
Sarah, Alfian dan Syakila sudah berada dikediaman Pak Wiranto, Sarah masih Syok atas kejadian yang baru saja terjadi 2 jam yang lalu, Sekarang sudah pukul 02.00 Pagi
Suasana diruang tamu milik Pak Wiranto, suasana yang penuh dengan ketegangan.
Alfian dan Sarah masih sangat panik, pucat, seluruh tubuhnya masih sangat gemetaran, wajah ceria beberapa jam yang lalu berubah menjadi raut muka penuh kekhawatiran.
"Kalian disini saja dulu, pengamanan dirumah saya cukup ketat, kalian bersembunyi dulu disini untuk sementara" Ucap Pak Wiranto
Jelas Pak Wiranto mempunyai pengawal yang sangat katat beliau adalah salah satu Pengusaha terkaya seasia.
"Tolong bawakan minuman Hangat untuk kami" Ucap Pak Wiranto kepada salah satu asisten rumah tangga.
" Terimakasih Banyak Pak Wiranto telah menerima keluarga saya untuk bermalam ditempat bapak, saya benar-benar tidak bisa berfikir jernih" ucap Alfian
" Sabar na, silahkan minum na Sarah, na Alfian"
"Terimakasih pak" Ucap Sarah dan juga Alfian
"Sama-sama nak".
Alfian yang sudah mulai tenang atas kesedihannya, kini kembali menjadi Alfian yang penuh dengan rasa kebencian kepada orang yang telah membuat masalah kepadanya.
"Berengsekkkkk"
"Pengecut" Teriak Alfian sambil meninju tembok rumah Pak Wiranto dan tanpa disadari tangannya berdarah.
"Sabar na besok kita bicarakan lagi sebaiknya kau tenangi dulu istri dan Anakmu, tidurlah, istirahat terlebih dahulu"
Dan semuanya beristirahat kecuali pengawal-pengawal dikediaman Pak Wiranto, mereka terus menjaga rumah milik Pak Wiranto Evron untuk tetap berjaga.
****
Disebuah kamar mewah yang ditempati Alfian dan Sarah, kini Syakila sudah tertidur dengan pulas. Alfian masih terus berfikir keras siapa yang beraninya melakukan hal seperti itu kepada keluarga kecilnya.
"Sayang" Ucap Sarah
"Iya Sayang, kenapa sayang?, kok kamu belum tidur?" Tanya Alfian sambil memeluk tubuh sang istri tercinta.
"Sayang kok kamu nangis, jangan nangis ya kamu harus kuat, jangan nangis yaaa" Ucap Alfian sambil menghapus air mata sang istri
"aku juga maunya kuat, tapi mana bisa sayang huaaaaaaaaa huaaaaaaa hiks hiks hiks" Sarah terus menangis sesegukan dipelukan Alfian
"cup cup cup sayang sudah ya jangan menangis, nanti Kila bangun, bisa-bisa dia nangis lagi sayang" Ucap Alfian berusaha menenangkan Sarah Winata.
"ya Tuhannnnnnnn" Batin Alfian
"ujian apa lagi ini?, mengapa saat saya hendak bertaubat tapi kau malah memberikan ujian yang sangat berat Tuhan".
"Akhhhhhhhh".
Alfian terus bergulat dengan fikirannya sendiri.
"sudah sayang kamu tidur ya" Ucap Alfian
"Hemmmm belum bisa sayang"
"kamu mau apa sayang?" Tanya Alfian
"enggak aku gak mau apa-apa, aku cuma mau berada didekat kamu dan juga Kila Sayang" Ucap Sarah Winata dengan hati yang masih pilu.
"iya sayang aku akan selalu menemanimu, yukkk kita tidur yu sayang, kamu harus istirahat, sudah jangan banyak fikiran yaaa, kasian dede bayiknya" Ucap Alfian sambil mengelus-elus perut Sarah Winata dengan penuh kelembutan.
"iya sayang" Jawab sarah sambil berusaha memejamkan matanya.
"selamat tidur ya sayang" Ucap Alfian sambil mengecup kening Sarah dengan penuh kelembutan serta tidak melepaskan pelukaannya dari sang istri dan juga anaknya".
"Selamat tidur juga sayang" Ucap Sarah.
Kini Alfian dan Sarah berusaha untuk tertidur, dan lama kelamaan dengan suasana semakin hening, Sarah Winata beserta dengan Alfian akhirnya tertidur dengan sangat pulas dan bisa melupakan sejenak rasa kegelisahannya.
****