"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Usaha Penyelamatan Pak Surya Part 1



Kini saatnya peperangan dimulai, semua telah memadati kawasan penyekapan Bapak Surya Dirgantara dengan memakai pakaian seragam yang mirip dengan pakaian TNI agar terlihat nyaru dengan tumbuhan liar yang berada disekeliling markas yang sangat jauh dari pemukiman penduduk.


"Omm lewat sini" ucap Rangga degan menunjut tanah yang ditutup dengan rerumputan sehingga nyaru seperti tanah yang biasanya


"serius??" ucap Rizal


"Ia coba aku gali" ucap Rangga sambil menggali hanya dengan beberapa galian kini sudah terlihat lorong yang hanya bisa dilewati satu orang dengan berjalan mundur kebawah.


"Hayuu Rangga, saya dan Dimas kita lewat sini" ucap Rizal


"Baiklah" ucap Dimas


"Yasudah saya akan lewat atas gedung ini bersama dengan Tara" ucap Pram


"Okee hati-hati semua" ucap Rizal


Kini mereka semua mulai menjalani aksinya untuk menyelamatkan Bapak Surya.


Rangga merasa berada ditempat yang sama sekali tidak asing dilihat olehnya, rasanya ia sangat sering bulak balik masuk kedalam markas Steven. Beberapa kali Rangga selalu bermimpi mengenai tempat yang saat ini sedang ia datangi bersama dengan yang lainnya, Rangga benar-benar merasa sangat menyesal karena telah lambat untuk menolong Oppa Syakila dan juga Anggara.


"Hati-hati jangan gunakan senter yang terlalu terang" ucap Rangga


"Ia hati-hati turunnya" ucap Dimas


"Ini sudah jauh sekali kita menelusuri lorong ini" ucap Rizal


"memang sangat jauh om, nanti diujung jalan ini kita bisa menemukan penjara Oppa Surya" ucap Rangga


"wahhhh bermanfaat sekali kau ikut bersama kami" ucap Dimas


"Kamu benar-benar mengingatkan kita pada Papi Erdo, disaat beliau masih muda percis sekali ia bisa menerawang segalanya" ucap Rizal


Mereka terus menelusuri jalan yang benar-benar sangat sempit untuk dilewati, begitu pengap dan tidak ada pentilasi udara sedikitpun tidak ada.


Pak Wiranto dan Sam berjaga-jaga didalam pesawat sambil mereka memantau Rizal dan yang lainnya, masing-masing dari mereka telah dipasang sebuah memory kecil untuk melacak keberadaan masing-masing dari mereka.


"gawat didekat Pram dan Tara harus hati-hati ada orang diarea mereka sekarang" ucap Pak Wiranto


"Hallo tes tesss Pram kau dan Tara hati-hati darah barat daya ada musuh, kau habiskan mereka dengan sangat berlahan agar tidak terdengar dengan yang lainnya" ucap Sam


"Siapp laksanakan" ucap Pram dan Tara


Kini terlihat 6 orang musuh yang berjaga Pram dan Tara sudah mengambil posisi untuk menghabiskan musuhnya, satu persatu telah dibuat pingsan oleh Tara dan juga Pram.


"Bagus Tar" ucap Pram


"Ini tepat dititik kordinasi kita tunggu aba-apa untuk masuk" ucap Pram


"Ia siap" ucap Tara


"Perhatikan sekitar" ucap Pram


"Ia Pram" ucap Tara


Mereka berdua selalu bersikap hati-hati dan tidak boleh lengah terhadap musuh.


Kita kembali kepada Rangga dan yang lainnya mereka mulai menemukan sebuah cahaya diujung jalan


"Iya jalan itu om, kita harus hati-hati banyak sekali penjaga disana" ucap Rangga sambil menunjukan kearah jalan yang pernah ia lihat didalam mimpi


"Sudah siap semua?" ucap Rizal


"Siappp" jawab Rangga dan juga Dimas dengan sangat kompak


Kini waktunya pertarungan dimulai orang-orang yang menjaga penjara Pak Surya telah menyadari keberadaan Rizal dan yang lainnya.


Terjadi perkelahian yang luar biasa antara kedua kubu tersebut, Pram dan juga Tara membantu melumpuhkan para orang-orang suruhan Steven dengan melemparkan senapan obat bius dan banyak dari mereka yang tiba-tiba tergeletak pingsan.


"Zalllll" ucap Pak Surya


"Dimassss" ucap Pak Surya sambil tersenyum


"Berengsekkkkkkkkkkkk kalian semuaaaaaa plakkk plakkkk plakkkk" Rizal tak henti-henti memukuli anak buah Steven


Kini Pram dan Tara berusaha menghabiskan seluruh anak buah Steven dengan permainan cantiknya, sementara kini orang yang berjaga didepan penjara Pak Surya sudah babak belur tak tersisa.


"Ya Allah pakkkkk" ucap Rizal tak henti-henti ia meneteskan air mata melihat keadaan Pak Surya dibalik jeruji


"Sayaa tidak apa-apa nak, saya tidak apa-apa" ucap Pak Surya sambil tersenyum


"Nggaaa pegang ni kuncinya" ucap Dimas sambil melemparkan kunci penjara pak Surya yang telah ia ambil didalam salah satu kantong anak buah Steven


Kebetulan sekali hari ini Steven berada dimarkas Tailan, ia merasakan ada sesuatu yang sangat ganjal didalam ruangannya.


"Brantoo seperti ada sesuatu diluar" ucap Steven kepada asistennya


"Ia tuan akan saya cek" ucap Brantoo berlari mengecek keadaan luar ruangan.


Ketika Branto membuka pintu ruangan ia sangat kaget melihat teman-temannya sudah tergeletak penuh dengan darah.


"Tuannnn" teriak Brantoo


Steven langsung beranjak dan berlari dari tempat duduknya


"Brengsek siapa yang sudah berani menyusup kemarkas kita?" ucap Steven dengan sangat kesana melihat anak buahnya banyak yang tidak terselamatkan


"Hayyy sudah lama kita tidak berjumpa" ucap Rizal


"Brengsek kauuu Rizal, sialannnnn" teriak Steven dengan sangat murka


"Sekarang kau tidak bisa kabur kemana-mana, seluruh anak buahmu telah kita habiskan" ucap Rizal sambil tersenyum


"Penghianat kau Rizal" Teriakkk Steven


Sementara kini Pak Surya telah berhasil dikeluarkan oleh Rangga.


"Terimakasih nak" ucap Pak Surya


"Sama-sama oppa" ucap Rangga


"kamu anak siapa?" tanya pak Surya


"Saya cucu dari Pak Wiranto Evron" jawab Rangga


"Wah dia???, ada dia disini?" ucap Pak Surya


"ia Pak" jawab Rangga.


"Om Pram dan om Tara bawa oppa Surya keluar lewat atas ya, disana sudah ada om Sam dan juga oppa" ucap Rangga


"Kauuu???" tanya Pram


"Aku akan menghabisi Steven" ucap Rangga


"Gilaaa kau, sudah biarkan itu urusan Rizal dan juga Dimas" ucap Pram


"Tidak-tidak aku harus membantu mereka, cepatlah bawa oppa Surya terlebih dahulu, hati-hatii sampai ketemu nanti" teriak Rangga sambil berlari kearah ruangan Steven.


"Hatiiii-hatiiiiiii" Teriak Tara


"Hayuuu pak" ucap Pram sambil menuntun Pak Surya


"Anak itu bagaimana?" ucap Pak Surya sangat khawatir


"Tenang saja pak, anak itu anak yang sangat luar biasa" ucap Pram


Kini Pram dan Tara menuntun Pak Surya untuk keluar dari Markas yang benar-benar sangat tidak layak.


Pram dan yang lainnya sangat murka melihat penjara Pak Surya sungguh benar-benar sangar bau dan sangat kotor, benar-benar Steven harus mendapatkan balasan yang sangat stimpal.


****