
Situasi Kamar Alfian dan Sarah, situasi yang sangat hening, tiba-tiba Syakila membuka pintu kamar Ayah dan Bundanya
Ceklekkkkkkkkkk suara seseorang membuka pintu kamar
Wawwwwwwwwww
Alfian dan Sarah sedang berciuman, seketika Sarah dan Alfian langsung melepaskan adegannya itu, wah betapa kagetnya Alfian dan Sarah, melihat putri cantiknya tiba-tiba masuk kedalam kamar, Entahlah Sarah merasa sedang ketangkap basah, padahal ia melakukannya dengan suaminya, mungkin jika yang melihatnya orang dewasa tidak masalah.
"Hay anakkk Ayah" Sapa Alfian dengan sangat santai.
"Hay juga Ayah" Syakilapun menjawab pertanyaan Alfian
Sarah yang masih merasa kikuk karena anaknya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar tanpa terdengar suara langkah kaki daru arah luar kamar hahahahahahahaha, ada yang pernah kepergok gak?????
"Ayah Bunda, apakah laki-laki dan perempuan selalu ciuman?" tanya Syakila dengan polosnya.
Whahahahahaha seketika Alfian dan Sarah semakin bingung harus menjawab apa, namun Alfian bersikap dengan sangat santai.
"Sini sayang Ayah akan menjelaskan" Ucap Alfian dengan sangat santai.
Syakila langsung duduk dipangkuan Alfian
"Boleh Ayah cium cowok?" Tanya Syakila dengan benar-benar sangat polos, ya namanya juga bocah ya, ya nanyanya sepontan aja wkwkwkwkwkkwkwkwk
"Menurut Kila jika ada teman laki-laki kila yang mencium kila bagaimana?" tanya Ayah kepada putrinya
"Ih aku akan marah ayah, itu sangat memalukan, sangat tidak pantas sekali" Syakila menjawab pertanyaan Alfian dengan wajah yang kesal.
"Cukup bermain saja ya sayang dengan teman lawan jenis kamu, bercanda, tertawa, tidak boleh berciuman, terutama berciuman bibir anak kecil tidak boleh melakukan itu bahkan orang dewasa juga tidak boleh melakukan ciuman bibir jika tidak ada ikatan pernikahan seperti Ayah dan Bunda, itu dosa Allah tidak suka" Alfian menjelaskan dengan sangat lembut agar Syakila bisa menangkap apa yang dikatakan oleh Alfian dan Syakila menyimak dengan baik perkataan Ayahnya.
"Jika berciuman dengan Adik laki-laki yang sangat menggemaskan yah?" Ucap Syakila bertanya kepada sang ayah
"Jika kamu terlalu gemas dengan adik bayik cukup disun pipi atau keningnya saja ya nak" Ucap Bunda
"Oh iya Bunda" Jawab Syakila
"Ayah dari mana saja Kila kangen Ayah" ucap Syakila sambil memeluk tubuh ayahnya.
"Ayah ada kerjaan nak, Ayahmu inikan sibuk sayang" Alfian menjawab
"Kita sampai kapan ayah dirumah rangga?" Tanya Kila
"Sebentar lagi kita pulang ya ke Jakarta" Jawab sang ayah sambil memegang pipi Kila.
Kila yang mendengar jawaban sang Ayah merasa sedih karena sebentar lagi ia pulang.
Kamar Rangga
Terlintas dibenak Rangga kejadian Lumpur dan *** Kucing, rasanya Rangga sangat kesal jika mengingat kejadian itu.
"Aduhhhh hus husss hussss buang jauh-jauh fikiran itu" Rangga berbicara sendiri, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi bahagia ketika membayangkan Syakila yang selalu ceria akhir-akhir ini ketika bermain bersama Rangga.
"Hus apa sih fokus-fokus pada buku ini aja Rangga" Rangga meyakinkan dirinya untuk fokus belajar.
Rangga dididik oleh Pak Wiranto cukup keras agar tidak menjadi anak yang lemah, setiap harinya Rangga sibuk belajar akademik dan juga bela diri, bahkan Rangga membaca buku-buku Bisnis yang telah dibuatkan oleh Oppanya dengan bahasa dan kosa kata yang tidak terlalu rumit untuk dibaca oleh anak seusia Rangga.
****