"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Sayap Pelindung Syakila



Gadis cantik yang belakangan ini selalu menangis, air matanya kini kembali bercucuran mendengar kabar bahawa jenazah sang Ayah tidak ada.


Rangga dan Brayen berusaha menenangkan adiknya untuk menghentikan tangisannya, namun nihil sulit bagi Syakila untuk tidak menangis.


"Syakila benci sama Tuhan, Syakila benciiiii hiks hiks hiks hiksssss" Syakila merasa semua ini tidak adil


"Kila jangan ngomong gitu, kamu tidak boleh benci sama Tuhan" Ucap Rangga mengingatkan Syakila


"Tapiii Kilaaa benciiii hiks hiks hiks" Air matanya terus bercucuran "pertaaaamaaa Oppaaa hiiilaaanggg.


Keduaaaa Villa kebakaran.


Ketigaaa adik Kila meninggal.


Keempat sekarang Tuhan mengambil Ayah Kilaaaa 😭😭😭😭😭😭😭" Ucap Syakila benar-benar tidak terima akan keadaan yang benar-benar sudah diluar batas


"Sabar Syakila, sudah ya jangan menangis lagi" Brayen berusaha menenangkan Syakila


"Syakila pengen Ayahhh kembali kak" Ucap Syakila sambil menatap kearah Brayen dan Rangga


Rangga benar-benar bingung harus berkata apa karena pasalnya kehilangan orang tua untuk selamanya benar-benar membuat hati hancur apa lagi diusia Syakila yang kini masih 8 tahun wajar jika hari ini Syakila kembali menangis karena jasad Ayahnya dicuri orang.


Rangga tanpa basa-basi ia mulai mendekatkan dirinya dan duduk jongkok dihadapan Syakila yang saat ini masih menangis.


"Huaaaaaaaaa Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Suara tangisan pecah Syakila Ananthasya Dirgantara


Rangga langsung memeluk adik perempuannya dengan sangat lembut namun tetap berada dipeluk Rangga Syakila masih menangis, Brayen langsung memeluk Rangga dan juga Syakila.


Author sangat sedih melihat Syakila dan Anggara yang masih kecil sudah kehilangan sosok Alfian, terutama Syakila yang sudah mulai mengerti mengenai pristiwa yang menimpa Ayahnya benar-benar membuat Syakila sangat hancur berkeping-keping terlebih lagi sampai jasad Ayahnya kini duculik, sebelumnya Syakila sudah mulai ikhlas atas meninggalnya Alfian Dirgantara yang tak lain ialah Ayah yang paling ia sayang, namun setelah mengetahui jasad Ayahnya diculik Syakila benar-benar merasa semakin hancur, mengapa ada orang sejahat itu membawa kabur jenazah Ayahnya.


"Syakila Sayanggg sudah yaaa adiku tidak boleh menangis lagi" Ucap Rangga sambil menghapus air mata dikedua mata Syakila


"Kamu harus kuat, kamu kan sekarang sudah menjadi kakak, kamu harus kuat menerima cobaan ini ya, ada aku ada Brayen dan ada yang lainnya, kami selalu mendukung kamu Syakila" Ucap Rangga dengan intonasi suara yang sangat menenangkan hati Syakila Ananthasya Dirgantara.


"Izinkan Syakila kak untuk sehari ini saja Syakila ingin menangis" Ucap Syakila yang kini mukanya berhadapan dengan Rangga


"Iaa susah tapi besok Syakila harus janji ya, Syakila tidak boleh menangis, kerana kamu harus tersenyum untuk mengajak main Anggara" Ucap Rangga sambil membelai rambut Syakila


Perlakuan Rangga benar-benar membuat Syakila merasa benar-benar tenang, Brayen yang sangat senang memperhatikan Syakila yang kini sudah mulai tenang, Rangga memang paling bisa membuat hati adiknya merasa tenang dengan perkataannya.


Semua anggota keluarga benar-benar sibuk menangani masalah hilangnya jenazah Alfian Dirgantara sehingga lupa untuk menenangkan Syakila untung ada Rangga dan Brayen kedua malaikat yang dikirim Tuhan untuk melindungi Syakila dan membuat Syakila kembali ceria seperti sedia kala, terutama malaikat Rangga benar-benar telaten dalam menjaga Syakila, sehingga membuat Syakila ingin selalu bersama dengan Rangga Evron ketika melewati masalah sulit dalam hidup.


Reader Author mau tanya sama kalian, pernahkah kalian kehilangan orang yang kalian sayang?


Bagaimana perasaan kalian pada saat itu?


Bagaimana cara kalian untuk tetap bertahan dalam melanjutkan hidup kalian?


Semoga Allah selalu melindungi kalian ya reader ❤❤❤❤


****