidak memberikan izin karena kejadian tempo hari" Ucap Sarah


"Yaa taulah anak-anak itu susah dibantah, selalu saja inginnya ngumpul bareng-bareng" ucap Elena


"Iya juga sii, Yasudah kalo kalian mau pada kerumah, aku sekalian saja deh pulang cepet, lagian tugas hari ini sudah kelar semua" Ucap Sarah


"Ooooh baik bu bos nanti sampai ketemu dirumahmu yaaa" Ucap Elena


"iyaa el, kamu hati-hati dijalan" Ucap Sarah


"Iyaa kamu juga hati-hati dijalan" Elena menjawab


"Iya byeee"


"Byeee"


Kini telfon antara Elena dan juga Sarah telah terputus, Sarah langsung bersiap-siap untuk pulang, begitupun Elena langsung bergegas meninggalkan tempat meeting untuk menjemput Reza dirumah.


Tampak Syakila Ananthasya sedang asik memainkan tabletnya sambil ia melihat-lihat sosial medianya yang penuh dengan komentar-komentar positif dan negatif mengenai perfprmace Syakila Ananthasya Dirgantara, kini Syakila sudah mulai bisa menguasai emosinya apabila ada netizen yang berkomentar buruk diakun sosial medianya.


"Kokkk kangen kak Rangga ya" Ucap Syakila


"Ahhh cek instagramnya kak Rangga deh" Ucapnya sambil mengetikan nama Rangga


"Yaampun kak Rangga tampan sekali, emang bener-bener kakakku yang ini tidak ada duanya" Ucap Syakila sambil mengelus-ngelus foto Rangga pada layar tabletnya.


Syakila benar-benar merindukan sosok kakaknya yang biasanya selalu memberikan kabar, namun belakangan ini Rangga menghilang tidak ada kabar, sehingga Syakila memutuskan untuk menghubungi Rangga dengan mencoba melakukan panggilan vidio call.


Tuttttt tuttttt tuttttt tuttttt tutttttt tuuuuut tuuuuut tutttttt tuttttt tuuuuuut tuuuuuuut tuuuuuut tuuuuuut


Nihil


Tudak ada jawaban


Tuttttt tuttttt tuttttt tuuuuut tuuuuut tuuuuut tuuuuut tuuuuut tuuuuuut tuuuuut tuuuuut


Masih Nihil


"Ihhh kemana ya kak Rangga" ucapnya dengan sangat sedih dan mulai malas memainkan tabletnya


Syakila langsung menaru tabletnya dikasur yang ia sedang tiduri, akhirnya Syakila langsung berusaha memjamkan matanya tetapi tidak bisa karena fikirannya masih memikirkan kakak tampannya.


"Astagaaaaaaaa Syakila apa-apaan sih" ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutnya dan mulai bangkit kembali dari tidurnya.


Syakila akhirnya memegang tabletnya kembali dan langsung mencari kontak Brayen, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan panggilan suara dengan kak Brayen.


Tuuuuttt tutttt


Tidak lama terdengar suara


"Hallo adikku" Ucap Brayen


"Hallo juga kak Brayen" jawab Syakila


"Kamu apa kabar?" tanya Brayen


"kabar aku baik kak, kabar kakak gimana?" Syakila kembali bertanya


"Kabarku juga baik, bagaimana kabar bunda kamu dan juga Anggara?" Ucap Brayen


"Alhamdulillah baik kak, kabar tante Amel dan om Sam bagaimana?"


"Alhamdulillah baik, hanya saja papi entah ia ada kerjaan keluar negeri baru saja berangkat" Ucap Brayen


"Oooh gitu, ia semoga urusan papi kakak cepat selesai, ehhh kak" Ucap Syakila


"Apa adikku?" tanya Brayen


"Emmmmm" Ucap Syakila ingin bertanya tapi ia merasa ragu-ragu untuk menanyakan hal ini kepada Brayen


"Apaaa siii Syakila, tanya aja, ada apa?" ucap Brayen


"Kak Rangga apa kabar kak?" tanya Syakila


"Ooooh Rangga, aku juga gak tau sudah beberapa hari ia tidak ada kabar dan tidak masuk sekolah, memang dia tidak memberikan kabar kepadamu?" Ucap Brayen


"enggak kak, kok tumben kak dia gak masuk sekolah?" tanya Syakila


"Aku juga tidak tau, aku sudah coba telfon tapi tidak pernah diangkat, sudah hampir 1 minggu lebih dia tidak masuk sekolah, untung sekolahnya punya oppanya" ucap Brayen


Syakila yang mendengar merasa semakin khawatir, karena biasanya Rangga selalu mementingkan sekolah ketimbang urusan yang lainnya.


"Heyyyy kok diem aja" Ucap Brayen


"ehhh enggak kak, main lah kesini kak" bujuk Syakila


"aku bentar lagi ujian, nanti deh kalo udah kelar ujian aku main ke Jakarta" ucap Brayen


"Oke kak aku tunggu loh" Ucap Syakila


"Okeee jelekkkk" Ucap Brayen


"Yasudah deh kak, aku mau cek Anggara dulu ya dikamarnya" Ucap Syakila


"Okee salam untuk Anggara dan juga bunda" Ucap Syakila


"Ia kak salam juga ya untuk mami Amel" Ucap Syakila


"siappp" Brayen menjawab dengan sangat antusias


"Byeee kak"


"byee"


Kini telfon antara Syakila dan Brayen sudah berakhir. Syakila meletakan tabletnya kembali diatas kasur miliknya, kini ia mulai mundar-mandir diarea kamarnya masih memikirkan hal yang sama yaitu "Rangga Evron" yang telah berhasil membuat Syakila Ananthasya gelisah.


Setelah Syakila berfikir cukup lama dengan imajinasinya yang nihil tidak membuahkan hasil akhirnya ia keluar dari kamarnya dan mencoba mencari keberadaan adiknya.


****