"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Terbebas



Terlihat dari atas pesawat yang dikemudi oleh Sam nampak asap yang sangat pekat membanjiri markas Steven yang kini telah menjadi serpihan debu.


Pak Surya Dirgantara kini dirinya masih sangat tidak menyangka ia telah terbebas dari jeratan Steven yang sangat biadab, ia benar-benar menatap lekat-lekat tempat yang sudah mengurungnya selama belasan tahun sampai pesawat yang dikemudi oleh Sam semakin menjauh dan sudah tidak terlihat lagi markas terkutuk itu.


"Om harus diinfus ya om" ucap Tara yang tak lain ialah keponakan dari bapak Surya Dirgantara


"Wah kau pasti sekarang sudah menjadi dokter yang sangat hebat ya Tar" ucap Pak Surya


"Ahhh om itu sudah menjadi tugasku sebagai dokter om" ucap Tara sambil menyuntik jarum infusan dipergelangan tangan om Surya.


"Terimakasih ya semua sudah menolong saya" ucap Pak Surya dengan sangat lirih


"Sama-sama om" ucap Rizal, Tara dan yang lainnya.


"Hayyy Suryaaa" Sapa Pak Wiranto


"Hayyy sudah lama sekali ya kita tidak berjumpa, sekalinya berjumpa kau harus menyaksikan kisah hidupku yang seperti ini" ucap Pak Surya


"Aku salut malah sama kamu Surya, kau benar-benar hebat, buktinya kau bisa bertahan hidup dimarkas biadab itu" ucap Pak Wiranto


"Aku sudah sangat pasrah Wir, aku fikir sisa hidupku berada disana" ucap Pak Surya


"ahhh tempat yang benar-benar sangat menjijikan, memang benar-benar biadab orang itu"


"Memang berengsek si Steven itu" teriak Dimas


"Wir Rangga cucu kamu?" ucap Pak Surya


"Iyaa Rangga cucuku" ucap Pak Wiranto


"Wahhh hebat sekali dia ya, mungkin usianya tidak beda jauh dari cucuku" ucap Pak Surya


"Iya mereka beda dua tahun, cucumu lebih muda dari pada cucuku" ucap Pak Wiranto


"Makasih yaa Rangga sudah menolong saya" ucap Pak Surya


"Ia sama-sama Oppa" ucap Rangga


"Zalllll Zallllll" Teriak Dimas


"Hemmmmm" ucap Rizal


"Masih hidup lu Zal?" tanya Dimas


"Sialan lo" ucap Rizal dengan sangat lirih


"Lemes amat si Zal" Ucap Dimas


"Gw pengen teriak tapi takut jaitannya nanti kebuka" ucap Rizal


"Mantep si lu Zal perjuangan lo the bestt" ucap Dimas


"Zal tadi lu ngeluarin banyak sekali darah, lu harus di infus juga" ucap Tara


"Gak perlu lah Tar" ucap Rizal


"Zal harus di infus" ucap Pak Wiranto


"Infus sajan Tar" ucap Pak Wiranto


Rizal sudah tidak bisa mengelak akhirnya kini Rizal dipasang infus oleh dokter yang mempunyai satu anak bernama Rico.


"Zal lo bilang sama istri lo akan tempur?" ucap Tara


"Gw si bilang sama dia" ucap Rizal


"Semoga setelah Steven tiadak sudah tidak ada lagi ya yang akan mengusik ketentraman keluarga kita" ucap Rizal


"Aamiin" ucap Tara


"Heyyyy Sam" Sapa Pram mengecek Sam yang sedang fokus mengambil kemudi pesawat.


"Hey" jawab Sam


"Kuat lo bawa sampe Indonesia?" ujar Pram


"Kuatlah sudah lama juga gw gak bawa pesawat hehehehe, biasanya waktu masih ada Alfian masih lumayan sering" ucap Sam


"Ia gw kangen banget sama Alfian" ujar Pram


"ia sama gw masih gak nyangka dia ninggalin kita begitu cepat" ucap Sam


"Ia apa lagi kalo gw liat Syakila sama Anggara, aduh gak tega banget" ucap Pram


"Ia Syukurlah ya sekarang Oppanya berhasil kita selamatkan" ucap Sam


"Ia Sam" jawab Pram


"Kalo lo cape nanti mendarat saja, nanti gw yang lanjut bawa" ucap Pram


"Siappp" ucap Sam.


Begitu banyak keahlian yang terpendam oleh Rizal dan kawan-kawannya yang lain, tentunya dibalik tindakan yang selalu mereka ambil ada orang belakang sehingga apa yang mereka lakukan berjalan dengan mulus tanpa hambatan.


Sekarang kita intip persahabatan kakek dan nenek yang berada jauh di Negeri Amsterdam.


"Sudahlahhh kau pasti akan bahagia jika ikut aku kerumah anakmu" Ucap Erdo


"Aku heran kau begitu memaksaku dengan sangat tidak pantang menyerah" ucap Elsa


"Sudah lah El, apa salahnya juga kan, disana kau bisa ketemu dengan kedua cucumu yang sangat menggemaskan" ucap Erdo


"Ya ya ya yaaaa" Jawab Elsa


Kini Elsa dan Erdo sudah berada didalam pesawat pribadi milik Erdo.


"Enak sekali ya jadi orang kayak" ucap Elsa


"Maksudmu?, kau juga sangat kaya" ucap Edo


"Tapi aku tidak pernah melakukan apapun dengan semena-mena" ucap Elsa


"Yaelah Elsa hidup didunia itu tidak lama, apa lagi umur kita sudah semakin tua, nikmatilah hidup ini, toh semua yang kita miliki sekarang hasil dari usaha kita pada saat kita masih muda" ucap Erdo


"Pantas saja ya, semua sifatmu turun kepada semua anak didikmu termasuk Alfian" ucap Elsa


"Tapi mereka semua menjadi pria-pria yang sangat hebat kan?" ucap Erdo


"hemmmmm" Saut Elsa


Mereka berdua terus berdebat sampai akhirnya mereka merasa lelah dan memilih untuk tidur sejenak, karena perjalanan menuju Indonesia sangat jauh.


Belasan tahun pencarian Surya Dirgantara akhirnya kini berhasil ditemukan untuk menyelamatkan Surya Dirgantara, walaupun sangat telah setidaknya Surya Dirgantara masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga dan kerabat yang amat sangat menyayanginya.


Takdir Allah tidak ada yang tahu, walaupun Rangga selalu diberikan ilham mengenai keberadaan Pak Surya tetapi jika belum takdir untuk Pak Surya keluar dari sekapan Steven dan anak buahnya maka segala sesuatunya masih sangat sulit, namun jika Allah telah menghendaki untuk Pak Surya terbebas dari jeratan Steven maka Allah melanjarkan jalan Rangga, Rizal dan semuanya yang membantu untuk menyelamatkan Pak Surya Dirgantara.


****