
Karena Sarah Winata sudah bisa mengendalikan perasaannya, kini Sarah telah mengikhlaskan semua ujian yang telah diberikan oleh Allah SWT, Sarah mulai menjalankan kehidupannya kembali, ia harus bisa bangkit untuk Syakila Anathsya Dirgantara dan juga suami yang selalu mendukungnya Alfian Dirgantara.
****
Ruang Kerja Pak Wiranto, nampak Alfian telah bercakap dengan seseorang dengan menggunakan handphonenya.
"Bawa mereka semua kemarkas kita, pastikan Buaya dan Macan kita masih sehat" Ucap Alfian kepada asistennya
"Siap tuan" jawab Pram asisten Alfian
"Kau memerintahkan Sam kan? agar Buaya dan Macan tidak diberikan makan?"
"Sudah tuan, sudah hampir 1 minggu binatang kesayangan tuan tidak makan"
"Pastikan binatang kesayanganku masih baik-baik saja"
"Pasti tuan, semua sudah menjalankan tugas dengan baik" Ucap Pram
"Saya segera berangkat kesana, eksekusi kita lakukan malam ini, perketat keamanan"
"Siap tuan saya tunggu dilokasi"
Setelah telfon antara Pram dan Alfian terputus, Alfian langsung menyiapkan diri untuk berangkat ke Lampung. Pulau belantara hanya ada satu rumah tua yang sangat seram.
"Gunakan zet pribadi saya" Pinta Pak Wiranto
"Saya sudah meminta jemput Dimas asisten saya" Alfian menjawab
"Pakai lah Zet pribadi saya agar tidak ada yang curiga itu kamu na" Ucap Pak Wiranto meyakinkan bahwa tawaran Pak Wiranto ialah keputusan terbaik.
"Baik Pak" Alfian menjawab dan tidak bisa menolak permintaan Pak Wiranto
"Kau akan dikawal oleh orang kepercayaanku, jam terbangnya sudah sangat banyak memangsa bedebah, makin banyak pengawal semakin baik" Bujuk Pak Wiranto
"Baik Pak terimakasih saya izin berangkat, tolong jaga anak dan istri saya" Alfian memohon kepada Pak Wiranto
"Kau tak perlu khawatir nak, balaskan dendam untukku" Ucap Pak Wiranto
"Sebisa mungkin pak akan saya habiskan para bedebah itu"
Alfian telah berlalu dan berangkat ke area yang telah direncanakan.
****
Dimas dan Pram telah menunggu Tuannya untuk melakukan breafing singkat sebelum aksi balas dendamnya.
"Itu tuan" Ucap Dimas kepada Pram
" Selamat datang Tuan Al" Ucap Dimas dan Pram bersamaan menyambut kedatangan Tuannya sambil memberikan hormat
"Iya, Bagaimana semuanya sudah kau sekap orang-orang kepercayaann Steven?"
"Sudah tuan mereka sudah dikurung diruang bawah tanah"jawab Dimas
"Bagus, mari kita bantai mereka" Ucap Alfian
"Dengan senang hati Tuan,kita sudah lama tidak melakukan tradisi ini"
"Ada berapa tawanan yang kau sekap?" Tanya Alfian
"10 orang Tuan, mereka semua adalah petarung terjitu yang berlatih di Amerika, kami berhasil meringkus mereka" Jawab Pram
"Bagus, kita habiskan mereka semua karena sudah berani main-main dengan keluarga Dirgantara dan keluarga Wiranto Evron, dimana si berengsek Steven?" tanya Alfian penuh dengan ekspresi yang sangat marah
"Amerika Tuan, kita telah mengirim mata-mata untuk mengawasinya" Jawab tegas Dimas
"Bagus mari kita mulai"
"Siap tuan" Jawab kompak Pram dan Dimas.
Alfian, Dimas dan Pram masuk bersamaan kearea gedung yang sangat seram, dari area luar tampak tidak ada kehidupan dipulau belantara ini. Bangunan tua yang jauh dari kata layak untuk ditinggali, Tatapan Alfian, Dimas dan juga Pram berubah menjadi tatapan membunuh, rasanya mereka bertiga sudah sangat geram terhadap orang suruhan Steven ******** itu. Semua anak buah Alfian Dirgantara telah menyiapkan diri mereka masing-masing.
Wah apa ya yang akan dilakukan Alfian beserta dengan seluruh pekerjanya?
Apakah aksi balas dendam ini akan berhasil?
****