
7 Tahun yang lalu tampak seorang gadis cantik berusia 18 tahun sedang mangayun sepedahnya, dengan raut muka yang sangat bahagia, ia selalu tersenyum dan selalu terlihat ceria, tiba-tiba sebuah mobil pick up yang membawa begitu banyak sayuran melaju sangat kencang dan hampir menyerempet gadis cantik itu, dan gadis itu kehilangan kendali akhirnyaaaaaaaaaaaaaa
bruggggggggggggggggg
Gadis cantik itu terjatuh semua dagangan yang ia bawa hancur berantakan bersama dengan dirinya, kini dagangan dengan beraneka macam kue, beserta paras cantiknya sudah hilang tak terlihat karena terkena lumpur, orang yang mengendarai mobil Pick Up tidak peduli dan terus melanjutkan perjalanannya, hati gadis itu sangat hancur bukan karena dirinya yang saat ini penampilannya sudah tidak berwujud melainkan karena dagangannya yang baru saja ia ingin jual semuanya musnah begitu saja, tiba-tiba seseorang yang bersembunyi dibagian belakang mobil pick up itu meloncat dan menghampiri gadis itu.
"Kamu tidak apa-apa?" ya itu adalah Alfian Dirgantara ia terpaksa bersembunyi ditumpukan sayur-sayur itu, pria yang mengendarai mobil pick up itupun tidak tau jika Alfian bersembunyi, ia sedang menghindari musuhnya.
"tidak aku tidak apa-apa" ya perempuan itu bernama Sarah Winata, gadis yang sangat cantik, karena mukanya tertutup oleh lumpur sehingga paras cantiknya tidak terlihat.
Alfian langsung membantu sarah untuk berdiri.
"terimakasih" Ucap Sarah sambil memberikan senyuman
"ini semua apa?" Ucap Alfian sambil menunjuk kearah kue-kue tradisional buatan Sarah
"itu hanya daganganku, tidak apa-apa kok" Ucap Sarah sambil tersenyum
Alfian seketika membersihkan muka sarah yang penuh dengan lumpur dengan sangat tiba-tiba gengss, seketika Sarah langsung menghentikan aksi Alfian itu, karena ia merasa sangat risi jika mukanya disentuh oleh laki-laki, walaupun laki-laki itu sangat tampan, Sarah sangat merasa risi.
"maaf biar saya saja, saya bisa melakukannya sendiri, terimakasih" Ucap Sarah sambil ia mengelap wajahnya yang sedikit demi sedikit wajah cantiknya mulai terlihat Alfian sangat terpana melihat kecantikan yang sangat natural, kecantikan yang dimiliki oleh gadis desa itu.
"Saya permisi sekali lagi terimakasih" Ucap Sarah sambil mendorong sepedanya.
"kamu mau kemana?" Sambil menghentikan langkah Sarah
"pulang" jawabnya dengan sangat singkat
"Tidak usah" Sarah kini merasa takut karena ia fikir orang yang menolongnya adalah maling, karena Sarah melihat Alfian yang tiba-tiba melompat dari tumpukan sayuran.
"Saya tidak akan berbuat jahat sama kamu, kamu jangan takut".
"Saya bisa pulang sendiri, sekali lagi terimakasih Mas" ucap Sarah sambil tersenyum.
Kini keberadaan Sarah semakin jauh dari Alfian.
Alfian masih berdiri seperti patung sambil ia meratapi kepergian gadis desa itu yang amat sangat malang menurut pandangan Alfian, tapi ia merasa sedikit kesal karena baru kali pertama ada perempuan yang berani menolak ajakan Alfian Dirgantara.
"Wahhh gila gadis desa itu nolak gw?????nolak tawaran gw??
astagaaaaa ahhh sudahlah ngapain juga gw harus tertarik dengan gadis desa itu" Alfian berusaha menghentikan fikiran gilanya itu.
Tapi batinnya berkata lain dan akhirnya ia membuntuti Sarah dengan diam-diam tentunya sampai akhirnya tiba disebuah panti asuhan "KASIH BUNDA".
Alfian sempat bertanya kepada salah satu warga disana untuk menggali informasi mengenai gadis cantik yang ditolongnya beberapa jam yang lalu. Ya betul Sarah Winata gadis yang selama ini tinggal dipanti asuhan KASIH BUNDA, Alfian merasa dirinya harus mendapatkan gadis cantik itu.
Selama 1 tahun Alfian selalu berusaha mengejar Sarah Winata tanpa mengenal rasa lelah namun Sarah selalu menjah dan ia tidak mau menerima apapun yang diberikan oleh Alfian Dirgantara.
Penolakan Sarah Winata tidak membuat Alfian Dirgantara untuk menyerah mendapatkan Sarah Winata. Alfian semakin ingin memiliki Sarah sampai suatu hari semua yang diinginkan Alfian terwujud karena kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh Alfian begitu sangat tulus sehingga Sarah Winata jatuh hati kepada sosok Alfian.
****