"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Suasana Perusahaan Dirgantara



Suasana ruangan Pram


"Pram apakah sudah ada kabar dari Tuan Al?" Tanya Dimas dengan raut muka yang amat sangat penasaran


"Belum ada Dimas" jawab Pram sambil tetap fokus dengan kerjaannya


Mereka berdua adalah orang kepercayaan Tuan Alfian yang selalu mengurus perusahaan Alfian dikala Tuannya sedang tidak bisa hadir, dan bukan hanya urusan kantor Dimas dan Pram ahli bela diri mereka terkadang selalu mengawal kemana Tuannya pergi, dan kini Dimas dan Pram sangat merasa cemas karena mereka diperintahkan untuk tidak mengawal tuannya, mereka sangat patuh menuruti permintaan tuannya, namun kini Pram dan Dimas merasa sangat menyesal karena tidak mengawal Alfian beserta keluarga kecilnya dengan sembunyi-sembunyi.


"Saya merasa ada yang janggal apa kita susul tuan kesana Pram?" Ucap Dimas memecahkan keheningan didalam ruangan Pram.


"Saya juga merasa ada yang janggal" jawab Pram "Lihat berita di TV ituuu ucap Pram sambil telunjuknya mengarah kepada TV didalam ruangannya.


Pram dan Dimas merasa sangat terkejut, mereka tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat.


"Itu bukannya Villa tuan Alfian, saya masih ingat betul itu Villa tuan Alfian" Ucap Dimas penuh dengan rasa panik.


Begitupun dengan Pram ia sangat terkejut, kini kedua asisten Alfian merasa sangat gusar, mereka benar-benar merasa menyesal tidak mengawal Alfian beserta keluarga kecilnya.


"Ah ada yang tidak beres ini dim" Pram berteriak dengan ekspresi yang sangat marah sambil meninju meja kerjanya


"Pasti sabotase gw yakin ini" Dimas menebak-nebak


"Menurutmu apakah tuan dan nona baik-baik saja dim?"


"Gw gak tau Pram" Dimas mengacak ngacak rambutnya dan melonggarkan dasinya karena ia merasa sangat gerah padahal AC diruangan tersebut menyala normal.


"Hayooooo kita cari tahu Dim" Bujuk Pram kepada Dimas


Dimas dan Pram langsung berfikiran untuk berangkat ke Bandung, Dimas dan Pram harus memastikan kejadian yang sebenarnya karena nomor handphone Alfian dan Sarah tidak ada yang bisa dihubungi, ya letak Villa tersebut berada di Bandung, Tidak ada yang tahu Villa tersebut milik Alfian Dirgantara, berita di TV pun tidak menjelaskan bahawa Villa itu milik Alfian Dirgantara, jika wartawan mengetahuinya mungkin perusahan sudah ramai didatangi oleh wartawan.


Kembali kesuasana Rumah Pak Wiranto di Bandung, Alfian telah menimbang-nimbang apa yang harus ia lakukan, ya akhirnya Alfian telah mengambil keputusan,


"Hallo Pram" ucap Alfian


"Hallo Tuan, Syukur tuan masih hidup, Tuan apa kabar dan dimana sekarang?


"Saya baik pram, saya lolos dari tragedi maut itu, cepat kita cari tahu siapa dalang dari semua ini, dan untuk sementara biarkan saya bersembunyi agar si berengsek mengira saya sudah mati"


"Baik Tuan segera saya akan menyelidikinya"


"Mari kita mulai perang ini" tegas Alfian


"Siap Tuan"


Akhirnya telfonnya terputus, Pram yang langsung menceritakan kepada Dimas, Pram dan Dimas merasa sangat tenang karena tuan Alfian, Nyonya Sarah dan nona kecil selamat dari tragedi bom yang menghancurkan Villa mewah mereka, Pram dan Dimas mereka memulai pelacakan untuk mencari orang yang ingin mencelakai Tuannya.


"Akan terjadi pertumbuhan darah nih" Ucap Dimas


"Pasti" Jawab Pram


"Gila tu orang ya cari masalah sama bos kita"


"Ini saatnya Dim kita beraksi menghabiskan para bedebah itu, tanganku sudah mulai gatal, sudah lama tidak perang"


"Betul banget"


Pram dan Dimas langsung kembali menyelidiki siapa orang pembuatan onar itu, mereka berdua sudah tidak sabar ingin melihat mangsanya tewas bagaikan ditelan bumi.


****