"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Pembuktian



Kini waktu telah menunjukan pukul 05.00 WIB Mami Elsa dan Sarah sudah mulai bangun dari tidurnya untuk melaksanakan shalat Subuh.


Personil yang lain mulai terbangun dari tidur nyenyaknya, mungkin karena kemarin abis melakukan aktifitas yang sangat melelahkan sehingga hampir membuat seluruh personil kelelahan dan tertidur sangat pulas.


"Selamat pagi mantuku" Sapa Mami Elsa sambil tersenyum kepada Sarah


"Selamat pagi juga mih" Jawab Sarah dengan memberikan senyuman termanisnya dipagi hari


"Syakila masih tidur?" Tanya Mami Elsa


"Masih Mih, Syakila masih tidur dengan pulas" Jawab Sarah


"Alfian, Dimas dan Pram mereka baru tidur pukul 04.00" Ucap Mami Elsa


"Ia mih katanya mereka berjaga-jaga saja semalam" Jawab Syakila


"Yasudah kita coba pesen makanan yuk keluar untuk sarapan" Bujuk Mami Elsa


"Oke boleh mi" Jawab Sarah mengiyakan ajakan Mami Elsa


Kini Sarah dan Elsa keluar dari Villa penginapan yang ditempati oleh mereka.


"Hemmmmmmmm haus banget pengen minum" Ucap Clara yang baru saja terbangun dari tidurnya, ia langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Heyyy Clar" Sapaa Elena


"Heyyy Elena kau sudah bangun" Tanya Clara


"Ia baru saja bangun, aku haus sekali" Jawab Elena


"Sama aku juga hehehehe" Jawab Clara


Dan mereka berdua menghabiskan air minum yang telah mereka tuangkan digelas mereka masing-masing.


"Hoeeekkkk Hoeeekkkkkk" Tiba-tiba Elena langsung berlari menuju kamar mandi karena rasanya ia seperti ingin mengeluarkan isi perutnya


Clara sangat panik dan sangat cemas ia berlari mengikuti Elena yang berjalan menuju kamar mandi


"Kamu kenapa El?" Tanya Clara berdiri didepan pintu kamar mandi


"Gak tau ni aku mual sekali" Jawab Elena sambil memegang perutnya


Clara nampak senyum-senyum mendengar Elena muntah-muntah, Clara sangat yakin bahwa Elena sedang mengandung.


Kini Elena keluar dari kamar mandi Clara langsung mengajak Elena kekamar, Clara berusaha mengecek keadaan Elena.


"Kamu sudah haid?" Tanya Clara


"Belum, harusnya si aku sudah haid" Jawab Elena


"coba kamu pakai tes pack ini celupkan ke urin mu" Pinta Clara


"Tanda-tandamu itu sudah seperti ibu muda, sudah cepatlah sana" Ucap Clara


"Mana mungkin ahhh" Jawab Elena dengan sangat tidak yakin jika dirinya sedang hamil karena baru 1 bulan ia menikah dengan suaminya.


"Sudah cepatlah" ucap Clara


Akhirnya Elena menuruti permintaan Clara yang sangat memaksa terhadap Elena.


Kini Elena telah keluar dari kamar mandi dan menunjukan hasil tes pack nya kepada Clara


"Whahahaahahaaaa selamat ibu muda, selamattttttt" Teriak Clara memberikan selamat karena melihat hasil tes pack yang memberikan simbol garis merah 2.


"Aku bener-bener tidak menyangka Clar" Ucap Elena


"Ehhhh Clar kok bisa aku menikah baru hampir 1 bulan loh" Ucap Elena


"Ia bisa El, pada saat kamu melakukannya dengan Pram kamu berada dimasa subur jadi sangat cepat untuk membuahkan hasil El" Ucap Clara menjelaskan kepada Elena


Elena merasa sangat bahagia dan akhirnya Clara dan Elena mereka berpelukan.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


"Siapa tuuuuu???" Ucap Clara


"Siapa lagi, itu Tania, hayuuuu kita lihat" Ucap Elena


Elena dan Clara langsung berjalan menuju ruangan tamu dan ternyata telah ada kekasih Tania yang berusaha menenangkan Tania.


"Kamuu kenapa sayang kok kamu menangis?" Tanya Dimas sangat cemas melihat Tania menangis dengan terisak-isak


Kini semua telah berkumpul diruang tamu kecuali Sarah dan Elsa mereka berdua masih berada diluar Villa untuk mencari sarapan.


"Kamu lihat berita ini" Ucap Tania sambil mengusap air matanya


Dimas langsung mengambil handphone Tania dan berusaha mencari tahu hal apa yang bisa membuat Tania menangis.


Sekilas tulisan itu menceritakan kejadian naas


"Telah terjadi kecelakaan beruntun yang menewaskan rombongan wisata yang hendak melakukan perjalanan pulang, dikabarkan rombongan habis berwisata dari Pura tanah lot??????????" Ucap Dimas sangat kaget


"Pukul berapa kecelakaannya Dim?" Tanya Alfian


"19.30, Al" Jawab Dimas sangat lemas


"Sumpah gw liat foto korban ini gilaaa, gw engeh dia itu naik ke Busnya pada saat si Rangga lagi nangis" Ucap Dimas dengan sangat gelisah


"Coba liat" Pram langsung merampas handphone Tania dari tangan Dimas, Pram langsung dibuat kembali merinding.


Seluruh badan mereka semua seperti kaku dan tak bisa bergerak.


Benar-benar mati rasa, kini mereka semua mulai menyadari jika Rangga memiliki kemampuan supranatural hanya Syakila yang tidak mengerti ia masih sangat polos untuk mengerti hal seperti ini.


Pak Wiranto tak henti-henti memeluk tubuh Rangga begitupun dengan semuanya mereka mengucapkan terimakasih kepada Rangga karena Rangga berhasil meyakinkan semuanya untuk tetap tinggal di Tanah Lot.


Jasa travel yang menemani keluarga Alfianpun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rangga.


"Rangga tante minta maaf ya semalem tante sempet ragu sama kamu" Ucap Tania


"Maafkan Rangga, Rangga tidak bermaksud untuk menakuti kalian, maafkan Rangga" Ucap Rangga sambil meneteskan air mata


"Tidak sayang, kami sangat bersyukur nak karena kamu kita semua masih bisa bersama disini" Ujar Alfian memeluk Rangga


Kini Sarah dan Elsa datang membawa makanan


"Heyyyy kok pada sedih-sedih gini si, ini masih pagi kok kalian sedih-sedihan" Ucap Mami Elsa


Alfian memberikan handphone milik Tania kepada Mami dan Sarah dan sekarang Mami Elsa dan Sarah sangat mengerti akan situasi pagi hari ini.


"Yasudah sudah gak usah pada sedih ya, naaa Rangga sayang cucu oma Elsa gak boleh sedih nak, kamu gak boleh benci sama diri kamu karena kamu mempunyai kemampuan yang berbeda dari orang lain na, itu tidak buruk naaa, itu adalah sebuah keajaiban yang diberikan oleh Allah lewat kamu" Ucap Mami Elsa sambil mengelus rambut Rangga


"Ia Oma" Jawab Rangga


"Karena kita semua langi berkumpul aku ingin mengumumkan sesuatu" Ucap Elena


"Kamu mau umumkan apa mantuku?" Tanya Papi Erdo


Elena langsung mengeluarkan test pack setrip 2 sambil tersenyum kearah semua orang yang kini fokus menatapnya.


Semua tersenyum bahagia mendengar kabar kehamilan Elena, Pram langsung memeluk dan mencium kening sang istri.


"Selamat ya sayang" Ucap Mami


"Selamat El"


Semua mengucapkan selamat kepada Elena dan juga Pram.


Kini suasana keceriaan telah mengalahkan kesedihan beberapa menit yang lalu, kini semua merasa bahagia karena mendengar Elena sedang hamil anak pertama.


Mereka semua tak henti-henti bersyukur karena telah selamat dari ancaman tragedi maut yang terjadi kemarin malam.


Jika keluarga Alfian tetap kekeh untuk kembali pulang bukan hanya bus naas itu tetapi bus travel Alfian bisa saja mengalami kejadian naas itu pasalnya Bus travel naas itu berjalan beriringan dengan bus travel milik Alfian.


****