"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Kisah Pram



Pram berusia 28 tahun, laki-laki tampan memiliki pekerjaan, pintar, rajin, memiliki banyak uang namun hanya pendamping hidup yang belum ia dapatkan, ia nampak sedang memikirkan asisten pribadinya yang bernama Elena semua isi pesan dari Elena di handphonenya hanya sebatas pekerjaan.


Elena dan Pram telah menjadi rekan kerja selama 5 tahun, sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu bersama.


Elena wanita yang sangat smart dan pemberani.



Anggap saja ini tokoh visual Pram ya reader apabila dibenak kalian sangat tidak setuju silahkan kalian berimajinasi dengan visual tokoh Pram yang sesuai dengan kriteria kalian hehehehe.


Pram tampak mengotak-ngatik ponselnya rasanya ia ingin sekali menghubungi sekertaris cantiknya namun ia tidak bisa untuk memulai, ia hanya terus menatap layar ponselnya dan dilihatnya foto profile Whatsapp Elena.



Ini Visual Tokoh Elena ya reader.


"Kenapa hati ini jadi tidak karuan ahhh sialan"


gumam Pram hatinya benar-benar bergejolak, ia seperti kehilangan arah jika memikirkan Elena wanita yang sudah lama ia kagumi dalam diam.


Pram terus membayangkan kecantikan Elena saat bersamanya, ya walaupun kebersamaannya hanya sebatas atasan dan bawahan namun semua itu membuat Pram semakin semangat untuk mengurus pekerjaan yang sangat berat, namun ketika dijalani bersama dengan Elena semuanya terasa tidak melelahkan.


"Elenaaa" dan tak sengaja ternyata jari Pram sudah dari beberapa menit yang lalu memanggil kontak Whatsapp Elena dan Elena sudah sangat sigap menunggu atasannya berbicara.


"Astagaaaaa" batin Pram sambil melihat layar ponselnya sudah memanggil dari 5 menit ya lalu


"Ahhh sialan" Pram langsung menaru handphonenya ditelinganya


"Hallo Pak Pram???"


"Ehhh iya El?"


"Ada apa ya pak tadi sepertinya bapak memanggil nama saya, bapak marah ya sama saya?" tanya Elena kepada atasannya itu


"Oh iya, kau bekerja apaan saja disana?, kenapa laporan yang kau kirimkan sangat tidak becus sekali mengenai proyek kerja sama dengan perusahaan TWINS Media, coba kau rapihkan lagi" perintah Pram kepada asistennya itu padahal sebenernya tidak ada laporan yang salah, semuanya benar.


"Em baik pak saya akan koreksi dan akan merevisinya kembali, sekali lagi saya mohon maaf pak" ucap Elena


"Baiklah saya tunggu secepatnya" Pram langsung mematikan panggilannya dengan Elena


"Bodoh bangetttt kenapa harus ngomong seperti itu Pram, harusnya kau tanya bagaimana kondisi perusahaan?


Bagaimana kabarmu? atau bagaimana pekerjaan tanpa aku?


Atau sudahkah kamu makan?


Ahhhhhh Pram bodoh sekali, bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengannya jika aku selalu bersikap seperti ini..


Bodohhhhh-bodohhhh" Ucap Pram sambil memijat-mijat kepalanya yang rasanya menjadi sangat sakit atas kelakuannya sendiri.


"Apa aku meminta bantuan Dimas" Ucap Pram


"Ahhhh tidak-tidak dia sangat ember nanti bisa-bisa Alfian dan yang lainnya tau, sudahlah lebih baikku tidur saja".


Pram langsung mematikan lampu kamar dan ia langsung memejamkan matanya mencoba untuk tidur.


****


Sudut lain di Indonesia ruangan kerja milik Elena


"Ihhh apanya yang salah, laporannya bener kok, apa yang harus aku revisi?


Dasar bos bodoh tidak bisa membaca dengan baik" Ocehan Elena yang masih bergulat dengan laporannya.


"Dia ganteng tapi kok sangat menyebalkan sekali, kadang baik, kadang tiba-tiba menyebalkan, padahal aku merindukan si bos yang sangat perhatian kepadaku, hemmmmmmmm"


Elena kembali mengingat memori kebersamaannya dengan Pram Elena sempat terjatuh saat mengunjungi salah satu pembangunan proyek, Pram langsung reflek ia menggendong Elena dan langsung membawa Elena kedalam mobil, Pram langsung mengambil kotak P3K yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, Pram nampak sangat khawatir dan ia sangat marah karena Elena tidak berjalan dengan hati-hati sambil tangan Pram dengan sigap membersihkan luka dilutut Elena yang terkena batu.


Dan masih banyak kenangan-kenangan manis bersama dengan bosnya.


"Haduhhhhhh El gak akan mungkin lo bisa dapetin Pram yang sangat tampan itu cobalah berfikir waras Elenaaaaaaaaa" Elena mulai menyadarkan dirinya sendiri ia merasa sangat sulit untuk meluluhkan hati atasannya itu.


Wah ternyata Pram dan Elena sama-sama memiliki perasaan yang sama nih reader, semoga Pram bisa merubah sikapnya menjadi manis ya terhadap Elena, karena kini Elena merasa sangat dilema diusianya yang sudah menginjak 27 tahun kedua orangtuanya sangat ingin melihat anak gadisnya untuk cepat menikah dan memberikan kedua orangtuanya cucu.


Kedua orangtua Elena sering kali berusaha menjodohkan Elena dengan laki-laki pilihan kedua orangtuanya, namun Elena selalu menolak karena hatinya sudah diisi oleh bosnya.


****