"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Rangga tidak bisa berfikir secara jernih.



Nampak seorang anak laki-laki yang terbaring sangat lemah ditempat tidur.


Seketika ia merasakan dirinya tidak dapat berbicara, mulutnya terasa kaku untuk berucap dan ia hanya bisa meneteskan air mata.


Pak Wiranto, Mami Elsa dan Alfian terus berusaha memulihkan kesadaran Rangga.


"Sayang bicaralah sayang" Ucap Elsa sambil mengelus pucuk Rambut Rangga


Rangga tidak merespon perlakuan yang diberikan oleh Oma Elsa, pandangannya seperti kosong tidak bisa merasakan keberadaan seseorang, padahal sejak Rangga tersadar dari mimpi buruknya ia sempat menangis dan memeluk Oppa Wiranto.


Kini Rangga menjadi seperti patung, semua benar-benar merasa khawatir kepada Rangga terutama Pak Wiranto ia benar-benar merasa cemas menyaksikan cucu semata wayangnya tidak bisa berbuat apa-apa.


"Nakk sadarlah nak, kau membuatku khawatir nak" Ucap Pak Wiranto dengan sangat lirih sambil ia terus mengusap pipi indah putih milik cucunya.


Tok Tok Tok


"Eh tar buruan masuk" Ucap Alfian sambil membukakan pintu kamar Rangga


"Tenang-tenang gw coba cek dulu ya" Ucap Tara sambil memeriksa keadaan Rangga


Semua terlihat sangat khawatir, seluruh pandangan mereka yang berada diruangan Rangga hanya terfokus untuk menyaksikan keadaan Rangga.


Kini Tara telah memeriksa keadaan Rangga


"Om keadaan Rangga tidak fatal, ia hanya mengalami syok karena mimpi yang dialaminya begitu sangat membuat Rangga sedikit mengalami setres, Saya akan memberikan resep untuk Rangga" Ucap Tara


"Tar tadi Rangga sudah 1 jam loh tidak bisa bangun dari tidurnya, kami telah berusaha untuk membangunkannya, tapi Rangga hanya berteriak-teriak, itu kenapa Tar??" Ujar Mami Elsa bertanya kepada Tara untuk memastikan keadaan Rangga baik-baik saja.


" jadi tante saya rasa Rangga baru saja mengalami mimpi Precognitive Dream ia merasa sangat syok atas mimpi yang ia alami, tapi saya baru bisa menebak ya kita tunggu sampai Rangga siap untuk bercerita, Pak Wiranto apakah Rangga sering mengalami kejadian yang seperti ini?" Ucap Tara bertanya kepada Pak Wiranto


"Sebenarnya Rangga pernah mengalami hal seperti ini setelah ia tertidur, saat insiden kedua orangtuanya meninggal ia sering seperti ini tetapi 2 tahun belakangan ini tidak kambuh, Rangga tidak pernah bermimpi yang aneh-aneh, ini pertama kali Rangga mengalaminya lagi setelah 2 tahun yang lalu" Ucap Pak Wiranto


"Saya sudah memberikan obat penenang kepada Rangga, semoga beberapa jam kemudian kondisi Rangga akan membaik, jika terjadi hal seperti ini lagi, saya sarankan bapak untuk bawa Rangga keahli psikolog pak" ujar Tara memberikan saran


Kini semua membiarkan Rangga untuk beristirahat dikamarnya, Pak Wiranto menemani cucunya yang sedang tertidur, ia sangat berharap ketika Rangga bangun dari tidurnya, Pak Wiranto bisa melihat sosok Rangga yang sangat ceria.


****


Diluar Ruangan Kamar Rangga


"Yaallah Rangga kau kenapa?" Ucap Elsa


"Iya Al juga sangat tidak tega melihat keadaan Rangga mi" Ujar Alfian


"Al sejak kemarin Rangga datang kerumah ini, Rangga sempat terlihat gelisah Entahlah karena apa, ehhhh Al ?" Tanya Elsa tak sabar ingin menanyakan sesuatu hal kepada Alfian


"Apa mi?" Alfian berusaha ingin mendengarkan kata-kata apa yang akan dibicarakan oleh Maminya


"Al, Emmmmm, ituu Al " Ucap Mami sambil menatap sekeliling ruang tamu milik Alfian


"Apa si mi yang jelas dong" tegas Alfian


"Al apa dirumah ini ada hantunya?"


Sontak Alfian langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Maminya yang sangat tidak jelas itu.


"Al mami serius Al, Rangga seperti abis melihat hantu Al" Ucap Elsa


"Sudahlah mami ini ngaco sekali, tidak ada hantu kalau ada akulah hantu yang paling ditakuti dirumah ini hahahahahha, kau lucu sekali si mi, sudahlah aku mau kekamar anakku" Ucap Alfian sambil berjalan meninggalkan ruang tamu


Mami Elsa merasakan dirinya berigidig ketakutan karena ditinggal Alfian sendirian padahal ini sudah jam 06.00 pagi namun Elsa merasa benar-benar takut dan ia langsung lari menyusul Alfian menuju kamar cucunya.


****