
Terlihat sosok laki-laki yang masih terlihat sangat tampan walau kini dirinya terbaring lemah tak berdaya diatas kasur rawatnya dengan alat bantuan pernafasan yang begitu kumplit terpasang ditubuhnya.
Seseorang masih mempercayai akan sebuah keajaiban tuhan sehingga tetap mempertahankan alat pernafasan yang terus menempel selama bertahun-tahun lamanya pada tubuh pria yang sedang berjuang untuk hidup.
Kita intip yuuu reader ternyata didalam benak pria tampan yang sedang terbaring koma ia merasa dirinya menjalani rutinitas didunia alam bawah sadarnya bersama dengan wanita yang sangat ia cintai sehingga alam bawah sadarnya terlalu membawa jauhhhhh dan sangat jauh jiwa dan raga pria yang terbaring ditempat tidur selama bertahun-tahun.
Dialam lain pria ini menikah dengan wanita yang sangat cantik jelita, hari-hari yang dilewati penuh dengan kebahagiaan dilalui oleh dirinya bersama dengan pujaan hati yang selama ini telah menjadi cinta pertamanya.
Wahhhhh padahal ada seseorang yang selalu menantikan dirinya sadar loh didunia nyata, wajar saja ya raganya tidak kembali hadir kedunia nyata, dirinya ternyata terlalu nyaman berada dialam bawah sadarnya, dokter yang selalu rutin memeriksa keadaan pasien, ya walaupun keadaan pasien setiap harinya tetap sama tidak ada perkembangan.
"Saya akan tetap berusaha membuatmu kembali hidup seperti sedia kala" Ucap seseorang yang selalu berharap dia akan segera sadar.
Disudut lain kini kita kembali ke rumah Sarah Winata, kini semua telah berkumpul dirumah Sarah, ada Elena, Tania dan juga Clara bersama dengan anak-anaknya Reza, Devaro dan juga Riko.
"Ehhhh kokkk bisa kompak gitu ya suami kita pergi bareng-bareng" Ucap Tania dengan sangat heran
"Entahlah, tapi mereka tidak janjian sepertinya" Ucap Clara
"Wahhhh jadi suami kalian pergi keluar kota?" tanya Sarah dengan sangat penasaran
"Heee'emmm" jawab Clara, Tania dan Elena dengan bersamaan sambil menganggukan kepalanya seraya mengiyakan menjawab pertanyaan Sarah Winata.
"Wow, bisa samaan begitu yaaaa" Ucap Sarah dengan sangat heran
"Pram bener-bener gak cerita kalo ia akan pergi bersama dengan Dimas dam Tara" Ucap Elena
"Mungkin saja memang mereka tidak pergi bersamaan, mungkin mereka punya kesibukan masing-masing" Ucap Sarah menurut instingnya
"Ya anehhh aja gitu bisa barengan" Ucap Clara
"Yasudahlah percaya saja" Ucap Sarah sambil meminum minumannya
"Apa jangan-jangan Dimas selingkuh" Ucap Tania
"Husss kamu tuhhhh" saut Sarah sambil menatap intens kearah model cantik yang mempunyai anak satu.
"Ya terus kalo gak pergi barengan sama Tara dan Pram mereka kemana dong????" Ucap Tania
"Apa kamu memberikan kerjaan yang tidak aku ketahui??" tanya Elena
"Tidakkkk, aku sedang tidak memberikan tugas apa-apa sama suamimu" jawab Sarah
"Lagian ya, kalo ada kerjaan kantor yang menyangkut suamimu pasti kamu jauh lebih tau dari pada aku" Ucap Sarah
"Ia juga sih" Ucap Elena
"Jadi penasaran" Ucap Clara
"Sudahlah aku yakin pasti mereka tidak akan pernah mengecewakan istri dan juga anak-anaknya, percayalah sama akuu" ucap Sarah berusaha untuk membuat fikiran kawan-kawannya tenang dan tidak berfikiran yang aneh-aneh mengenai suaminya.
"Iya si aku juga sangat percaya Pram tidak akan macam-macam" Ucap Elena
"Tara juga kayaknya dia tipe orang yang setia, ah gak mungkinlah dia selingkuh" Ucap Clara yang juga sudah mulai berpihak pada suaminya
Sarah yang mendengar merasa sangat bahagia karena kini Elena dan Clara sudah tidak berfikiran negatif tentang suaminya, namun berbeda dengan model cantik Tania dia benar-benar dibuat gusar karena ia tau sifat Dimas yang suka tebar pesona kepada wanita-wanita.
"Hemmmm aku gak percaya sama Dimas" cetus kesal dari bibir Tania
"Kaloo Dimas, hemmmm ya mungkin sii dulu dia enggak bener orangnya, tapi aku rasa setelah Dimas ketemu sama kamu dan memilih untuk berumah tangga denganmu, aku lihat dia benar-benar tulus loh" Ucap Sarah berusaha membuat mood Tania bagus
"Serius kamu Sar?" Ucap Tania
"Ia serius, Dimas gak akan macem-macem kok" Ucap Sarah
"Baiklahhh aku akan percaya juga sama suamiku" ucap Tania
"Nahhh gitu dong, yasudah ahhh kalian gak usah mikir yang aneh-aneh, mending sekarang hayooo siapa yang mau bantu aku masakkkkk?????" Tanya Sarah
"Hayoooo-hayooooo aku mauuuu" Ucap Elena
"Akuuu juga" Ucap Clara
"Aku juga mau bantu" Ucap Tania
"hayoooo kita kedapurrr, sudahlah anak-anak mah pasti anteng" Ucap Sarah
Kini mereka berempat meninggalkan ruang tamu dan langsung melangkahkan kaki menuju dapur untuk membuat olahan makanan bersama-sama.
Sudut lain kamar Anggara sudah ada sang pemilik kamar beserta dengan Riko, Reza dan Devaro.
"Kalian liburan sekolah nanti mau kemana?" Ucap Riko
"Kalau aku mau keraja ampat" Ucap Devaro
"Hemmmm kalo kamu mau kemana Anggara?" Tanya Riko
"Aku si kayaknya kerumah Oma di Belanda" jawab Anggara sambil memainkan mobil-mobilannya.
"Kalo kamu kemana Riko?" Tanta Devaro kepada Riko
"Aku gak tau ni mami sama papi sibuk dirumah sakit kayaknya, hemmmmmm" ucap Riko
"Kasiannnn Hahahahahaha" Ucap Devaro
Riko langsung melempar bantal tepat mengenai muka Devaro yang mentertawakannya.
"Nyebelin banget si kamu Rikoooooooo" Teriakkkkkkkkkk Devaro yang sangat kesal kepada Riko.
"Kamu si ngetawain aku, nyebelin" Ucap Riko
"Hehhhh hehhhhh hehhhhh ributttt terus" Ucap Reza
"Tau ni sekalian aja udah adu tinjuuu niii" Ucap Anggara memberikan saran kepada Riko dan Devaro sambil memberikan sarung tinju miliknya kepada Devaro dan Riko
"Hehhhhh kita sudah janji loh sama bunda Sarah untuk tidak berantem" Ucap Reza mengingatkan.
Seketika tatapan mata Devaro dan juga Riko yang sedari tadi saling menatap dengan tajam tiba-tiba saling membuang pandangan mengingat ucapan bunda Sarah.
"Kak Syakila mana Anggara?" Ucap Reza
"Ada dikamarnya, tadi sebelum kalian kesini dia sempet main kekamarku" Ucap Anggara
"Aku pengen minta ajarin main musik sama kak Syakila" Ucap Reza
"Pergilah sana kekamarnya" Ucap Anggara
"Ahhhh mana mau dia" Ucap Reza
"Udah yuuuk mending kita main PS" bujukkk Riko
"Boleh-bolehhh" Ucap Reza
Kini mereka berempat bermain PS dan yang kalah akan diberikan hukuman.
1 jam pertarungan telah berlalu, kini adalah babak penentuan antara team Reza dan juga Anggara tiba-tiba layar televisi yang dijadikan untuk bermain PS mati seketika.
"Yahhhhhhhhh" Ucap kompak keempat bocah usia 6 tahun.
Reza, Anggara, Riko dan Devaro benar-benar sangat kesal melihat game yang mereka mainkan tiba-tiba mati total dan terlihat wajah Syakila Ananthasya yang pura-pura angkuh sudah berada didalam kamar adiknya.
"Kakak ngapain disini?" tanya Anggara
"Enggak aku hanya kangen aja sama adik-adikku" Ucap Syakila
"Iniii kokkk mati si tv nyaaaaa Anggara?" Tanya Devaro dengan penuh emosi
"Manaaaa ku tauu, aku juga sama syoknya seperti kamuuuu" sauttt Anggara.
"Sudahhhh-sudah hayuuu lebih baik turun kebawah makan bareng sudah dipanggil oleh kaum buk ibukkkk" Ucap Syakila
"Ahhhhhh" Teriakkk Anggara sambil mengacak-ngacak rambutnya
"Yasudah aku tunggu dibawah yaaa dik adikkkk" Ucap Syakila sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Anggara.
Anggara dan yang lainnya masih sangat kesal karena televisi yang tiba-tiba saja mati, namun lampu kamar semua masih menyala, Dimas menyadari bahwa saluran Televisi kabelnya sudah terputus dari sakelar.
"Liatttttt nihhhh" Ucap Dimas sambil mengambil kabel colokan televisi
"Kakkkkkkkkkkkkkk Syakilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Anggara, Riko, Devaro dan juga Reza secara bersamaaan.
Syakila yang mendengar teriakan adik-adiknya didalam kamar hanya bisa menahan tawa dan langsung lari menuju ruang makan untuk mencari perlindungan jika ia diserbu oleh para adik-adiknya yang tampan.
Hahahahahaha jail juga ya Syakila, hayooooo kalian ada yang suka jail tidak sama adik-adik kalian????
Kejailan apa yang pernah kalian lakukan terhadap saudara kandung kalian???
Kasih tau author dong siapa tau bisa menjadi referensi untuk author hehehe see you di episode berikutnya....
****