"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Sarah dan Alfian



kita intip kedalam kamar pasturi muda ini siapa lagi kalo bukan Sarah dan Alfian.


Alfian dan juga Sarah tampak sedang mengobrol asik dan bercanda gurau.



"Aku benar-benar masih tidak menyangka sayang kekayaan keluarga suamiku benar-benar semenakjubkan sekali, aku merasa berada dalam mimpi yang sangat panjang bisa bersamamu, aku seperti berada didunia lain sayang" Ucap Sarah sambil menyenderkan kepalanya dibahu sang suami


"Ya kamu belum tahu semua ini hanya salah 1 rumah mami dan masih banyak lagi, keluargaku memang sudah lama berbisnis dinegeri ini, jadi wajar saja kini hartanya melimpah" Jawab Alfian dengan santai


"Hemmm pantas saja para wanita banyak yang iri kepadaku, ternyata suamiku sekaya ini, aku minder sayang aku bukan siapa-siapa, mungkin mantan-mantan kamu dahulu derajatnya sangat sama denganmu, tidak miskin sepertiku, bahkan aku tidak tau siapa orangtuaku, aku hanya Sarah Winata wanita yang dibesarkan di pan....."


Sebelum ucapan sarah itu selesai Alfian langsung mengecup bibir sang istri, Sarah langsung syok atas perlakuan suaminya itu yang sangat spontan, Alfian melumuti bibir sarah dengan sangat lembut dan akhirnya sarah mulai membalas ciuman hangat yang diberikan sang suami.


"Sudah ya kau tak usah mengulang-ulang mengenai latar belakangmu, buang fikiranmu yang merendahkan dirimu, aku tidak suka yang terpenting aku dan mami sangat menyayangimu, kau tidak usah bahas masalaluku, aku sangat tidak suka" Ucap Alfian sambil mengelus pucuk kepala Sarah


"Hemmm ia sayang aku sangat bahagia bisa dicintai oleh suamiku ini, terimakasih ya sayang" Ucap Sarah sambil memeluk erat tubuh Alfian.


Sarah merasa sangat bahagia sekali hidupnya kini sudah bergelimang harta, dicintai oleh suami yang sangat perhatian terhadapnya, sangat bertanggung jawab, memiliki putri yang sangat cantik dan tentunya memiliki Momy mertua yang sangat baik terhadapnya.


"Aku yang Terimakasih sama kamu karena kamu adalah wanita yang sangat sempurna untukku, kamu sama sekali tidak menghambur-hamburkan uang suamimu ini padahal aku sudah sering meminta kamu untuk membeli segalanya apa yang kamu suka, tapi kamu tidak membelinya, tidak berpoya-poya mungkin jika itu wanita lain mereka sudah menghabiskan segalanya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat tapi kamu berbeda sayang, aku sangat sayang sama kamu"


"Aku juga sangat sayang sama kamu"


"I love you sayang"


"Jadi sekarang mari kita produksi anak sayang, karena aku mami sangat menginginkan anak yang sangat banyak" Ucap Alfian sambil menatap kedua bola mata sang istri


"Hahhhh anak banyakkkkkkk????" Sarah terkejut dia saja masih tidak bisa melupakan rasanya persalinan ketika melahirkan Syakila, itu benar-benar membuat ia linu tapi kembali ia berfikir waras itu sudah menjadi kewajiban seorang istri.


"Kenapa kamu gak mau sayang ngasih adik untuk Syakila?"


"Aku sangat mau lah sayang"


"Biar rumah kita yang besar semakin ramai sayang, aku tidak mau Syakila menjadi anak tunggal sepertiku sangat kesepian"


"Iya sayang kita sambil berdoa ya sama Allah"


"Iya sayangku yasudah hayoooo tunggu apa lagi"


"Hayooo apa?" tanya polos Sarah kepada Alfian


Alfian langsung mengangkat tubuh sang istri ke atas kasur kebesarannya mereka langsung melakukan aktifitas suami istri yang biasa dilakukan diatas ranjang. Alfian dan Sarah sangat berharap agar Tuhan memberikan kepercayaan untuk dihadirkan kembali sang buah hati.


Hampir setiap malam pasturi ini melakukan kegiatan berhubungan intim dipagi hari dan juga malam hari Alfian sangat berharap benih-benih yang ia tanam segera membuahkan hasil, semakin banyak ia menamburkan benih dirahim sang istri ia berharap Syakila akan segera memiliki adik.


Kita doakan saja ya semoga Syakila cepat mendapatkan adik yang sangat menggemaskan.


****