
Raut wajah dari orang-orang terdekat Alfian Dirgantara tampak semberaut menanti dokter keluar dari ruangan oprasi yang sedang menangani kondisi Alfian Dirgantara.
Kondisi Alfian benar-benar sangat kritis karena menghabiskan banyak darah diperutnya.
Pisau pelaku penusukan benar-benar sangat tajam membuat tusukan itu sangat dalam menembus perut Alfian Dirgantara.
Beberapa dokter ahli yang sedang menangani proses oprasi Alfian sangat berharap Alfian dapat bertahan untuk hidup karena melihat kondisi yang nampak sangat tidak memungkinkan untuk Alfian Dirgantara untuk tetap bertahan hidup.
"mihhh" Ucap Sarah sambil memeluk Mami Elsa
"Sarah sangat takut mihhhh" Ucap Sarah sambil terus meneteskan air mata
"Mami juga sangat takut sayang" Jawab Mami Elsa sambil air matanya terus bercucuran membasahi pipinya
"Mih Sarah gak mau kehilangan Al mih, sarah gak mauuuuu mih" Ucap Sarah sambil terus menangis
"kita doakan yang terbaik untuk Al ya sayang, kita sama-sama berdoa ya semoga Allah memberikan mukjizat untuk Alfian" Ucap Mami Elsa
"Aamiin mih semoga Allah mendengar doa kita ya Mih" Ucap Sarah sambil menghapus air matanya yang dari tadi sudah membanjiri pipi indahnya
"Aamiin sayang" Jawab Mami Elsa
"kamu harus kuat ya Sarah untuk putra putrimu" Ucap Mami Elsa
"insyaallah mih, Sarah akan berusaha untuk kuat mih" Jawab Mami Elsa
Sudut lain kita lihat keadaan Syakila ya reader
Terlihat Pak Wiranto sedang menggendong Syakila yang kini masih saja menangis ingin bertemu dengan Ayah dan Bundanya.
"aku ingin ketemu Ayahhh.... Aku ingin ketemu Ayah" Teriak Syakila
"Syakila takut Ayah meninggal Oppa, Syakila gak mau Ayah meninggal, Syakila mau sama-sama Ayah" Rengek Syakila
"Ayah pasti kuat sayang, Ayah Alfian kan jagoan, Ayah Syakila adalah orang yang hebat, Ayah Syakila pasti selamat sayang" Ucap Pak Wiranto dengan sangat lembut berusaha menenangkan Syakila
"Syakila mau kerumah sakit Oppa" Bujuk Syakila sambil menatap mata Pak Wiranto dengan penuh harap agar Pak Wiranto membawa Syakila kerumah sakit tempat Ayahnya dirawat.
"tapi Syakila mau janji sama Oppa?" Ucap Pak Wiranto
"janji apa Oppa?" Tanya Syakila
"Syakila harus janji, kalo kita kerumah sakit dan ketemu bunda, Syakila jangan menangis, Syakila mau janji?" Ucap Pak Wiranto menatap kedua mata Syakila
"hemmm ia Syakila janji oppa, Syakila akan janji tidak akan menangis terutama didepan bunda" Ucap Syakila dengan penuh keyakinan, dirinya berusaha meyakinkan Pak Wiranto agar Syakila diberi izin untuk kerumah sakit
"beneran Syakila mau janji, Syakila harus kuat ya didepan bunda, jangan buat bunda semakin sedih yahhh" Ucap Pak Wiranto
"ia Oppa Syakila janji" Jawab Syakila penuh dengan keyakinan
"Yasudah hayu Rangga kita berangkat kerumah sakit" Ucap Pak Wiranto yang masih menggendong Syakila
"iya Oppa" Jawab Rangga yang berjalan dibelakang Oppa Wiranto dan Syakila.
Tak lupa Oppa Wiranto berpamitan kepada Tania dan yang lainnya, yang kini sedang menjaga Anggara dan putra-putranya dan semoga penyelidikan pelaku yang telah berusaha membunuh Alfian mendapatkan hukuman yang sangat setimpal atas perlakuannya.
Akankah ada dalang dalam penusukan Alfian Dirgantara?
Semoga segalanya berjalan dengan lancar dan semoga Alfian Dirgantara dapat melewati masa keritisnya.
****