"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Syakila dan Rangga



Kini Rangga dan Syakila sedang bermain bersama, Syakila masih merasakan kesedihan yang begitu dalam, ditambah sang Bunda yang amat sangat ia rindukan tak kunjung sadar, Rangga selalu berusaha untuk menghibur Syakila.



"Sudah kamu jangan sedih lagi ya adik manis" Ucap Rangga sambil mengelus pipi Syakila dengan penuh kelembutan


"He'emmm kak"


"Udah jangan sedih lagi dong, biasanya kamu selalu ceria mentertawaiku" Bujuk Rangga


"Hemmmm" Kata yang dilontarkan oleh Syakila sangat irit membuat Rangga kelabakan harus berbuat apa


"Ada yang ingin kamu makan? Atau kamu mau main apa? Biar kamu bahagia?, dan aku bisa melihat kamu senyum" Rangga bertanya kepada Syakila


"Enggak"


"Hemmmmm Kila, ya sudahlah aku akan belajar saja, terserah kamu deh mau main apa saja". Ucap Rangga


Rangga mencari buku pelajarannya dan ia mulai mempelajari materi-materi pelajaran. Syakila masih terdiam dengan raut muka yang masih murung.



Rangga sesekali memperhatikan kearah Syakila yang sedang merenung, Rangga merasa dirinya tidak tega melihat perempuan yang pertama kali bertemu dengannya dengan ekspresi yang sangat bahagia, kini ekspresinya berubah 99%. Rangga ikut merasakan kesedihan Syakila Anathsya Dirgantara.


"Kila, kamu mau ice cream?"


Kila hanya menggelengkan kepalanya  memberikan isyarat bahwa ia tidak mau.


"Hemmmm mau coklat?, aku punya stok coklat loh" Rangga terus berusaha


Kila masih tetap menggelengkan kepalanya.


"Yasudah" Ucap Rangga


Rangga kembali fokus pada buku yang dipegangnya, lembar demi lembar telah dipelajari oleh Rangga, gadis mungil itu masih tetap sama tidak bersuara, sesekali Rangga mengeluarkan suara


"Ekhemmmm"


"Aku bosen kak ingin keluar rumah" rengek kila tiba-tiba memecahkan keheningan antara Rangga dan Syakila


Rangga dibuat bingung oleh Syakila, pasalnya Syakila dilarang keras untuk bermain keluar rumah, dan juga Rangga tidak akan memberikan izin kepada Syakila mengingat kejadian Villa Syakila yang telah diteror beberapa hari yang lalu.


"Tidak boleh adikku yang cantik" ucap Rangga penuh dengan kelembutan


"Aku sangat bosan kak"


"Nanti jika semua sudah baik-baik aku akan mengajakmu main keluar, aku tidak mau terjadi hal buruk kepada kamu Syakila, tolong kamu mengerti ya" Jawab Rangga


Wajah Syakila yang sangat sedih sangat terlihat jelas bagi siapa saja orang yang memandangnya, Rangga pun bertanya


"Kau kenapa lagi ?"


"Aku sudah membayangkan punya adik laki-laki yang akan menjagaku kelak ketika ku sudah besar kak"


"Aku yang akan menjagamu" jawab spontan Rangga


"Kakak janji" Syakila sambil menyodorkan jari kelingkingnya


"Hemmm" dan mengaitkan kelingking milik Rangga ke Syakila "tentu aku janji, sudah kamu tak perlu bersedih lagi".


Kini raut muka Syakila sudah mulai berubah, Syakila mulai memperlihatkan senyuman terbaiknya, Rangga sangat bahagia bisa melihat Syakila tersenyum, Rangga terus berada disamping Syakila karena Ayah Syakila sedang sibuk diruangan rawat menjaga Bunda Syakila.


Akankah Sarah menjadi gila seperti apa yang terjadi didalam mimpi Syakila?


****


Pram dan Dimas menjalani tugas-tugas dengan sangat baik, sehingga perusahaan milik Alfian Dirgantara tetap berada diposisi kejayaan. Dimas dan Pram berhasil mencari semua data-data mantan kekasih Sarah dan Alfian, mereka curiga terhadap salah satu mantan Nona Sarah.


Pram yang langsung mengirimkan informasi tersebut melalui email rahasia milik Tuan Alfian, kini mereka sangat bersikap hati-hati untuk berhubungan dengan tuan Alfian karena mengingat kejadian Villa tempo hari yang terbakar, ini bukan kejadian yang pertama keluarga dirgantara diteror.


****