
Kini waktu tidak terasa Alfian sekeluarga sudah 2 bulan setengah berada di Amsterdam, dan urusan bisnis yang ditangani oleh Alfian dan Pram sudah selesai.
Alfian sekeluarga diundang untuk datang makan malam ke Villa milik Pak Erdo yang berada dipinggir laut.
Tiba-tiba Alfian melihat sosok yang sangat ia kenal berada di Villa milik Pak Erdo ada Rizal, Dimas, Sam, Tara dan Alfian terkejut melihat Elena karyawannya dikantor.
Kini semua tamu undangan sangat menikmati jamuan dipinggir pantai dan tiba-tiba Pram memberikan sebuah informasi bahwa dirinya telah resmi bertunangan dengan Elena dan mereka sepakat bulan depan akan melaksanakan pernikahan di Jakarta.
Semua yang mendengar memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
"Wahhhh gila si Pram diem-diem menghanyutkan" Ucap Dimas
"Dari sejak kapan mereka dekat?" tanya penasaran Alfian kepada teman-temannya
"Mungkin dari semenjak lo mempekerjakan Elena sebagai asisten Pram" jawab Tara
"Bisa jadi, lo berdua kapan?" Tanya Alfian kepada Dimas dan Tara
"Doain gw ya gw lagi deket nih sama dokter muda, rencananya pulang acara ini gw akan lamar dia" Ucap Tara
"Wahhh broo semoga sukses ya rencana lo" Ucap Rizal
"Ia thank you broo" Jawab Tara
"Tar lu cinlok lu ya?" tanya Dimas penasaran
"Ia gadis ini tu sebenernya sempet magang dirumah sakit milik bokap, kebetulan dia ditugasin buat bantu gw, ya begitulah awal mulanya" jawab Tara menjelaskan kepada rekan-rekennya
"Wah pada cinlok, lah gw apa kabar????" Ucap melas Dimas
"Dim lo si kebanyakan cewek, emang gak ada apa salah satu yang bener-bener lo suka?" ucap Rizal
"Engga ada zal" jawab Dimas
"Astaga Dimas, mungkin lo belum saatnya menemukan wanita yang benar-benar jodoh lo" ucap Rizal
"Sudah yukkk kita berikan selamat kepada Pram dan juga Elena" Ucap Alfian
"Hayooo"
Para cowok-cowok ini menghampiri Pram dan juga Elena mereka saling memberikan ucapan selamat dengan bergantian.
"Thank you ya broooo" Ucap Pram
"Sama-sama Pram, semoga semua niat baik lo dipermudah ya" Ucap Alfian
Kini mereka semua menikmati pesta yang sangat mewah dengan suasana pantai.
"Kila mau makan ini bunda tolong suapin"
Ucap Syakila yang sangat menggemaskan
"Ia Sayang aaaaaa buka mulutnya" ucap Sarah
"Aaaaammmmmm, enak Bunda" jawab Syakila.
"Wahhhh do selamat ya do asik bentar lagi dapet mantu resmi nih" Ucap Elsa
"Iya El akhirnya si Pram berani juga mendekatkan dirinya ke Elena, kau harus datang Elsa ke Jakarta" Bujuk Erdo
"Ia semoga tidak ada halangan ya do" Elsa menjawab
"Nanti kita berangkat bareng saja El" ucap ajakan Erdo
"Baiklah do, tapi do saya sangat mengenal Elena, Elena adalah gadis yang sangat baik, pekerja keras, dia gadis yang sangat mandiri" Ucap Elsa
"Ia El aku jauh sebelum Pram berani menyatakan perasaannya sebenarnya aku sudah meminta orang untuk memata-matainya hehehehe" Ucap Erdo
"Yaampun do kau sampai segitunya" Jawab Elsa sangat kaget
"Ya aku harus tau Elsa, wanita seperti apa yang dikagumi oleh anakku" Ucap Erdo menjelaskan.
"Hemm ya ya ya" jawab Elsa.
Erdo dan Elsa melanjutkan acara pestanya sambil mengobrol membahas seputar keluarganya.
"Pih, Mih..." ucap Dimas menyapa Elsa dan Erdo.
"Apa sayang"tanya Elsa
"Dimas boleh gabung sini?" tanya Dimas
"Memang disana kenapa Dim?" tanya penasaran Erdo
"Dimas males pih disana pembahasannya wanita semua, ujung-ujungnya Dimas nanti yang diejek" Ucap Dimas
Sebenernya Elsa dan Erdo sangat ingin mentertawakan Dimas tapi niat mereka diurungkan untuk menghibur Dimas yang telah terpojokan oleh teman-temannya.
Semoga dimas cepat mendapatkan jodoh ya.
****