"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Ngidam Martabak Durian




Sarah yang hanya manyun diruang TV, Sarah merasa kesal kepada anak dan juga suaminya, Sarah hanya diam tak bersuara. Syakila dan Alfian yang lagi subuk bermain game sambil ketawa ketiwi, Ayah dan anak juga sudah bergulat bermain game mereka tidak bisa diganggu, Alfian dan Syakila hanya fokus dengan gamenya.


Sarah tak kuasa ia semakin merasa geram dan akhirnya keluar juga suara dari mulut manisnya.


"Gituuuu ya gak ada yang sayang sama Bunda" Ucap Sarah sambil memanyunkan bibirnya dan kedua tangan ditekuk diperutnya.


Syakila dan Alfian mereka saling tatap dan tetap fokus kembali bermain game.


"Jadi kalian bener ni udah gak sayang sama Bunda?" Teriak Sarah penuh dengan kekesalan.


Suara alarm menyeramkan telah keluar dari mulut manis Sarah seketika Ayah dan anak mereka kembali saling tatap Syakila dan Alfian menghentikan pergulatan main gamenya.


Alfian yang langsung melangkahkan kakinya mendekati istri tercinta.


"Kenapa sayang, ada apa?" tanya Alfian


"Uuuuuuhhhh Bunda gak seruuu" rengek Syakila sambil manyun


"Sini Sayang kemari peluk Bunda" Pinta Sarah


"Apa Bunda?" sambil menghampiri Bundanya dan memeluk Sarah


"Gak apa-apa nak, bunda hanya ingin dipeluk Ayah sama anak Bunda yang cantik ini" Ucap Sarah


Mereka bertiga berpelukan diruang TV sambil tiduran santai dan menonton acara Televisi.


"Sayang aku mau makan Martabak Durian" Pinta Sarah sambil mengelus-ngelus perutnya


"Sayang aku harus nyari dimana? Ini bahkan jauh sekali dari rumah warga" jawab alfian


"Tapi aku mau sayang" jawabnya sambil sedikit merengek


"Pleaseee nanti saja ya sayang besok saja kita cari" jawab Alfian


" gak mau aku tetep mau sekarang" ucap Sarah "aku itu tadi liat saat kita hendak ke vila ini diujung kampung sana ada yang jual martabak"


" Sayang ini sudah malam kau tidak kasihan kepadaku? Ini bukan jakarta sayang" ucap Alfian


"Pleasee Sayang baru jam 10 kok" jawab Sarah terus memohon kepada Alfian


Alfian yang mengacak rambutnya dengan sangat frustasi.


"Aku cape sayang kamu saja yaaa" ucap Sarah "biar aku sama Kila tunggu di Villa" sambil memeluk Syakila.


Mereka Bertiga Terus berdebat, Alfian dengan kekehnya sang istri dan anaknya harus ikut bersama Alfian menbeli Martabak.


"Bunda kita ikut saja ya sama Ayah" ucap Syakila


"Tuhhh kila aja setuju, aku tidak akan membiarkan istriku yang cantik ini dan juga anakku yang cantik ini berada di Villa ini tanpa aku, bahkan kita tanpa ada pengawalan sayang" jawab Alfian


"iya Bunda Kila takut jika hanya berdua sama Bunda di Villa ini, Villa ini sangat besar bunda" Ucap Syakila sambil matanya melirik keseluruh ruangan Villa yang terlihat oleh bola matanya.


"Baiklah hayoooo" jawab Sarah sambil kesal.


Dan mereka bertiga bergegas memasuki mobilnya langsung berangkat mencari martabak yang diinginkan oleh istri tercinta, Mobil yang dikendarai semakin jauh dari Villa yang dihuninya.


"Serem sekali Ayah jalannya" ucap Syakila sambil memeluk Bunda


"Namanya juga dikampung sayang" ucap Alfian


"Sayang apa kita harus meminta asistenku untuk datang menyusul kita?" Tanya kepada sang Istri


"Tidak usahlah sayang, sekali-sekali kita berlibur hanya dengan keluarga kecil kita" jawab Sarah


" Tapi aku merasa seperti ada yang mengganjal sayang" Ucap Alfian


"Bismillah Sayang, kau seperti tidak punya iman, percayakan pada Allah" Jawab Sarah


"Iya Sayang" Ucap Alfian


Alhamdulillah mereka akhirnya sampai ditempat tujuannya depan gang sebelum masuk ke persimpangan Villa milik Alfian.


"Hayu kita turun semua" ucap Alfian


"hayooo" Jawab Sarah dan Syakila


Alfian, Sarah dan juga Syakila melangkahkan kakinya menuju kedai Martabak.


Sarah merasa sangat bahagia rasanya ia ingin secepatnya memakan martabak Durian.


****