
Kini sampailah dipuncak acara Dimas dan Tania
Tania dan Dimas tampil dengan sangat serasi diacara pernikahannya.
Banyak kerabat artis yang datang kepernikahan Tania dan juga Dimas. Semua rekan bisnis Dimas turut menghadiri pernikahan Dimas dan menjadikan acara Dimas menjadi ajang reuni seperti pernikahan Pram dan Elena beberapa minggu lalu.
"Selamat yaaaa Dimas akhirnya acara berjalan dengan lancar, gw ikut seneng Dim, Tania" Ucap Pram sambil berjabat tangan kepada Dimas dan juga Tania
"Ia Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, terimakasih ya kalian selalu suport kami" Ucap Dimas sambil tersenyum
"Pasti dong Dim, kita kan keluarga" Ucap Alfian sambil menepuk bahu Dimas
"Cieeee cieee ada pengantin baru" Ledek Syakila sambil noel-noel pinggang omnya
"Cieee pasti nanti ciummm-ciuman kaya ayah dan bunda" Ucap Syakila
"Ehhhh tapi Om Dimas mah sering aku lihat cium-ciuman sama tante Tania" Ucap polis Syakila
Semua yang mendengar ucapan Syakila sudah pasti tertawa karena yang dibilang Syakila benar adanya hehe
"Alfiannnnnnn anakmuuuuu ini, Ehhhh keponakan om sangat jahil yaaa ya sekarang, berani ya ngeledek Om dan tantenya" Dimas langsung menggendong Syakila dengan sangat kencang agar Syakila tidak bisa lepas
"Ahhhh lepasin ommmm" Teriak Syakila sambil memukul-mukul pundak Dimas
"Gak mau om mau gendong keponakan om yang jahil ini" Ucap Dimas
Akhirnya kini mereka berfoto bersama untuk mendokumentasikan momen sakral antara Dimas dan Tania.
"Alhamdulillah ya Do semua berjalan dengan lancar" Ucap Elsa
"Ia El, aku tuh sebenernya dari kejadian Rangga udah sangat deg degan loh, takut ada apa-apa saja" Ucap Erdo
"Sama aku juga, ehhhh bukannya dulu kamu juga sama kayak Rangga ya bisa lihat-lihat kejadian?" Tanya Elsa dengan sangat penasaran
"Ia El, tapi belakangan ini kemampuanku mulai menghilang" Jawab Erdo dengan sangat santai
"Kok bisa gitu ya" Ucap Elsa sangat penasaran
"Baguslah El jadi aku gak merasa cemas lagi akan kejadian-kejadian yang terus mengganggu fikiranku Hehehehe" Ucap Erdo sangat bahagia
"Yasudah yuk kita gabung dengan yang lainnya" Bujuk Elsa
"Yukkk" Jawab Erdo.
"Hallo semua" Sapa Sam
"Heyyyy kok baru datang" Jawab Tara
"Maaf ya kemarin ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggalkan, makanya diundur keberangkatan ke Bali" Jawab Sam
"Heyyyy broooo selamat yaaa" Ucap Sam sambil memeluk Dimas
"Ia sama-sama Sam thank you ya sudah datang, Ehhh makasih loh teh Amal sudah datang" Ucap Dimas
"Sama-sama Dim, hallo Tania selamat ya" Ucap Amel seraya memberikan selamat kepada Tania
"Sama-sama teh Amel, terimakasih ya" Jawab Tania
"Hallo Om, selamat ya Om dan tante" Ucap Brayen
"Terimakasih Sayang" Ucap Dimas sambil menepuk bahu Brayen
"Ganteng banget Brayen, nurun ke Momy nya ini hehehehe" Ujar Tania
"Ia kalo nurun ke Papi pasti aku item tante hehehehehe" Jawab Brayen
Semua yang mendengar tertawa dan Sam hanya pasrah karen memang kulit Pram hitam namun ia benar-benar sangat gagah, bayangin aja tuh Sam temenannya sama Buaya dan juga Macan buas.
"Hayyyyyyy Kak Brayen" Tiba-tiba Syakila datang bersama dengan Rangga
"Hayyy Syakila" Jawab Brayen
Kini Brayen dan Rangga saling tatap dan tiba-tibaaaa mereka berpelukan karena sudah 1 minggu mereka tidak berjumpa
Semua merasa aneh karena mereka semua tidak ada yang tau jika Rangga dan Brayen saling kenal
"Ooooh ternyata kamu anaknya om Sam" Ucap Rangga
"Aku juga tidak menyangka kamu ada disini dan kenal sama papi ku" Jawab Brayen
"Kalian saling kenal???" Tanya Mami Elsa
"Kenal Omma" Jawab Rangga dan Brayen bersamaan
"Iya Omma, Brayen ini sahabatku disekolah dan kami satu kelas" Ucap Rangga
"Wahhhhh kebetulan sekali ini" Ucap Sam
"Sempit sekali ya dunia" Ucap Pak Wiranto
"Hehehehe benar Pak" Ucap Sam
Kini semua melanjutkan obrolannya sambil menikmati jamuan untuk makan siang bersama.
"Bray bagaimana rapotmu?" tanya Rangga
"Masih kedua ngga, tetap kamu yang juara 1" Jawab Brayen
"Heheheheheh" Rangga hanya tertawa
"aku masih enggak menyangka loh, kalo kalian ternyata saling kenal" Ucap Syakila sambil terus memasukan makanan kedalam mulutnya
"Ngga jadi in......." Ucap Brayen yang belum selesai langsung menghentikan ucapannya karena kakinya tiba-tiba diinjek uleh Rangga dan kini Rangga menatap Brayen mengisyaratkan agar Brayen tidak melanjutkan omongannya.
"Kenapa kak kok gak diterusin ngomongnya???" Tanya Syakila
"Ehhhh enggak kok Kila heheheheh aku lupa mau ngomong apa" Jawab Brayen.
Wahhhh apa ya yang mau diomongin Brayen sampai dia gak jadi ngomong hehehheeh
Hanya Brayen dan Rangga yang tau.
Author lagi kangen masa-masa seumuran Syakila, Rangga dan Brayen ni reader.
Rasanya author pengen balik lagi kemasa kanak-kanak hehehehee tapi tidak bisa 😂.