"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Memulai Pertumpahan Darah



Waktu terus berputar.


Hari-hari yang dijalani berlalu begitu cepat.


Entahlah akankah kita telah bersyukur atas hari-hari yang telah dilakoni?


Rintangan demi rintangan hidup terus berdatangan.


Ya itulah ujian hidup, roda selalu berputar seperti dahulu Syakila Ananthasya Dirgantara sangat bahagia disetiap harinya karena memiliki sosok Ayah yang sangat ekstra untuk menjaganya namun sekarang sudah tidak.


Perjalanan hidup membuat Syakila menjadi gadis yang lebih memiliki mental ekstra diusianya.


Keluarga Alfian memang selalu dirundung dengan masalah, mungkin bukan hanya keluarganya saja yaaa, semua orang hidup pasti mempunyai masalah yang berbeda-beda, didalam dunia bisnis kita dituntut memiliki mental yang sangat kuat karena cobaan demi cobaan pasti akan ada.


Kini tiba saatnya Rizal dan Pak Wiranto menjalankan aksinya untuk menolong Pak Surya Dirgantara yang telah disekap belasan tahun, semoga Rizal, Pak Wiranto dan yang lainnya bisa menyelamatkan kakek dari Syakila Ananthasya Dirgantara dan juga Anggara Dirgantara.


"Ngga mending kamu tidak usah ikut" Ucap oppa Wiranto dengan sangat khawatir


"Ia ngga kamu tetaplah tinggal dirumah sama tante Alya dan anak om" Ucap Rizal yang terus membujuk Rangga agar tetap di Korea


"Iya Rangga itu cukup berbahaya" Ucap istri dari Rizal bernama Alya


"Tidak tante, Rangga harus tetap ikut" Ucap Rangga sambil menatap tatap mata tante Alya "oppa Rangga harus ikut" Ucap Rangga sambil menatap mata opanya dan ia pun menatap mata Rizal "please om izinin Rangga, Rangga benar-benar merasa bersalah sekali kepada keluarga Syakila" ucap Rangga denga. sangat lirih


Rizal langsung menatap mata pak Wiranto yang sudah tidak mengerti lagi bagaimana cara untuk mencegah keinginan Rangga yang benar-benar sudah kekeh ingin ikut menyelamatkan Pak Surya Dirgantara.


"Kau yakin ngga?" tanya Pak Wiranto untuk benar-benar memastikan kembali


"Ia aku yakin sekali oppa" Ucap Rangga dengan penuh keyakinan


"Bagaimana ini pak?" tanya Rizal kepada pak Wiranto


"Ngga, Steven bukan orang yang waras ngga, opa enggak mau kamu kenapa-napa" tegas opa Wiranto mencoba menjelaskan


"Tidak oppa, Rangga tidak akan kenapa-napa" jawab Rangga


"Iyaa Oppa, Rangga selalu mimpi Rangga ikut kesana" Jawab Rangga


"Baiklahhh kau hati-hati disana" Ucap Pak Wiranto


"Kau serius Rangga???" Ucap Rizal untuk memastikan kembali kepada Rangga


"Yaaaa, apa saya terlihat seperti main-main?" Ucap Rangga dengan sangat tegas.


"Iya sudah biarkan saja zal, anak ini sudah latihan beladiri dari sejak ia masih ditaman kanak-kanak" Ujar Pak Wiranto


"baiklah kau harus tetap waspada Rangga" ucap Rizal


"Iyaa om, oppa, tante..... Aku akan selalu waspada dan membantu kalian dengan sangat baik, semampuku aku akan membantu demi menyelamatkan kakeknya Syakila dan Anggara" Ucap Rangga


"Kalian hati-hati yaaaaa, kordinasikan anak-anak yang lain sayang" Ucap Alya kepada Rizal


"Iya sayang, kamu baik-baik ya disini" Ucap Rizal


"Ia sayang, sudah siap semua tiket dan yang lainnya?" tanya Alya


"Sudah beres semua" Ucap Rizal


"Yasudah lebih baik sekarang semuanya makan dulu sebelum berangkat ke bandara" ucap Alya


"Iya betul, mari pak Wiranto dan juga Rangga kita makan dulu" bujuk Rizal


"Ia terimakasih sekali pak rizal dan juga bu Alya" Ucap Pak Wiranto


"Sama-sama pak" jawab Rizal dan juga Alya


Kini semua berjalan menuju ruangan makan rumah milik Rizal dan Alya untuk menikmati jamuan yang telah disiapkan oleh Alya setelah selesai makan Rangga, Pak Wiranto dan juga Rizal bersiap untuk pergi ke Bandara dan berangkat ke Tailan


****