"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Makan Bersama




Hidangan makanan rumahan yang telah dimasak oleh Sarah, Mbok Lastri dan juga Titin sudah selesai.


Syakila membujuk Ayah agar makan siang hari ini dihalaman belakang rumah karena Syakila merasa sudah asik dengan suasana outdoor halaman rumahnya, Alfianpun setuju kepada Syakila agar makan siang kali ini dilaksanakan di halaman belakang rumah.


Sarah meminta pelayannya untuk menyiapkan semua makanan dibawa dan ditata didepan tenda Syakila.



"Yeayyyyyy makan diluar" Ucap Syakila penuh dengan keberhasilan


"Seneng banget ni kayaknya" Ucap Rangga


"Aku seneng sekali bisa makan bersama" Jawab Syakila kepada Rangga.


Rangga hanya tersenyum melihat Syakila tersenyum, rasanya Rangga sangat bahagia kenal dengan Syakila ia merasa ia mempunyai saudara perempuan yang sangat ia sayang.


Kini semua menu makanan sudah disajikan dimeja yang telah disediakan, Alfian, Pak Wiranto, Sarah, Syakila, Rangga dan Mang Asep langsung mengantap menu makan siang dengan sangat lahap.


"Wahhhh meni ngeunah pisan ey masakan nyonya Sarah, emmm maksudnya itu enak banget masakan nya hehehehe" ucap Mang Asep sambil menikmati masakan Sarah


"Hehehehehe bisa saja ni mang ujang" Jawab Sarah


"Istri siapa dulu, istriku" Ujar Alfian sambil tersenyum


Semua yang menyaksikan hanya tersenyum mendengar ucapan Alfian.


"Iya atuh tuan muda siapa juga yang bilang kalo neng Sarah teh istri saya"


"Hahahahahahaha" Semua yang mendengar tertawa.


"Dasar mang Asep nih, oia Rangga bagaimana latihan beladiri kamu?" Tanya Alfian kepada Rangga


"Lancar dong om, aku selalu latihan" Jawab Rangga sambil memakan makanannya


"Bagus-bagus" Ucap Alfian.


"Ia aku kan mau jago kayak om dan juga oppa" Ujar Rangga


"Kamu harus lebih jago dari oppa dan om Alfian na" Saut Oppa Wiranto


"Betul tu ngga" Ucap Alfian


"Ia Oppa, om Rangga pasti belajar dengan baik".


"Den Rangga biar bisa jaga neng Syakila ya??" ledek mang Asep


Rangga langsung mencubit tangan mang Asep yang duduk disebelahnya.


"Jangan macem-macem" Ucap Rangga sambil memberi tatapan melotot kearah Asep.


"Jadi kangen Bandung ih" Ucap Sarah


"Ia bun, aku juga kangen liat sawah bun biar bisa lihat kak Rangga jatuh lagi hahahahahahahaha" Ucap Syakila yang ujung-ujungnya nyerempet meledek Rangga


Semua yang mendengar hanya tertawa kecuali Rangga merasa sedikit kesal mengingat kejadian lumpur.


"Hayu atuh main ke Bandung" Ajakan Pak Wiranto


"Ia saya tunggu ya" Jawab Pak Wiranto


Semua melanjutkan kegiatan makan siangnya dengan penuh suka cita, tertawa, bercanda bersama, hal ini adalah hal sederhana yang sangat berarti bagi keluarga Dirgantara dan Evron karena jika urusan perusahaan sedang sibuk pasti akan susah untuk menyempatkan waktu makan bersama, walaupun mereka adalah pemilik perusahaan tetapi mereka tetap bekerja keras, rajin dan tetap bertanggung jawab karena sudah sepantasnya menjadi Pria sejati ialah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


****


Kini makan siang bersama telah selesai, tinggal ada Rangga dan juga Syakila yang masih bermain menghabiskan waktu didalam tenda.


" Kak sepertinya kalo kita berkemah malam-malam pasti seru deh" Ucap Syakila


"Ia pasti seru, nanti ya kapan-kapan kita camping malam hari" Jawab Rangga kepada Syakila


"Janji ya kak" Ucap Syakila


"Iya aku janji" Jawab Rangga sangat meyakinkan Syakila


"Kakak jadinya pulang kapan?"


"Nanti abis magrib, soalnya kan besok sekolah" Jawab Rangga


"Ia kak, emmmm kakak jangan sedih ya" Ucap Syakila


"Ada juga kamu tuh, kamu jangan nangis hahahahaha" jawab Rangga


"Enggak bakalan aku menangis" Jawab tegas gadis cilik itu


"Iya kita lihat saja nanti ya"


Mereka terus menghabiskan waktu bersama dan tidak disangka Rangga dan juga Syakila tertidur, Yasudahlah ya ini kan susah waktu untuk bobo siang jadi jangan diganggu Rangga sama Syakila.


****


Sampailah waktu Pak Wiranto, Rangga dan Mang Asep sedang bersiap-siap untuk pulang ke Bandung, muka Syakila sudah memerah matanya mulai meneteskan air mata ia merasa sedih karena tidak ada teman bermain lagi dirumahnya, Bunda yang menyadari anak kesayangannya menangis


"Sayang jangan nangis ya, nanti pasti ketemu lagi kok, Bunda janji nak, sudah kamu jangan nangis" Ucap Sarah sambil memeluk Syakila.


"Iya Bunda".


Kini Syakila sudah tidak menangis walaupun nampak jelas sekali raut wajahnya menandakan dirinya habis menangis dan Ranggapun menyadari.


"Hay adik kecil aku pamit pulang dulu ya, kamu jadi gadis kecil yang baik ya" Ucap Rangga sambil mengelus rambut Syakila.


Syakila tidak menjawab ia hanya menganggukan wajahnya.


"Saya pamit yaaa na Sarah, na Alfian" Ucap Pak Wiranto sambil berjabat tangan


"Ia pak hati-hati ya dijalan, jangan bosan-bosan jika ke jakarta mampir kerumah kami" Ujar Alfian


"Ia naaa, Terimakasih ya untuk semuanya, maaf jika kami merepotkan, kalian juga saya tunggu di Bandung"


"Wah pak tidak merepotkan sama sekali, kami malah senang Bapak dan Rangga bisa mampir kesini, insyaallah pasti kami akan mampir berkunjung ke Bandung" Ucap Alfian


Rangga juga mencium tangan Sarah dan Alfian kini Pak Wiranto, Rangga dan juga mang Asep pulang ke Bandung.


****